" Shikadai "
Bocah beemarga Nara itu menoleh ke arah sumber suara lalu melambaikan tangannya
" tumben sekali kalian sudah disini " ujar Shikadai sambil meletakkan nampan makanan miliknya dan duduk di sebelah Inojin
" kita kan sedang libur, jadi tidak masalah bukan ? " ujar Inojin
" misi kemarin itu memang melelahkan -ttebasa "
" ya, karena gangguan mereka misi kita jadi naik tingkat menjadi misi tingkat B, mendokusai "
" oh ya, Shikadai, apa kau mengatakan hal itu kepada Temari Baa - san ? tentang perubahan tingkat misi " celetuk Boruto
" tidak, lagipula jika dinilai itu masih misi tingat C tapi tingkat C atas " jawab Shikadai sambil meminum sodanya
" oh ya, rumah kalian juga kedatangan ' tamu ' kan ? " tanya Inojin
" oh maksudmu orangtua kita dari masa lalu ? " tebak Shikadai. Inojin mengangguk
" haah mereka benar benar mirip dengan yang ada di foto -ttebasa, sekilas mereka seperti orang yang benar benar keluar dari foto itu "
Inojin dan Shikadai tertawa mendengar ocehan Boruto
" hei fantasimu itu kekanakan sekali " ujar Inojin
" hei sepertinya kau tidak ingat jika jutsumu juga mirip seperti itu " balas Boruto
" tapi bedanya jutsu ku itu bernilai seni dan aku menggambarnya sendiri, berbeda dengan khayalan bodohmu tadi "
" hee tapi teknisnya tetap sama bukan ? "
Shikadai menghela napas dan menggeleng pelan melihat perdebatan kecil antara 2 teman kuningnya itu
" sudahlah hentikan, kalian benar benar berisik "
" oh ya Shikadai, berarti di rumahmu ada 2 Temari Baa - san ya, kau pasti sangat beruntung " ejek Boruto
" ya, rumahmu pasti sangat ramai ya " sambung Inojin
" begitulah, tapi ada 2 Okaa - san di rumah itu tidak terlalu merepotkan " ujar SHikadai santai
" ish reaksimu tidak seru " keluh Inojin
" kau benar " sambung Boruto
" jika masalah mengejekku kalian selalu kompak ya ? tapi sayangnya aku sudah punya taktik ampuh untuk menghentikan kerja sama kalian itu " Shikadai meminum minumannya sambil tersenyum penuh kemenangan
" dasar orang pintar "
-------------------000----------------
" Boruto " bocah bersurai kuning itu menoleh ke arah suara yang memanggilnya
" Naruto.. Tou - chan ? kenapa dia ada disana ? bukankah tadi dia bermain bersama Hima ? " gumam Boruto. Ia sedikit berlari menghampiri Naruto remaja yang sedang melambaikan tangannya dengan penuh semangat kearahnya
" Naruto Tou - chan ada disini ? bukankah tadi kau sedang bermain bersama Hima ? " tanya Boruto
" ahh itu... Hima tadi dijemput oleh salah satu temannya yang berambut ungu, siapa ya tadi namanya.... " Naruto remaja nampak berpikir, ia melupakan nama anak yang tadi mengajak putri bungsu dari Nanadaime itu
" ehm.... rambut ungu ya.... oh apakah Yuina ? " tebak Boruto
" ah ya, kau benar, namanya Yuina "
Boruto mengangguk " lalu ? kenapa memanggilku ? "
" ayo kita berlatih bersama, aku juga ingin merenggangkan ototku yang sudah kaku karena beberapa hari tidak berlartih " ujar Naruto dewasa sambil menggerak gerakkan tangannya layaknya orang yang akan bertarung
KAMU SEDANG MEMBACA
To The Future
Fanfiction" kita ada dimana ? " " wakaranai, semuanya terlihat familiar tapi asing " " hei lihat patung hokagenya " " EHH HOKAGE KETUJUH ?! SEBENARNYA KITA ADA DIMANA ?! " Naruto dan keempat temannya terlempar ke masa depan dimana mereka sudah berkeluarga ? b...
