Prelude: Citrus dan Perkawinan Kucing

414 35 30
                                        

Kalian tahu apa itu Citrus? Kalau kalian pernah belajar IPA pasti tahu. Kalau nggak tahu, tolong ya kalian itu belajar atau main di sekolah?

Huft, sabar.

Sorry kalau kesannya aku ngegas hehe.

Balik lagi tentang Citrus. Dari namanya aja sudah bagus, kan? Kalau kalian belum tahu Citrus itu apa, aku kasih tahu deh.

Citrus adalah marga dari buah jeruk.

Kenapa tiba-tiba kita bahas Citrus si suku Rutaceae? Aku juga nggak tahu kenapa, tapi aku suka sama keluarganya Citrus. Kalian tahu kan Citrus itu ada banyak jenisnya. Ada jeruk nipis, lemon, jeruk mandarin, limau gedang dan segala jenis jeruk lain yang ada di muka bumi. Kalau manfaatnya nggak usah ditanya lagi. Kalian bisa cari tahu sendiri lah, masa apa-apa minta dikasih tahu.

Anyway, kalian tahu juga nggak sih? Citrus katanya juga simbol keberuntungan, lebih tepatnya Citrus reticulata. Kalian perhatikan deh kalau waktu Imlek gitu, pasti nggak ketinggalan yang namanya jeruk mandarin.

Ini kepercayaan orang China sih. Kenapa dia disebut simbol keberuntungan? Jadi karena bentuknya yang bundar dan berwarna oranye, mereka dianggap sebagai simbol matahari dan emas. Nah mereka percaya emas itu sebagai simbol keberuntungan, kekayaan dan kebahagiaan. Untuk itu, saat perayaan Imlek, orang China punya tradisi saling bertukar hadiah berupa buah jeruk ini.

Baiklah, segitu aja penjelasan tentang Citrus-nya. Aku mau lanjut makan jeruk lagi.

Btw nih aku belum memperkenalkan diri ya?

Hmm, kalian bisa panggil aku Rara sih, lengkapnya Ranee Alma. Salam kenal ya semuanya ehe.

"Raraaa!! Ngapain kamu di kamar aja? Sini bantuin mama masak!!"

Hng, sorry atas gangguan yang datang tiba-tiba. Itu mamaku, memang cerewet banget, tapi nggak galak kok. Eh, galak ding, cuma kadang-kadang aja. Aslinya baik, suka masakin request-an anaknya.

"Raraa!!!" Haduh sepertinya aku harus turun sekarang sebelum paduka Ratu berubah jadi mode maung.

"Iya maa!!"

"Bangunin mas kamu juga, udah sore gini belum bangun juga." Suara mama ganti memberi perintah lain. Harusnya mas Tio nih denger juga, soalnya mama walaupun ada di dapur suaranya kenceng banget sampe lantai atas.

Oke, sampai sini dulu. Bye bye~


🍋🍋🍋


Kalian pasti punya buah kesukaan kan? Atau malah nggak suka atau alergi? Kalau Rara bilang sih, kalian yang nggak suka makan buah itu sama aja melewatkan secuil nikmat surga yang ada di dunia.

Kenapa begitu? Nggak ada alasan khusus, itu cuma cara Rara untuk mengolok orang-orang yang nggak suka makan sayur dan buah. Rara punya satu teman yang seperti itu. Siapa dia? Nanti kalian akan kenalan kalau sudah waktunya tiba. Berdoa aja supaya kalian punya kesempatan untuk kenalan dengan teman Rara yang aneh itu.

Balik lagi sama Rara. Anak itu adalah pecinta segala macam bentuk makanan, terutama buah jeruk dan cilok. Dalam seminggu, Rara pasti nggak pernah absen yang namanya makan jeruk dan cilok. Untuk cilok mungkin nggak setiap hari karena kadang dia nggak sempat ketemu abang langganan ciloknya.

Abangnya orang dari bandung, jadi dipanggil aa. Orangnya ganteng, kulitnya kuning bersih, ramputnya dipotong rapi dengan sedikit jambul. Ada bekas tindikan di telinga kirinya tapi tiap jualan dia selalu putar murothal, masyaAllah sekali nggak tuh? Kalau nggak inget umur dan keluarga, Rara pasti udah gebet itu aa biar dia bisa makan cilok tiap hari. Eh nggak ding, ya siapa sih yang nggak mau dapat imam keluarga yang masyaAllah banget.

CitrusCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang