[Complete√]
❏ Menyuguhkan cerita tentang kisah cinta dua dunia, antara dunia manusia dan dunia vampir. Disisipkan sedikit kisah horor namun juga dibarengi dengan kisah komedi romantis. Menceritakan tentang perjuangan cinta yang berat antara Vionna...
Setelah chattan sama Audrey kemaren gue langsung tidur. Dan Lo tau??? Gue bangun kesiangan gilakk. Untung hari Minggu, eeh Minggu? Ape? Bentar tanggal berape ni. TANGGAL 13????, Gue kan ada janji sama Jonathan. Kira-kira ada apa lagi?
19.30 Gue langsung ke cafe yang dimaksud dia.
"Langsung to the poin aja ya, jadi ada apa jo?"
"Gue beliin ini buat lo" Katanya sambil menyodorkan kalung berliontin merah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Wow, cantik banget!!! Buat gue? Tapi dalam rangka apa?
"Eeeeee..... Janji jangan marah terserah ini lo mau bales pernyataan gue apa nggak ya. Jadi.... Sebenarnya gue suka lo udah dari lama, bahkan sebelum lo pindah ke sekolah kita"
"Dari lama? Sebelum pindah ke SMA?"
"Iya vi, jadi gimana?"
"Tapi, gimana caranya lo bisa tau gue?"
"Mungkin itu rahasia garis takdir"
Gue masih bingung apa yang di maksud Jonathan. But, gue harus ngejawab apa yang dia utarain ke gue. "Emm... sebenarnya gue bingung ngomongnya gimana ya, jadi maaf kalo rada belibet. Jujur, firts impresion gue ke elo tuh kayak orang yang ga ngerti apa itu cinta. Dan gue juga denger dari orang-orang kalau lo itu dingin dan susah di deketin, dan gue juga ngerasa apa yang diomongin anak-anak tentang lo itu bener. Dan entah kenapa belakang ini, kayak sikap lo ke gue agak beda dari yang lain. Sebenarnya, gue gamau ke ge-eran soal itu, jadi gue gamau ambil pusing. Tapi semakin waktu berjalan sikap lo semakin ramah dan baik ke gue. Jadi gue bingung, sebenarnya lo itu kenapa. Jujur kalo di omong nyaman, gue nyaman sama lo. Tapi gue gatau kata nyaman itu berarti suka atau hanya sekedar nyaman. Kadang juga gue ngerasa kalo kita udah kenal lama."
"Jujur gue seneng waktu lo ngomong, kalo lo nyaman sama gue. Dan mungkin ada benarnya kalau kita udah kenal lama. Jadi jawaban lo gimana?
"Iya"
"Iya gimana?" Katanya sambil menggoda vionna.
"Iya, iya gue mau nerima lo"
"Makasih ya" makasih udah nerima gue dan semoga tidak ada lagi yang mengusik ketenangan kita lagi -imbuhnya Namun hanya terucap di batinnya
"Nggak di minum?" Tanya Jonathan sambil menunjuk latte di depan gadis itu.
"Lo nggak makan? Atau pesen gitu? "
"Nggak, udah kenyang tadi makan di rumah dan ngga terlalu suka menunya"
"Ouh, sebenarnya gapapa tau milih cafe yang lo suka juga. Tapi gue seneng banget sama dekorasi cafenya elegan gitu, makasih ya"
"Eh kok masih manggil lo gue sih"
"Trus?"
"Kalau boleh sih. pake aku-kamu "
"Okelah. Not bad juga" Jawabnya dengan nada agak canggung akan satu permintaan Jonathan tersebut.
23.00
"Akhirnya bulan purnama sudah memunculkan sinarnya. Aku tak ingin kehilangannya lagi untuk kali kedua"
––Vionna pov
Gue hanya melihat dan memandangi langit malam yang indah ini di balkon. Memandangi ciptaannya adalah hal yang sangat istimewa. Kurang lebih setengah jam gue disini, gue memutuskan untuk kembali ke kamar dan segera menutup pintu balkon di susul dengan gorden.
"Lepas ga ya? Tapi kalau di lepas kayak sayang banget, tapi kalau ngga di lepas takutnya ngeganggu waktu gue tidur, arkhh lepas aja lah. Besok pakai lagi"
Gue pun melepaskan kalung pemberian Jonathan untuk bisa tidur dengan nyaman. Namun tanpa sengaja, tangan gue bersentuhan dengan liontin merah tersebut. Dan.....
"JESLYN INGET YA, LO GA AKAN BISA BERSATU DENGAN JONATHAN" Dann.....jlebb, sebuah pedang yang sangat amat tajam sudah menusuk di badan Jeslyn. Sayangnya pedang itu bukan pedang biasa, karena benda tajam itu memiliki beberapa tetes racun yang mematikan di setiap sisi tajamnya.
"AAAAAARKKHHHHHH"
Kepala gw rasanya jadi pusing banget setelah itu dan rasanya kayak mau pecah aja.
• •
Ada apa ini? Kenapa? Siapa dia? Apa hubungannya dengan Jonathan dan... Siapa jeslyn. Semua pertanyaan ini masih menjadi teka teki di pikiran gue
"Ahh udahlah, nggak usah di pikirin"
"Tapi orang yang ngebunuh jeslyn seperti tidak asing(?)"
Vionna pov end––
Keesokan harinya
Gue ke sekolah sekarang ga naik ojol lagi ataupun di anterin bang kevin. Ya hari ini Jonathan mau kesini buat anterin gue dan pastinya juga dia, ke sekolah.
"Dekk makan dulu"
"Iya ma, sebentar"
Dan setelah selesai siap-siap buat ke sekolah, gue pun turun buat makan. Tak lupa gue juga menggunakan kalung pemberian Jonathan.
"Selamat pagiiiii maa, paa dan abang biadab kuh"
"Dihhhh, elo kali yang biadab"
"Kenapa kamu kok keliatannya seneng banget?"
"Gw curiga nih, pasti ada apa apa"
"Apaan, ga ada apa-apa tuh"
"Eh loh, lo beli kalung?"
"Enggak, udahlah vio mau makan dulu laper nih"
Selang sepuluh menit, suara notifikasi dengan anggunnya menghiasi ponsel vionna dan membuat benda pipih tersebut bergetar.
Jonatan: aku udah sampe depan rumah kamu
"Mah pah vionna berangkat ya"
"Berangkat sama siapa lo? Emang ada yang mau nebengin elo? "
"Temen, adaa ye. Jangan sotoy lo"
"Terserah lo, sono pergi hushh hushh"
"Ribet emang ngomong sama hewan, ma pa vionna berangkat dulu ya" Kata gw sambil salim ke bonyok
• •
"Dah lama nunggunya?" Tanya gw sambil masuk mobil Jonathan.
"Enggak kok, eh siapa itu?"
"Mana?"
"Itu yang sembunyi di balik jendela deket pot"
Vionna langsung membuka kaca mobil Jhonatan dan....