kenapa?

1.8K 364 115
                                        

kayanya untuk next chapter
aku tunggu buku ini viewsnya sampe 500an dulu ya
jgn lupa vote dan komennya
x x


















"gimana kalo kak jackson, yang itu!"

arah pandang eunha ikutin uluran tangan temennya, nunjuk salah satu kakak tingkat yang tadi namanya disebut. orangnya lagi main basket,

eunha mengedikkan bahu cuek, "engga, ah."

"ih, kenapa. ganteng tau,"

"orangnya kaya keliatan bar-bar, petakilan gitu. bukannya dia ya yang suka tebar pesona kalo lewat di koridor?"

"ya kali, tau ah bingung. ini ngga mau, itu ngga mau."

"juga guenya nggak minta lo buat kayak gini, tawar-tawarin cowok, emang gue se-ngga laku itu apa?"

"emang! lo tuh ya, ini udah mau 2021. gue mau pas malem pergantian tahun kita bisa double date, pasti
seru banget :("

eunha gelengin kepala, pemikiran temennya ini super gak penting bagi dia. memang punya pacar sepenting apa sih?

oke, ngga, yaㅡmungkin penting juga. seru aja rasanya punya support system dan tempat buat bersandar juga bergantung saat rasain keadaan sulit,

hhe :(

eunha disini bersikap seolah cuek, lebih pilih scroll iseng handphone daripada ngeladenin celotehan temennya, isi hati sama kepala agak berkecamuk.



"ah, gue tau! itu-itu, jin-goo aja gimana? seumuran lho sama kita, kapten basket lagi, keren banget." wajahnya pasang emoji mata terharu,

kali ini eunha berdiri dari duduknya, masukin handphone ke dalam tas.

kasih senyum manis terpaksa, "lo belum tau ya seberapa keren dan gantengnya anak volley ball? anak basket ngga ada apa-apanya."

selesai bicara eunha melenggang pergi duluan, tinggalin jiho yang sedikit melongo di tempat.

















;

di buku kali ini, kelebihan dari seorang jung eunha itu; dia bisa menggambar, semacam sketsa. bisa menggambar suatu kelebihan, kan? karena ngga semua orang bisa, contohnya yang nulis.

duduk straight satu jam anteng sekali di depan meja belajar, rambutnya dicepol ke atas mirip roti bun. tangannya seolah bergerak otomatis di atas kertas putih,

sketsa seorang pemuda, dari belakang; ada nama jeon dan angka 97 di punggungnya.

sekedar informasi, ini dia gambarinnya sambil bengong, total iseng, apa yang sekarang terlintas di kepala dia salin ke buku gambar.


kalo nanti kepala lo ada apa-apa, kesini aja. gue sering olahraga disini.


aktifitasnya berhenti, duduknya sedikit ditegakkin.

"perasaan gue sering juga kesitu, tapi engga pernah liat. hm," bahunya mengedik cuek, kembali lanjutin gambarannya yang belum selesai, "all men do is lie."



dan ini total random sih, besokannya eunha mutusin buat datang lagi ke taman, sore hari seperti biasa. kelar kuliah pulangnya kesini,

simpan perasaan penasaran kan engga enak, didorong dengan hasrat lain yang rasanya ingin liat lagi eksistensi pemuda bernama punggung 'jeon'.

suara halus, senyuman, afeksi lembut dari tangannya yang dirasain kepala eunha, wangi parfum yang menganggu; masih terekam jelas.

mana bisa lupa,

dan setengah jam waktunya dihabisin disitu dengan airpods di telinga seperti biasa.

sesekali menoleh ke belakang, jarak sekitar lima belas meter disana ada lapangan bola volley. tapi kali ini ngga diisi orang, kosong.




sering bukan berarti setiap hari kan?

"ngapain gue disini, ya?"

kepalanya menggeleng aneh, beralih sampirin tas punggungnya yang berukuran tidak terlalu besar ke sebelah bahu.

beranjak hampir ninggalin tempat itu, tapi suara berisik dari belakangnya sayup-sayup kedengeran. atensinya auto beralih, eunha menoleh kesana.


"astaga,"

reflek sekali dia menjatuhkan diri duduk ke kursi lagi, buru-buru mengalihkan pandangan seolah sembunyi.

"gila-gila! kenapa jadi deg-degan banget gini? gue kenapa."

itu jeon, disusul ada tiga temannya. jauh lebih sedikit dari kemarin.

ini posisinya eunha masih curi-curi pandang ya, seperti; lima detik menoleh buat liat, lalu kembali alihin pandangan lagi, gitu terus. rasa penasaran tapi juga takut ke-gep seolah lagi berantem,

"o my gosh!"

apesnya, dia ketauan, eunha ke-gep sama jeon. buru-buru si gadis mengalihkan pandangan, merunduk bersembunyi yang sebenarnya sia-sia buat dilakuin.

ketidak sengajaan yang bahkan eunha ngga tau ini suatu hal baik atau malah sebaliknya,

bruh, serasa jantungnya mau lompat keluar waktu eunha tau jelas kalo saat ini jeon sedang melangkah menghampiri.







"hey, kepala lo masih sakit?"






















ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
q bikin apa y.

Jeon.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang