Hari ketiga mereka di Korea Selatan, saat nya untuk memulai liburan. Karena bunda dan ayah Sunghoon sibuk, akhirnya mereka hanya pergi bertiga.
Tempat pertama yang mereka kunjungin adalah Gyeongbok palace. Sebuah istana joseon yang sangat instagramable dan tidak boleh dilewatkan karena bisa mengalami wisata ala drama korea. Tentu saja yang meminta mengunjungi tempat ini adalah Heera.
Sebelum berkeliling, Sunghoon, Heeseung dan Heera menyewa Hanbok atau pakaian tradisional korea terlebih dahulu. Setelah itu barulah mereka berkeliling dan berfoto-foto.
"Ayo Mas Heeseung saka Kak Sunghoon pose. Heera yang fotokan." Heera yang mengeluarkan ponsel barunya untuk memfoto Heeseung dan Sunghoon.
Oh iya, sedikit informasi, jika tadi malam terjadi sedikit perdebatan. Itu karena Heeseung merasa tidak enak karena Bunda Sunghoon memberikan ponsel baru kepada adiknya.
"Kamu jangan merasa tidak enak. Saya belikan Heera karena saya sudah menganggap Heera sebagai anak saya sendiri kok. Jadi tolong diterima ya."
Sebenarnya Bunda Sunghoon sedari dulu menginginkan anak perempuan. Tetapi setelah berjuang melahirkan Sunghoon, rahimnya harus diangkat karena suatu hal. Oleh karena itu Sunghoon menjadi anak tunggal. Dan karena itu juga Bunda Sunghoon menganggap Heera sebagai anaknya sendiri. Akhirnya karena penjelasan itu Heeseung pasrah.
"Gaya mentang-mentang hp baru." Kata Heeseung mengolok yang dibalas oleh peletan lidah oleh Heera.
Akhirnya Heeseung dan Sunghoon berpose dan Heera yang memfoto. Mereka bergantian menjadi tukang foto dan diakhir meminta turis lain untuk memfotokan mereka bertiga.
Setelah dari sana mereka langsung ke Myeongdong Street. Surganya para turis yang ingin berbelanja. Tentu saja Sunghoon paling senang kesini karena banyak merek skincare korea yang bagus-bagus. Dia pun juga membelikan Heeseung rangakaian Skincare. Katanya biar Heeseung tambah glowing.
"Emang Mas butek banget ya?"
"Nggak sih. Mas cakep kok. Cuma gak ada salahnya mengglowingkan diri." Kata Sunghoon sambil tertawa. Sementara Heeseung hanya pasrah saja dengan kelakuan pacarnya itu.
Selain membeli skincare mereka juga membeli beberapa oleh-oleh untuk dibawa ke Indonesia. Terutama untun teman-teman dekat mereka seperti Jake dan Jay.
Setelah puas berbelanja barulah mereka pulang kerumah. Yang tersisa hanya lelah namun rasa senang lebih mendominasi ketiganya.
***
Heeseung sedang asik membuat sarapan di dapur ketika Bunda Sunghoon memanggil dia. Akhirnya dia memutuskan untuk mematikan kompor dan mendatangi Bunda Sunghoon. Ternyata bukan hanya Heeseung saja yang dipanggil, Heera juga. Heeseung mengernyitkan keningnya ketika Bunda Sunghoon meminta dia duduk disampingnya Heera. Seakan ada hal penting yang ingin dibicarakan.
"Jadi sebelumnya saya ingin meminta maaf." Ucap bunda Sunghoon. Heeseung dan Heera hanya saling menatap. Bingung.
"Jadi ketika saya kemarin berbelanja dengan Heera, saya melihat foto ayah dan ibu kalian. Saya merasa tidak asing dengan ibu kalian. Akhirnya saya ingat jika ibu kalian itu adalah adik dari sahabat saya sejak kecil. Saya juga sering bertemu dengan ibu kalian." Heeseung kaget. Heera pun juga seperti itu. Fakta ini sangat mendadak mereka terima.
"Jadi maksud Tante, tante kenal dengan keluarga kami dari ibu?" Bunda Sunghoon mengangguk.
"Benar. Saya juga tahu jika ibu kalian kawin lari dengan ayah kalian yang membuat putus hubungan dengan keluarga ibu kalian." Ibu Sunghoon menarik nafas sebelum melanjutkan. "Dan kemarin saya menghubungi teman saya atau tepatnya tante kalian tentang keberadaan kalian. Mungkin pagi ini dia sudah sampai di Korea untuk bertemu dengan kalian. Saya minta maaf seakan mencampuri urusan kalian. Tetapi teman saya itu sudah lama mencari adiknya. Bahkan dia baru tahu jika adiknya sudah meninggal ketika saya bilang kemarin."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Housemate
Fanfiction(END) Sunghoon, mahasiswa kedokteran semester 1. Seorang anak tunggal dari keluarga kaya yang merantau sendirian. Namun karena hidup sendiri tidak ada yang mengingatkannya akan hal-hal penting. Seperti membangunkannya ketika ada kuliah pagi, menging...
