"Dek, bangun. Kamu udah pasang alarm kok kayaknya ga ngaruh sih?" gerutu seseorang.
"Dek" suaranya beda dengan yang tadi.
Walaupun gue masih menutup mata, tapi telinga gue masih denger apa yang ada disekitar gue. Gue baru tidur abis sholat subuh tadi. Lama-lama ini jadi kayak habbit deh.
"Hm" jawab gue.
"Bangun woy, lu mau telat ke kampus?" gue tau siapa yang bangunin gue kalo cara ngomongnya gini.
"Emang sekarang jam berapa?" tanya gue lemah dan masih menutup mata gue. Gue masih ngantuk, bener-bener ngantuk.
"Jam 9, Dek. Kamu kuliah jam 10 kan? Nanti telat loh" suaranya lebih lembut dibanding tadi. Beda orang lagi pasti.
Gue mencoba membuka mata walaupun susah rasanya. Kepala gue pusing.
"Pusing, hm?" tanya seseorang ketus.
"Hm" jawab gue sekenanya. Kak Kev selalu gitu.
"Kamu jangan kebanyakan begadang Dek, ga baik loh" ucap Kak Kee sambil mengelus rambut gue.
"Iya Kak" kata gue lemah.
"Udah cepet mandi sana. Lu mau gue anterin ga?" tanya Kak Kev.
"Kok?" tanya gue sambil menguap.
"Lu lupa kalo mobil lu masih dibengkel?" tanya Kak Kev sebal.
"Ish, lupa" ucap gue sambil menepuk kepala. 'Bodoh' kata gue dalam hati.
"Tapi kenapa ga Kak Kee aja yang nganter aku?" tanya gue ke Kak Kee.
"Aku ada urusan Dek, jadi ga bisa nganter kamu" ucapnya.
"Emang kakak ga kuliah?" tanya gue.
Kak Kee ga jawab, dia cuma senyum aja.
"Bolos eh?" tanya gue sambil menaikkan satu alis.
Dia cuma terkekeh.
"Ish ditanya juga. Udah sana pada keluar. Aku mau mandi" kata gue kesal.
"Yeee, bukannya bilang makasih kek, udah dibangunin juga" ucap Kak Kev sebal.
Gue teriak dari kamar mandi, "Makasih kakak-kakakku". Gue tau mereka pasti denger.
"Makan dulu dek sebelum berangkat" ucap Kak Kee.
"Pasti kak, aku ga mau kelaperan pas lagi di kelas" kata gue seraya mengambil makanan.
Drrrtt Drrrt
"Gue di depan rumah lu" pesan dari Kei.
'Ngapain dia di depan rumah?' ucap gue dalam hati.
"Jangan main hp kalo lagi makan" tegur Kak Kev.
Gue cuma ngangguk sebagai jawaban.
"Non, ada yang nyariin di depan. Cowok. Ganteng banget" kata Mbak Nani.
"Disuruh masuk aja, Mbak. Ajak ke sini sekalian Mbak" ucap Kak Kee.
Gue cuma mengerutkan dahi.
"Oh yang dateng pujaan hatinya toh" kata Kak Kev pelan tapi gue masih bisa denger. Dan gue pun menoleh. Deg.
"Sini Kei makan bareng" ucap Kak Kev sok akrab.
"Sok akrab" cibir gue pelan.
Kak Kev cuma melirik ke gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Admirer
Fiksi RemajaKata orang jadi pengagum rahasia itu ada enaknya, ada ga enaknya. Untuk kata-kata itu gue lumayan setuju lah(sedikit). Tapi menurut gue, mengagumi dari jarak-yang-bisa-dibilang-deket-tapi-ya-gitu itu enak banget sih. Jadi pengagum rahasianya dia kay...
