pesta dansa

9 1 0
                                        

read it while listening to music

🎥🎞️🎥

Teruntuk yang diharapkan namun tak mengharapkan. Jika sebegitu besar rasa bencimu padaku, apa perlu kau patahkan hati rapuh ini?

🎥🎞️🎥

Tidak terasa, bulan November sudah mencapai pertengahannya. Seperti tahun sebelumnya, OHS dan EHSOO mengadakan ujian tertulis dan bagi yang nilainya memenuhi syarat, akan mendapatkan undangan untuk menghadiri pesta dansa musim gugur dan tidak perlu mengikuti kelas tambahan di musim dingin.

Meskipun tidak tertarik pada pesta dansa yang diselenggarakan, Minerva dan Harmoni tetap mengerjakan soal dengan baik.

Tak lama kemudian hasil pengumuman keluar.

"Minerva, coba lihat undangan milikku!" seru Larissa heboh sembari menyodorkan amplop berwarna merah-hitam kepada Minerva yang tengah menunggu antrian.

Minerva melihat amplop itu. Biasa saja, tidak ada yang spesial kecuali dua nama yang tertera di sampulnya.

Mr Alaska Raquel & Miss Larissa Heartlife.

"Heh?!" Minerva terkejut membacanya.

Rupanya pesta dansa kali ini  dibuat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini pasangan dansa ditentukan lewat undian oleh pihak sekolah, hal yang membuat sebagian senang dan sebagian sedih-karena tidak mendapat kesempatan untuk mencari pasangan sendiri.

"Minerva Sachs," panggil senior yang bertugas membagikan undangan.

Minerva maju lalu mengambil amplop itu, membacanya dan seketika melongo, kaget melihat nama yang tertera di surat undangan pesta dansa miliknya.

Mr Galuh Aldebaran & Miss Minerva Sachs.

Minerva menepuk pelan sebelah pipinya, berharap ia bermimpi.

"Galuh Aldebaran? Dia bukannya cowok yang waktu pameran foto nolongin Harmoni, ya?" celetuk Larissa.

Minerva mengangguk. "Iya," jawabnya separuh sadar, masih tidak percaya bahwa dirinya bisa berpasangan dengan Galuh.

"Btw, apa kau melihat Larista? Dari tiga hari yang lalu aku mencarinya tapi tidak ketemu," celetuk Larissa lagi.

Minerva mengerjapkan matanya, ia lalu memandang temannya itu. "Mungkin dia menginap di kamar yang masih kosong?" tebak gadis tersebut.

Di asrama OHS, ada empat lantai. Saat ini yang dihuni hanya lantai 1-3 sedangkan sisanya kosong, dijadikan gudang atau kamar cadangan. Tidak banyak yang berani kesana karena banyak rumor menyeramkan tentang tempat tersebut.

Larissa menganggukkan kepalanya. "Mungkin saja. Tiga hari yang lalu kami memang bertengkar, sih."

"Dia masih sama seperti dulu, ya? Kalau marah selalu kabur dan lama," balas Minerva lantas mengantongi surat undangan itu.

Larissa bergumam membenarkan. Namun kenapa hatinya resah tidak karuan, ya?

Kedua gadis itu lalu berpisah di perempatan jalan. Minerva hendak menemui Galuh di sekolah pemuda itu, sekedar memastikan bahwa mereka akan berangkat bersama. Sedangkan Larissa hendak mencari gaun yang sesuai, sekaligus menghampiri partnernya.

Setelah berganti pakaian yang lebih santai, Minerva keluar dari kamarnya. Kebetulan ia melihat Harmoni yang akan membuang surat undangannya.

"Harmoni? Apa yang kau lakukan?" tanya Minerva, mengagetkan gadis tersebut.

Sinematografi Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang