Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
╭⋟───────────────────────╮ "Ladies, a man will never remember your handbag, but he will remember your perfume." - Olivier Creed
[Am Perfume] ╰──────────────────────⋞╯
-------- ≪ °✾° ≫ --------
Malam semakin larut beberapa menit lagi hari kelahirannya akan habis. Untuk pertama kalinya di hari yang Ia tunggu tidak seperti biasanya.
Perasaan yang berada dalam hatinya begitu campur aduk tidak karuan. Ia ingin menangis tapi sepertinya, air matanya telah habis.
Ada perasaan marah dalam dirinya tapi entah untuk siapa dan apa alasannya. Ada rasa ketakutan menyelimuti dirinya yang membuat Ia merasa tak berdaya hidup dalam dunia penuh kebencian ini.
Vall membenarkan posisi tidurnya, berusaha mencari posisi ternyaman agar dapat tertidur dengan lelap. Tak lupa dengan rasa syukur kepada Tuhannya atas semua yang diberikan di hari ini.
- ˏˋ ✎ ˊˎ -
Vall terheran ketika Ia sudah berada satu ruangan yang tak asing baginya. Banyak sekali hiasan bunga-bunga dan ada beberapa deretan macam parfum dengan tatanan yang indah.
Vall berkeliling melihat ruangan tersebut. Ada tulisan yang tak Ia pahami.
Namun dari kalimat itu Ia dapat simpulkan bahwa ruangan ini adalah salah satu ruangan dari toko perfume Am.
Vall berjalan lagi dan seketika Ia mendengar sesuatu dari salah satu ruangan. Seperti ada suara bentakan atau perintah?
Vall mendekati ruangan tersebut, Ia berusaha meneliti setiap inchi apa yang Ia lihat. Benar saja, ada sebuah celah untuk masuk ke dalam satu ruangan yang bersuara tersebut.
Vall melihat dengan mata kanan yang terbuka dan mata kiri Ia tutup agar terlihat dengan jelas. Ia melihat seorang pria yang sedang duduk di kursi dan pria lainnya yang sedang berdiri menatap ke arah pria tersebut dengan tatapan yang penuh amarah.
Vall tidak bisa melihat siapa kedua pria tersebut karena Ia tak bisa melihat jelas wajah mereka.
Pria yang sedang berdiri tersebut terus mengeluarkan kalimat-kalimat asing kepada pria yang sedang duduk tersebut.
Vall bisa memastikan, pasti pria yang sedang duduk tersebut melakukan kesalahan yang sangat besar hingga dapat nasib seperti itu.
Karena Vall yang tak mengerti apa yang diperbincangkan oleh kedua pria tersebut, Vall kembali berjalan meninggalkan mereka dengan perbincangan yang sengit.