Penerus Tahta Pabrik Susu

172 27 14
                                        

Sebelum acara makan malam dengan keluarga Tio, Kanaya sempat bicara dengan eyang kakungnya. Mereka hanya duduk berdua di ruang tamu. Sebagai seorang yang mempunyai rencana untuk menjodohkan Kanaya, eyang kakung ingin menjelaskan sendiri pada cucunya kenapa ide tersebut bisa tercetus.

"Nduk, eyang tahu kamu pasti marah karena eyang maksa untuk jodohin kamu." Eyang kakung membuka pembicaraan sambil memandangi Kanaya yang cuma tertunduk lesu.

Sebenarnya ada Rajen juga yang lagi duduk di teras sambil main hp. Dia sengaja duduk di kursi yang paling dekat dengan ruang tamu supaya dia bisa ikut mencuri dengar pembicaraan kedua kakek-cucu itu.

"Eyang mau cerita sedikit sama kamu. Eyangnya Tio adalah orang yang berjasa membantu eyang. Beliau menemani dari jaman eyang masih merintis usaha sampai sekarang bisa membuat usaha eyang jadi besar. Kamu bisa lihat sendiri seperti apa perusahaan keluarga kita sekarang."

Kalau kalian mau tahu, keluarga Kanaya dan Rajen adalah pemilik pabrik susu , susu yang diminum anak-anak Indonesia. Bukan cuma di Indonesia sih, produk susu mereka juga sudah di ekspor di beberapa negara di Asia Tenggara. Kalian patut bangga karena susu produksi Indonesia ternyata tidak kalah bersaing dengan produk dari luar negeri.

Kalian ingat iklan susu yang ada anak kecil sok ngomong inggris yang bilang, "No thanks, I just want some milk." ? Itu yang jadi bintang iklannya adalah Rajen waktu dulu masih imut-imut. Hng, sekarang juga masih sih.

Haduh, kurang apalagi coba si Rajen itu. Calon penerus tahta pabrik susu, tampan, wangi, terus jadi bintang iklan lagi. Kurangnya dia cuma satu, tidak bisa menjadi milik kalian, itu aja sih.

Kalau saja pabrik mereka juga produksi susu sejenis susu El-Men. Yakin deh, pasti si Rajen juga disuruh jadi bintang iklannya lagi. Soalnya perutnya Rajen juga nggak kalah dari papan cucian yang biasa dipake emak-emak nyuci. Cukuplah untuk membuat semua wanita dari yang perawan sampai sudah tidak perawan jadi jejeritan.

Oke, lupakan dulu tentang perut bergerenjel Rajen yang bisa melemahkan seluruh jiwa dan raga. Sekarang kita balik lagi sama cerita eyang kakungnya Kanaya. Rajen sudah penasaran banget soalnya.

"Dulu eyang pernah ditipu sama orang. Uangnya dibawa lari semua. Jangankan buat gaji karyawan, buat beli bahan produksi saja sudah ndak ada. Waktu itu eyang ndak sengaja curhat sampai nangis didepan eyangnya Tio. Kamu tahu apa yang selanjutnya beliau lakukan untuk eyang?" Kanaya diam menggeleng membuat eyang kakung kembali melanjutkan.

"Eyang Tio mengambil tabungan yang harusnya beliau gunakan untuk membangun rumahnya. Padahal eyang ini cuma sepupu jauhnya, bukan saudara kandungnya. Tidak hanya itu, eyang Tio yang dulu pegawai bank juga membantu eyang untuk mendapat pinjaman tambahan dan bersedia menjadi penjamin."

Kanaya termangu sekejap. Jujur saja, Kanaya tersentuh dengan cerita eyang kakungnya tentang betapa baiknya eyang Tio. Tidak banyak orang rela membantu orang lain sampai mengesampingkan kebutuhannya sendiri. Namun walaupun begitu tidak lantas eyangnya berhak mengatur siapa jodoh Kanaya kan?

"Kanaya mengerti eyang, tapi.."

"Eyang harap kamu memikirkannya kembali Kanaya. Tolong bantu eyang untuk menepati janji eyang." Eyang kakung meraih tangan Kanaya untuk digenggam.

"Sebenarnya ini adalah janji eyang sendiri, sebagai ucapan syukur dan terima kasih eyang. Tapi eyang tidak sembarang membuat janji, eyang tahu dan mengenal baik bagaimana keluarga Tio. Satrio sendiri adalah pemuda yang baik dan sopan. Kamu coba mengenal dulu Tio lebih dalam, eyang yakin kamu akan suka sama Satrio." setelah mengatakan itu, eyang kakung langsung berdiri dan masuk ke dalam rumah untuk menemui anaknya, orang tua Kanaya dan Rajen.

CitrusTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang