~ 10 ~

1.6K 124 1
                                        

Si  kecil, masih  menyedot  botol  susunya, dengan  rakus. Tangisnya  baru  saja  mereda. Penyebabnya  karena, keningnya  terantuk  tembok, cukup  kencang. Membuatnya  menangis  keras, tanpa  henti. Hingga  berhasil  ditenangkan  oleh  Jungkook. Bahkan  wajahnya  masih  sembab, bekas  menangis.

"Syukurlah, akhirnya  tangisnya  berhenti  juga," ucap  Jimin. Mengelus  surai  sang  anak. Taehyung  bersandar  pada  dada  ayahnya. Masih  menyesap  susu  kesukaannya. Kedua  matanya  pun  tampak  sayu, seperti  sudah  mengantuk. Ini  sudah  siang, dan  memang  jam  tidurnya.

"Biar  aku  yang  menimangnya," ucap  Jungkook.

Perlahan  bangun  dari  duduknya. Lalu  menggendong  Taehyung  ala  koala. Menggoyangkan  tubuhnya, kanan  dan  kiri  bergantian. Taehyung  semakin  mendusalkan  wajahnya.

Jimin  merapikan  big  crib, tempat  tidur  putra  mereka. Menggantinya  dengan  sprei  baru. Dirasa  sudah  benar-benar  tertidur. Jungkook  dengan  hati-hati  membaringkannya. Mengganti  dot  yang  kosong, dengan  pacifier.

"Kookie. Aku  takut," Tatapan  Jimin, terpaku  pada  Taehyung.

"Ada  apa  sweetheart ??" tanya  Jungkook. Mengajak  istrinya  keluar  kamar. Berpindah  ke  kamar  mereka.

Tak  lupa, Jungkook  menutup  pintu  kamar. Mereka  duduk  di  tepi  ranjang. Bawa  Jimin  dalam  dekapan.

"Aku  sangat  sayang  padanya. Aku  takut  jika  Taehyung  kembali  normal, ia  pergi  meninggalkan  kita. Aku  tak  ingin  itu  terjadi," ucap  Jimin.

Jungkook  semakin  eratkan  pelukan. Bubuhi  kecupan  di  kening  kesayangan. Ia  sendiri  pun  merasakan  hal  yang  sama. Sudah  lama, mereka  mendambakan  seorang  anak.

Jungkook  mengajak  Jimin, untuk  langsung  beristirahat. Karena  memang, Jimin  seharian  ini  pasti  lelah, menjaga  putra  mereka  itu.

Tbc..

My  Little  SonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang