Beras yang Ditaruh dalam Padi (2)

7 3 4
                                    

Sejak SMA, Brian dan teman-temannya memang sering mencemooh dan mengejek Arga. Tentunya karena jarang sekali, Ayahnya itu bisa hadir dalam pertemuan orang tua murid. Dan apabila Mamah yang hadir, mereka pun akan menyebarkan gosip bahwa Mamah adalah istri baru Ayahnya.

Arga tak pernah mempedulikan itu. Arga rasa, Brian melakukannya karena mereka berdua selalu bersaing dalam peringkat 1 dan 2. Arga rasa, Brian hanya iri dengannya sehingga menyebarkan gosip yang tidak sepatutnya. Arga tak masalah dengan itu semua.

Sampai ketika Bu Arini menjadi wali kelasnya di tahun terakhir Arga SMA. Bu Arini hampir saja menceritakan bagaimana Arga dipermainkan oleh teman-temannya kepada keluarga Arga sendiri. Namun, Arga sangat lega ketika melihat tak ada satu pun dari keluarganya yang hadir dalam pembagian rapot semester 1 nya kala itu.

Dari sini, Bu Arini jadi semakin gemar mencampuri urusan Arga. Arga tak merasa keberatan, karena dengan kehadiran Bu Arini itu ia merasa lebih baik. Ia jadi merasa ada yang memperhatikannya dan ada yang selalu menanyakan kabar tentangnya. Arga suka itu.

Setelah pengumuman SNMPTN saat itu pun, kehidupan Arga semakin tak berjalan sesuai dengan rencananya. Dengan tidak adanya yang lolos di kedokteran UI, membuat Brian semakin berani mencemooh Arga. Namun, lagi-lagi Arga tak berusaha menggubrisnya.

Keadaan pun semakin kacau ketika ia harus menyiapkan SBMPTNnya. Keuangan Ayah semakin tidak stabil, ditambah harus membiayai kebutuhan sehari-hari serta kuliah Arya di Semarang. Arga sadar bahwa keluarganya pasti tidak mampu membiayai sekolah kedokterannya saat itu. Namun, ia juga tak rela harus merelakan mimpinya.

Dengan beberapa pertimbangan dan usaha kerasnya di tengah tekanan hidup Arga, pengumuman SBMPTN pun tiba. Dan lagi-lagi, yang ia dapatkan tidaklah sesuai dengan rencananya. Arga diterima, di jurusan kedokteran salah satu PTN di Aceh. Jauh, itu satu hal yang terlintas dalam pikirannya kala itu.

Arga yakin keluarganya tidak bisa membiayai kebutuhan hidup serta kuliahnya di sana. Setelah memikirkannya, Arga pun memutuskan untuk tidak menceritakan tentang diterimanya ia di jurusan kedokteran itu. Ia menyimpan rahasia itu sendiri. Dan berlaku seakan-akan tidak lolos SBMPTN sama sekali. Arga rasa itu keputusan yang terbaik, bahkan Bu Arini juga tidak mengetahui hal itu.

Bertahun-tahun pun berlalu. Arga pandai menyimpan rahasianya. Karena berasnya ia taruh dalam padi. Tak ada yang bisa mencari tahu, karena Arga tutup rahasia itu dengan penuh.

***

Sembilan belas tahun, umurnya ketika masuk salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Setelah menunda satu tahun, akhirnya Arga diterima di jurusan pendidikan biologi. Jurusan kedokteran bukanlah tujuannya lagi kala itu. Lagi pula, ia pikir, Ayahnya tak akan mampu menanggung satu semester kuliahnya di kedokteran sebelum ia berhasil mendapatkan beasiswa. Alhasil, pendidikan biologi ialah pilihan Arga.

Semuanya berjalan sesuai yang ia rencanakan. Semester selanjutnya, Arga mendapatkan beasiswa dan kuliahnya selama 3 tahun ke depan akan ditanggung oleh beasiswa tersebut. Ia juga aktif organisasi dan IP nya selalu di atas 3,5. Akan tetapi, satu hal yang membuat ia jengah untuk kuliah adalah kehadiran Brian di sana.

Siapa yang sangka bahwa Brian yang selama ini mendambakan jurusan kedokteran seperti Arga ternyata menjadi kakak tingkatnya di jurusan pendidikan biologi. Arga tak pernah tahu kabar Brian semenjak lulus dari SMA, dan sekarang ia harus menjadi adik tingkat dari rivalnya itu. Gosip yang Arga dengar ialah kasus suap-menyuap orang tua Brian terungkap, dan ternyata bukan hanya Arga yang menjadi korban suap tersebut. Orang tua Brian pun menjadi sorotan publik, dan entah karena apa, akhirnya Brian dititipkan ke salah satu pamannya yang menjadi dosen di universitas yang Arga tempati saat ini.

Ternyata, saat ini pun Brian bisa masuk universitas melalui jalur belakang. Itu yang Arga dengar. Dengan kehadiran Brian itu, tentu saja mebuat hidup Arga tak lagi tenang. Ditambah saat ini, Brian memiliki jabatan sebagai kakak tingkatnya. Pendidikan biologi adalah jurusan yang jarang diminati oleh kaum adam. Di angkatan Arga, hanya terdapat 3 mahasiswa laki-laki. Sedangkan di angkatan Brian, terdapat 5 mahasiswa laki-laki.

Awalnya, Arga tak masalah dengan gosip yang Brian sebarkan tentangnya. Gosip-gosip miring yang sudah jelas tidak benar. Namun, Brian tak berhenti di situ. Selama praktikum berlangsung, dengan jabatan asistan laboratorium, Brian sering sekali menyuruh Arga melakukan hal-hal yang bahkan tak sepatutnya. Seperti mengerjakan laporan praktikum milik Brian, meminjamkan buku untuk Brian di perpustakaan atas nama Arga sampai Arga yang harus membayar denda atas pinjaman buku yang tidak dikembalikan oleh Brian, dan masih banyak perintah lainnya yang tak masuk akal.

Semua teman-temannya tahu akan hal itu, namun tak satu pun ada yang peduli dengannya. Katanya takut terkena imbas juga. Pernah sekali, Arga melaporkan hal itu ke ketua himpunan mahasiswa jurusannya. Namun tak ada respon apa pun, yang ia dapatkan adalah nilai praktikumnya yang turun drastis karena telah melaporkan tuduhan kepada kakak tingkatnya. Selama ini, Arga menahan itu semua. Akan tetapi, semakin tinggi semester Brian membuatnya semakin merasa berkuasa. Bahkan terkadang, dengan mudah ia menggunakan tangannya untuk memukul Arga.

Arga sudah berusaha untuk kuat. Arga sudah berusaha untuk mengabaikannya. Arga sudah mencoba untuk melaporkannya. Namun, Brian seakan memiliki semua kekuasaan. Laporan-laporan itu seakan padam. Tak ada respon dari mana pun. Arga pun semakin bungkam, ketika Brian sudah mengancam untuk mengusik keluarga Arga.

Dua tahun ia bertahan. Bukan kah itu sudah lebih dari cukup? Arga tak ingin keluarganya tahu tentang kisah memilukan itu. Arga hanya ingin menjauh dari Brian. Ia sudah tak peduli dengan perjuangannya untuk mendapatkan itu semua. Untuk apa ia bertahan jika hanya sakit yang ia rasakan.

Arga tak ingin jadi beban keluarga. Lagi-lagi berasnya itu ia simpan dalam padi. Rahasianya tak akan terungkap. Arga akan menyimpannya sekuat tenaga. Arga yakin, ia baik-baik saja, begitu juga keluarganya. Namun, siapa yang tahu?

***

to be continued!

UNKNOWN ERRORTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang