Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
╭⋟───────────────────────╮
We have a signal to connect.
-Our Soul-
╰───────────────────────⋞╯
-------- ≪ °✾° ≫ --------
Sudah beberapa hari Vall melalui hari dengan hati yang berat. Seakan ada beban yang bertambah tapi ia tak mengetahui bagaimana menyelesaikannya.
Sulit sekali untuk memberikan senyum yang tulus ditiap detik hidupnya. Bahkan ia merasakan ada satu hal yang hilang dari hidupnya.
Vall merasa hampa untuk menjalani tiap hari-hari yang ia lalui. Jika memang ini karena Am. Ia tak tau harus bagaimana menyelesaikannya.
Bahkan, setelah kejadian beberapa waktu lalu, Am tak datang ke rumahnya. Seakan hilang ditelan bumi. Sama sekali tak ada kabar darinya.
Sejujurnya masih ada secarik harapan untuk mereka memperbaiki hubungan. Namun sayang, Am tak kunjung datang.
Untuk menghubunginya duluan Vall masih gengsi juga malu. Ketika itu ia tak bisa menahan emosinya. Melampiaskan segalanya melalui Am.
Vall keluar dari ruangannya. Memerhatikan aktivitas tokonya yang selalu ramai. Youra yang sedang berdiskusi dengan salah satu koleganya, Jay yang sedang menghitung pesanan bunga, dan beberapa karyawannya yang lalu lalang membawa pesanan pelanggannya.
Vall berjalan menghampiri Jay, "Jay, keluar sebentar bisa?" Jay yang merasa terpanggil, mengalihkan matanya kepada Vall. "Boleh, mau kemana memangnya?"
"Kemana saja," Vall bingung jika ditanya harus kemana, karena saat ini ia hanya ingin keluar, dengan kalimat pengecualian, ia tak tau harus kemana.
"Ya sudah, kamu tunggu dulu, aku rapihkan semuanya dulu." Jay merapihkan tumpukan mawar yang harumnya tiada tanding. Melepas celemek dari badannya dan sedikit menepuk-nepuk badannya untuk menghilangkan beberapa bulu halus dari badannya.
Vall jalan terlebih dahulu ke dalam mobilnya yang disusul oleh Jay. Mereka pergi meninggalkan Valley Florist.
Tanpa bertanya lagi kemana tujuan Vall, Jay membawanya ke tempat yang menyejukkan dan sepi dari hiruk-pikuk keramaian kota.
Kanan kiri jalanan sudah bukan lagi gedung-gedung tinggi melainkan pepohonan hijau yang meneduhkan mata.
Tak ada lagi bising kendaraan-kendaraan yang lalu lalang, tergantikan dengan kicauan burung yang saling bersahut.
Sampai mereka tiba di satu tempat, sebuah cabin yang berdiri tegak memberikan kesan nyaman dan hangat.
Cabin tersebut sangat cantik dengan perpaduan warna merah hitam dan keindahan alam disekitarnya.