2 hari berlalu sejak kejadian itu, dan Sakura sekarang sudah keluar dari rumah Sakit, ia sendiri mulai dari sekarang tinggal di kediaman Nara atas perintah Temari dan juga Shikamaru. Sakura pun mau tak mau menyetujuinya, toh dia juga tidak tahu harus tinggal dimana jika dia menolaknya.
Seperti saat ini, Sakura sedang berada di taman belakang kediaman Nara didampingi oleh Gaara yang setia menemaninya.
"Gaara-san, sebaiknya kau sekolah dan menamatinya, memang kau itu sudah terjamin masa depannya tapi tidak ada orang sukses yang tidak mempunyai pendidikan Gaara-san... "ucap Sakura menasehati Gaara, yah~ Temari menyuruh Sakura untuk menghasut Gaara agar Gaara kembali bersekolah.
Gaara yang mendengar itu pun menoleh kearah Sakura.
"Hn, aku tidak ingin bersekolah jika tidak ada dirimu Sakura.. "ujar Gaara sambil menyeringai dan mencolek pipi Sakura, sontak Sakura pun langsung menepis tangan Gaara.
"Gaara-san hentikan itu!" Protes Sakura, Gaara pun menganggukan kepalanya.
"Ha'i, dasar bumil rewel!" Dumel Gaara, Sakura pun tersenyum.
"Jadi bagaimana? Kau akan kembali bersekolahkan?" Tanya Sakura, Gaara pun menghela nafasnya.
"Hah~ baiklah, tapi dengan satu syarat?" Ujar Gaara, Sakura yang mendengar itu pun menyeritkan alisnya.
"Apa itu?"
"Nanti hari minggu kau harus kencan denganku seharian, bagaimana?" Tanya Gaara sambil menyeringai, Sakura yang mendengar itu pun sontak kaget dan berpikir sejenak.
'Bagaimana ini? Hanya kencan buta saja kan?' Batin Sakura bingung, dan...
"Hah~ baiklah, hanya kencan saja kan?" Tanya Sakura lagi, Gaara yang mendengar Sakura menyetujuinya pun tersenyum senang.
"Yah! Hanya kencan!" Ujar Gaara bersemangat, Sakura pun tersenyum.
"Baiklah aku terima. "Ujar Sakura.
Mereka berdua pun kembali mengobrol ringan setelah menyepakati perjanjian mereka. dan tak terasa waktu pun berlalu dengan begitu cepat.
Malam pun datang, Sakura sendiri kembali ke kamarnya yang disediakan oleh keluarga kecil Nara itu.
Didalam kamar Sakura termenung meratapi nasibnya yang begitu mengenaskan ini
Dia hamil dan suaminya tidak ada sisamping dirinya, hal itu membuat Sakura sangat sakit hati. Apalagi Sasuke akan menikah dengan perempuan lain, istri mana yang tidak sakit hati bila mendengar berita tersebut.
Tapi, Sakura berusaha mengikhlaskannya itu demi anak yang berada dikandungannya sendiri, Sakura sadar dari awal pernikahannya itu hanyalah perjanjian dan kehamilannya sendiri adalah bonus dari perjanjian itu sendiri.
Dia harus kuat itu demi buah hatinya.
"Aku harus kuat! Ini demi anakku! Aku tidak boleh stres memikirkan nasibku ini! Yang terpenting sekarang anakku dan aku baik-baik saja, itu sudah cukup bagiku!" Ucap Sakura mencoba menguatkan dirinya sendiri.
Sakura pun memejamkan matanya, dan tak lama kemudian ia pun tertidur.
Sementara itu Temari yang sedari tadi menguping ucapan Sakura pun tak kuasa menitihkan airmatanya, yah~ Temari sangat tahu perasaan Sakura sekarang karena ia sendiri adalah perempuan. Apalagi Temari sendiri belum dikaruniai seorang anak, hal itu membuat ia sangat menyayangi Sakura dan tidak mau Sakura menangis lagi karena masalahnya
Temari pun membuka pintu kamar Sakura lalu mendekat kearah Sakura, ia kemudian mengambil ponsel nya dan ia pun mengambil gambar Sakura yang sedang tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
My sugar Daddy [TAMAT]
FanfictionHaruno Sakura bertemu dengan sugar daddy? dan lebih parahnya dia akan disewa untuk mengurus anaknya!!! sekaligus menjadi Istrinya!! kehidupan Sakura yang dulu pas-pasan kini terbalik menjadi 180° itu karena dia bertemu dengan sugar daddy!!!
![My sugar Daddy [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/246665694-64-k473978.jpg)