Janji Para Kakek

219 31 17
                                        

"Udah pulang kamu?" Saat masuk rumah, Rajen langsung disambut oleh kakak perempuannya.

"Udah pulang kamu?" Saat masuk rumah, Rajen langsung disambut oleh kakak perempuannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

/Rajendra Arion Adiwangsa, 21 tahun/

"Iya." jawab Rajen singkat. "Oh iya, ini roti titipan mbak, ditambahin sama mbak Karin."

Rajen diam sebentar memperhatikan wajah kakaknya yang terlihat tidak bersemangat. "Mbak kenapa?"

"Nggak kenapa-kenapa."

"Bohong banget. Biasa kalau dapat gretongan udah heboh macam emak-emak di mall kalau ada diskonan." Rajen malah mengejek membuat suasana hati kakak perempuannya makin buruk.

"Diem deh kamu. Riwil banget kayak cewek." Rajen mendelik tidak terima, tapi ia urungkan niatnya untuk ribut sekarang. Dia lebih kepo dengan penyebab kakaknya jadi mendung begitu.

"Mbak Naya kenapa sih? Sini cerita," Rajen langsung menarik tangan kakaknya untuk duduk, tapi Kanaya langsung menahannya.

"Di kamarku aja." Oke, Rajen cuma menurut dan mengikuti kakaknya masuk kamar.

Rajen langsung membuka jaketnya dan duduk di kasur lalu diikuti Kanaya. Tangannya juga mengambil boneka Mickey Mouse milik Kanaya untuk ia peluk. Namun belum berapa lama Kanaya pindah, lebih memilih duduk di kursi.

"Kenapa pindah?"

"Kamu bau. Mbak mual cium bau kamu." Kanaya memandang Rajen dengan tatapan sendu.

"Ih apaan, wangi begini!!" Rajen yang tidak terima dikatai bau langsung mencium-cium tubuhnya sendiri.

"Kamu pakai minyak kapak ya?"

"NGGA, eh Pak Panggah tadi yang pake. Wow tajam sekali penciuman anda gan. Udah macam anjing pelacak aja." komentar Rajen lantas membuat Kanaya menatapnya dengan tangan terangkat, menunjukkan kukunya yang panjang.

"Mbak bisa gigit sama ngacak-ngacak kamu sekarang nih."

/Kanaya Pratista Adiwangsa, 24 tahun/

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

/Kanaya Pratista Adiwangsa, 24 tahun/

"Jangan dong mbakku sayang, ayo mulai ceritanya. Adikmu siap mendengarkan, hehe." Rajen menyelipkan tawa kecilnya diakhir, membuat dia terlihat sangat manis. Senyum lesung pipi andalan yang selalu ia gunakan untuk merayu Kanaya.

CitrusCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang