Pintu kamar itu terus-menerus digedor, hingga sang pemilik kamar didalam sana merasa risih dan akhirnya menyerah. Cowok itu menghela napas. Ia menatap malas pintu kamarnya yang diketuk seorang dari luar.
“Bang Dava buka pintunya! ” Suara nyaring yang terdengar dari balik pintunya,membuatnya frustasi dan berjalan mendekat kearah pintunya.
“iya tunggu” teriaknya kesal, kemudian membukakan pintu kamar dengan kasar. “ kenapa lama banget sih buka pintunya? Udah pegel nih, suara gue dah habis gegara teriak-teriak dari tadi” semprot Tessa anak terakhir dikeluarganya,ia merupakan anak kesayangan mama dan papa.
“Ada apa?” tanya Dava cuek.
“Gue mau Pergi sama temen”
“Terus”
“Anterin bang!”
“Nggak mau!” tolak Dava cepat. Hari ini adalah hari libur . Dia ingin menikmati waktu luangnya tanpa keluar rumah. Cowok itu hendak menutup kembali pintunya, tetapi Tessa lebih dahulu menahan dengan kakinya.
Dava mendesah. “ minta anter aja pak mamat nganterin”
“Pak mamat pulang kampung bang, istrinya lagi sakit” Jelas tessa.
“ Lo naik ojek online aja, jangan bikin gue susah”.
“Ayo bang, anterin tessa ya?” Tessa berucap lembut.
“Tapi gue belum mandi”
“Ya udah,mandi sana bang” suruh Tessa
‘Eh bentar deh, ada bayaran nggak,nih?”
“Hmmm… ada”.
“Apaan?”.
“Entar gue beliin makanan yang Lo mau, Mie Ayam kang adi mau nggak?”
Tanpa berpikir panjang Dava menggangguk iya menyetujuhi. Tak butuh waktu lama, Dava kini sudah selesai mandi,dan Cowok itu sekarang sudah berpakaian rapi dan bersih serta terlihat sangat menawan. “ Buruan Naik”.Tessa pun sekerang sudah berada didalam mobil bersama Dava, menuju pusat perbelanjaan yang akan tessa kunjungi.
Sesampainya ditempat tujuan Dava mengikuti langkah Tessa. “ Apaan sih,Ngapain ngikutin gue bang?”.
“ pede Lo, gue cuma mau beli kopi” Dava raut masamnya. “ Udah sana pergi jauh-jauh”. Tessa pun melangkah menjauh dari Dava.
Dava kini berada disalah satu coffe shop, ia pun segera memesan secangkir kopi, lalu mendekati meja yang kosong tak berpenghuni. Tidak lama ada sosok gadis mendekati Dava “ permisi”.
Dava menatap heran. “ Boleh saya duduk disini?” tanya Aleta, gadis yang sekarang berada dihadapan Dava.
Dava mengedikan bahu,lalu kembali menikmati kopinya. “ Makasii” ucap Aleta dengan sedikit senyuman.
Pandangan Dava saat ini tertujuh pada gadis yang sepertinya ia kenali, “ Lo anak Harba ya?”Aleta mengalihkan pandangannya dari laptop ke wajah Dava, ia menggangguk iya akan pertanyaan Dava barusan.
“Kelas?” tanya Dava
“Sepuluh Ipa 2” ucap Aleta cuek.
Dava menatap binggung. Apa mungkin gadis yang dihadapannya tidak mengetahuinya, jika ia juga satu sekolah bersamanya. “ Nama Lo siapa?”.
“Nama gue?” tanya Aleta, Dava mengganguk iya
Menyodorkan tangannya “ Oh Kenalin nama gue Aleta Putri Wijaya,Biasa Panggil Al dan nama Lo?”.
“Nama gue Dareen aarav Valentino Abraham, panngil Dava”.Aleta melongo mendengar Nama Dava. yang terlintas dipikiran aleta hanya, bagimana mungkin namanya dipanggil dava akan tetapi nama panjangnya saja “Dareen aarav Valentino Abraham”.
Dava sedikit tersenyum melihat wajah gadis tersebut “ Binggung ya, Dava nya dapet darimana?” Ucap dava
Aleta menggangguk iya, “ Dava itu singkatan dari namaku, jadi sekarang jangan heran”.
Aleta tersenyum, ternyata Dava yang ia pikir Misterius dan menakutkan, tidakseburuk yang ia kira.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Cinta Aleta
RomanceKisah seorang gadis remaja yang bertemu dengan laki-laki yang ia lihat tampangnya sangat menakutkan. Akan tetapi Aleta salah mengiranya, Dava tak seburuk yang ia bayangkan. Karena kesalah pahaman Dava pada saat itu merusak sebuah pertemanannya denga...