" tadaima "
" Okaeri, hah ?! apa yang terjadi dengan kalian ?! kenapa kalian terluka dan kotor sekali ?! " ujar Hinata dewasa khawatir
Naruto remaja dan Boruto hanya nyengir sambil menggaruk kepala belakang mereka yang tidak gatal " gomen "
Hinata dewasa menghembuskan napas dan menggeleng gelengkan kepalanya " cepat bersihkan diri kalian dan nanti letakkan baju kalian yang robek robek itu di kamarku, nanti aku akan menjahitnya "
" ha'ik " kedua orang bersurai sama itu berjalan bersama menuju ke lantai atas
" nanti langsung turun ke meja makan ya " terika Hinata dewasa
" ha'ik "
" haah sebenarnya apa yang mereka lakukan sih ? " dumel Hinata sambil berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang
-------------------000-----------------------
" Kaa - chan " Boruto memunculkan sedikit kepalanya dari balik pintu dapur, terlihat Hinata yang sedang menjahit di atas meja makan yang sudah sangat rapi dan bersih itu. Sedangkan Hinata remaja terlihat sedang bermain bersama Himawari di ruang tengah yang terhubung dengan dapur itu
" Boruto ? ada apa ? " tanya Hinata dewasa
" ehm... tidak ada, aku hanya bosan " ujar Boruto sambil nyengir
Hinata terkekeh " bukankah tadi kau sedag bermain game ? "
" baterainya habis "
" kalau begitu bangaimana kalau kau bermain bersama Hima - chan ? aku akan membantu menjahitkan bajumu " usul Hinata remaja
" iya, Onii - chan ayo bermain bersamaku " ujar Himawari dengan semangat
" baiklah, ayo ! kita mau main apa ? "
" bantu aku mewarnai gambaran ini "
" baiklah "
Kedua anak berdarah sama itu bermain bersama di ruang tengah. Hinata remaja berjalan dan duduk di depan hinata dewasa dan membantu pekerjaan nyonya Uzumaki itu.
" apa kau bisa menjahit milik Naruto - kun ? aku yang akan menjahit milik putraku " ujar Hinata dewasa sambil menyodorkan baju Naruto ke arah Hinata remaja. Gadis itu terlihat mengangguk malu, rona merah di wajahnya, ia mengambil baju Naruto remaja dengan malu malu
Hinata dewasa terkekeh pelan melihat dirinya saat remaja itu. Ia tak menyangka, dulu setiap ia berdekatan dengan suaminya ia akan pingsan ditempat tapi sekarang, ia bahkan sering memeluk suaminya tanpa rona merah sedikitpun di pipinya.
' ah, ternyata dulu aku sepemalu ini ya ? ' pikir Hinata sambil tersenyum. Kedua Hinata itu mulai terlarut dalam kegiatan menjahit mereka.
Hinata remaja sedikit merona, aroma khas Naruto yang menempel di baju itu memenuhi indra penciumannya. Sampai sekarang, ia masih tak menyangka jika cintanya akan terbalaskan. Cintanya tak lagi bertepuk sebelah tangan, bahkan mereka pun sampai berkeluarga dan memiliki 2 anak.
Semua ini seperti mimpi bagi Hinata remaja
" apa ada sesuatu ? kenapa kau tersenyum seperti itu ? " tanya sang Nyonya Uzumaki sambil tersenyum
Hinata remaja tersentak dan menggeleng malu " tidak... hanya saja... aku merasa bermimpi "
Hinata dewasa tertawa pelan " ya, aku pun merasa ini adalah mimpi, kehidupan ini... begitu indah untukku sampai sampai aku merasa masih bermimpi "
dua wanita dengan paras sama itu tertawa
------------------000-----------------
" hairi " ujar Naruto dewasa saat mendengar pintu ruangannya diketuk seseorang
KAMU SEDANG MEMBACA
To The Future
Fanfiction" kita ada dimana ? " " wakaranai, semuanya terlihat familiar tapi asing " " hei lihat patung hokagenya " " EHH HOKAGE KETUJUH ?! SEBENARNYA KITA ADA DIMANA ?! " Naruto dan keempat temannya terlempar ke masa depan dimana mereka sudah berkeluarga ? b...
