14

546 71 7
                                        

JANGAN LUPA VOTE & COMMENT NYAA..👌

***


Malam sudah tiba.

Rose sudah selesai memasak. Dan kini dia tinggal menunggu Chanyeol yang belum pulang bekerja.

Selagi menunggu, Rose duduk di sofa yang ada di ruang tengah.

"Aku mencintai mu dengan tulus, Rose. Maka aku pun akan menerima mu apa adanya. Aku bisa menerima anak mu sebagai anak ku juga"

"Ahh.." Rose memejamkan mata dan menggelengkan kepalanya. "Kenapa aku jadi memikirkannya ?"

"Tidak Rose tidak"

"Tidak seharusnya aku berpikir seperti itu kan ? Tidak. Rose, kau itu sudah punya suami. Dan kau harus mempertahankan pernikahan mu"

Tak lama setelah itu Chanyeol pulang. Dan sebelum dia mandi, dia memutuskan untuk makan malam dulu.

Saat makan malam hening. Chanyeol fokus makan, sedangkan Rose terus diam dan tidak memakan makanannya.

Chanyeol pun sadar akan hal itu. "Kenapa kau tidak makan ?"

Rose yang awalnya melamun pun langsung menoleh. "Ah tidak..aku.."

"Makanlah makanan mu. Jangan sampai perut mu kosong"

Rose kembali diam. Dan pada saat Chanyeol kembali makan pun dia tetap diam.

"Emm...Chanyeol"

Chanyeol menoleh tetapi tidak menjawab apapun.

"Aku..ingin menanyakan sesuatu"

"Tanya saja" jawab Chanyeol acuh tak acuh.

Rose agak menundukkan kepalanya, kemudian kembali menatap Chanyeol. "Apa kau senang atas kehamilan ku ini ?"

Chanyeol terdiam.

"Apa kau senang akan segera memiliki anak dari ku ?" Tanya Rose lagi.

Tetapi Chanyeol tak kunjung menjawab.

"Kenapa kau diam saja ? Jawab aku! Apakah kau senang karena akan segera mempunyai anak ?"

"Kenapa kau menanyakan hal seperti itu ?" Tanya Chanyeol.

"Kenapa ? Memangnya aku salah jika bertanya seperti itu ?"

"Kau-"

"Aku perlu kejelasan. Apakah kau benar-benar bahagia atas kehadiran bayi di dalam kandungan ku ? Sebagai seorang ayah, bukankah kau seharusnya senang ? Tetapi kenapa kau terlihat biasa saja ? Kau pun bahkan tidak peduli pada kondisinya"

"Bukankah aku sudah mengurus tentang makanan mu ? Aku-"

"Itu saja tidak cukup, Chan!"

"Lalu apa ? Apa yang harus aku lakukan ?!"

"Kau harus-" tetapi Rose menghentikan ucapannya begitu saja. Karena dia merasa enggan untuk mengucapkannya.

"Harus apa ? Katakan pada ku!"

"Kau..."

Chanyeol berdecak. "Kau malah merusak mood ku untuk makan"

Chanyeol segera menghentikan makan malamnya. Dan dia segera pergi ke kamar.

Sedangkan Rose, kini air matanya mulai mengalir. "Kau tidak pernah mengerti. Kau pun tidak bisa peka dalam masalah ini. Aku membutuhkan perhatian mu. Tapi kau bahkan tidak pernah memikirkan hal itu..."

Rose segera menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Sekarang dia juga benar-benar tidak mood untuk makan. Maka dia segera membereskan semuanya.

Who Should I Choose ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang