When you say I'm just a friend to you
Cause friends don't do the things we do
Everybody knows you love me too
• Meghan Trainor •
- -
Hari sudah larut, ini adalah malam minggu. Jeno, Haidar, Mark dan Dylan berencana akan nongkrong di suatu cafe malam ini. Sudah menjadi kebiasaan mereka jika malam minggu berkumpul untuk nongkrong dan ngopi bareng. Karena mereka tidak mempunyai kekasih jadi mereka memanfaatkan waktu malam minggu bersama teman.
Menurut mereka bersama teman lebih asik dan bebas. Berbeda jika bersama kekasih, ingin merokok dilarang, ingin membicarakan hal hal lain yang hanya lelaki tahu pasti ia tidak nyaman, apalagi jika ingin melirik wanita lain pasti tidak bisa. Apalagi mata Jeno yang tidak bisa diam selalu melirik kesana kemari, biasa, mata buaya.
Yang pertama sampai di cafe yang bernama 'Exotic Cafe' itu adalah Dylan dan Haidar lalu disusul Jeno kemudian Mark. Mereka telah memesan kopi yang biasa mereka pesan di cafe tersebut, yaitu espresso.
Sebenarnya Dylan baru pertama kali memesan kopi itu, ia kebingungan karena diberi 2 gelas dan ia harus meminum memakai gelas yang mana. Haidar yang sok sok-an karena ia sudah sering memesan itu pun meledek saudara nya.
"Norak banget sia, matakan tong ngajedog wae di imah!"
Ya memang, hanya Dylan yang jarang keluar karena dia terlalu sibuk dengan sajak-sajak nya yang ia buat setiap malam atau pun setiap mendengar rintik hujan.
Dylan hanya tertawa kecil, "bodo amat yang penting gue gak mainin cewek tapi mainnya sama sajak."
Mendengar apa yang Dylan katakan, mereka bertepuk tangan. Memang sajak-sajak Dylan itu sangat indah dan menyentuh hati. Jeno pernah menggunakan sajak Dylan untuk menyatakan perasaannya kepada seseorang saat satu tahun yang lalu.
"Yaudah bagus lah bikin sajak, jangan kayak si Ican kerjaannya mabok sprite pake botol soju sama si Winter, jangan diikutin adegan membagongkan itu." Haidar yang mendengar ucapan Mark itu segera melotot dan menginjak kaki Mark yang berada di samping kakinya.
"Udah sok sok-an mabok nya sprite eh botol sojunya hasil mulung lagi, bengek goblok!" Jeno tertawa hingga matanya terlihat sangat sipit.
Jika sudah meledek dan membully Haidar mereka akan puas dan tertawa sangat kencang. Apalagi Mark yang sudah bernotabe 'bapak KM yang receh' itu tidak berhenti tertawa karena wajah Haidar yang konyol.
"Lo pada gak tau heeh enaknya gimana, walau botolnya hasil mulung tapi damage boss! Berasa beneran mabok kayak di drama-drama Korea gitu. Kan aing jadi merasa keren tau ah saria mah kudet!"
"Apasi, Can, kudet apaan? Jangan sampe bikin gue bingung lagi ya udah cukup gue kira bujur itu bujur timur eh ternyata pantat."
Haidar tiba-tiba ingat saat mendengar ucapan Jeno yang membuatnya tertawa kencang. Ia ingat saat pantatnya gatal dan berakhir mereka jatuh menabrak pohon. Mark dan Dylan sangat penasaran bagaimana ceritanya. Akhirnya Jeno menceritakan semuanya dan Haidar bukannnya malu tapi malah ikut tertawa kencang sampai-sampai perutnya terasa sakit.
Mark yang jika sudah tertawa itu menggemparkan suasana, memukul-mukul meja ataupun menepuk tangannya berbeda dengan Dylan yang ngakak tapi masih ada kalem-kalemnya. Orang-orang yang berada di cafe itu mungkin memaklumi, ada juga yang memperhatikan dengan tatapan tajam karena mereka tertawa dengan sangat kencang.
Tetapi mereka tidak menghiraukan itu, mereka tetap tertawa memecahkan suasana.
Setelah puas tertawa akhirnya mereka meneguk kopinya masing-masing. Jeno sibuk sendiri, dia mengambil ponselnya lalu membuka line dan melihat room chat seseorang. Melihat bahwa pesannya telah dibaca atau belum, ternyata belum. Jeno menghela nafas lalu tersenyum dan menyimpan ponselnya kembali kemudian berbincang lagi dengan ketiga temannya itu tanpa memperhatikan ponselnya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Your J
FanfictionIni tentang siapa 'Dia' yang sebenarnya. Dia, seorang secret admirer. Seseorang yang mengagumi dalam diam, seseorang yang bersembunyi dalam perasaan, dan seseorang yang diam-diam memerhatikan. Dibuatnya akun sosial media yang khusus untuk seseorang...
