6.ENAM⏳

30K 2.6K 69
                                        

"BU BOSS" teriak mereka yang ada di basecam bersamaan. Lia hanya menyengir polos mendengarnya.

"wah bu Bos udah baikan , kok kita kaga di kasih kabar" ucap Tino

"iya nih. Tapi bentar deh...kok kayak ada yang beda" ucap Rizal

"Lo kali yang beda, hidung Lo noh ketinggalan di panci" sahut Novan

"ngeri njirr...maksud gue penampilan bu Bos itu lho beda dari biasanya" ucap Rizal

"iya njng baru nggeh gue" ucap Tino

Jadi Adelia yang dulu itu tidak suka warna lain selain hitam-putih, tapi jangan samain orang pantomim:v

Dulu Adelia terlihat sangar tapi sekarang Adelia terlihat imut. Itu yang dipikirkan mereka.

"bu Bos ngomong dong, masa tadi tadi kita nyrocos terus gak di bales capek tau-" ucap Rizal

"Nama kalian siapa ya?" tanya Lia memotong omongan Rizal, sontak ucapan Lia membuat mereka semua mematung seketika kecuali Novan yang menahan tawanya saat Lia bertanya sambil mengerjab polos.

"wah bu Bos bercanda ini pasti" tebak Rizal

"iya. masa kagak inget sih?" ucap Tino

Lia menggeleng kepalanya sebagai jawaban. Membuat Novan meledakkan tawanya.

"bwahaha...sukurin. Lo pada emang pantes dilupain" ucap Novan

"wah...ngajak gelut nih anak" ucap Rizal kepada Novan yang masih tertawa

Novan langsung menghentikan tawanya lalu menatap Rizal dengan tajam.

"apa Lo?emang berani sama Gue?" ucap Novan dengan nada menantang

"kaga elah. Gue cuma bercanda" ucap Rizal cepat sambil mengangkat dua jarinya

Tentu saja Rizal akan kalah jika ber adu jotos dengan Novan. Novan belajar bela diri. Novan juga pernah memenangkan kompetisi bela diri international. Sedangkan Rizal bisa bela diri karena kebiasaan

"emang bu Bos inget sama Novan?" tanya Tino mengabaikan perdebatan Rizal dan Novan

"iya" Lia mengangguk

"gue masih gak percaya" ucap Bayu yang sedari tadi diam menatap Lia dengan tatapan tak percaya

"Lia amnesia gara-gara kecelakaan kemarin" bukan Lia yang berucap tetapi Novan yang sudah membawa kertas dari rumah sakit dan menunjukkan kepada Bayu yang lain pun ikut melihat. Itu kertas yang Lia perlihatkan tadi saat Novan di mansion nya.

"ya udah kita kenalan lagi aja gimana?" tanya Rizal kepada Lia dan dijawab anggukan lagi, Kali ini Lia mengangguk antusias.

"nama gue ANTONIO WILLIAM, panggil aja Tino" Tino yang tidak tahan dengan kepolosan Lia pun mencubit dengan gemas. "gemesin njerr...gak kaya dulu, kalo gitu percaya gue" Tino melepas cubitannya karna melihat Lia meringis

"nama aa' RIZAL ADI UTOMO. Biasa dipanggil Rizal. Kalo untuk Lia cantik, panggilnya sayang juga boleh"
Setelah Tino, Rizal maju kedepan Lia lalu mengelus pipi Lia yang memerah karna dicubit Tino, namun segera di tepis Novan

"modus Lo" celetuk Novan

"terserah gue lah" sunggut Rizal

Sepertinya mereka berdua tidak pernah akur. Oke next...

"gue BAYU TRI KUSUMA, panggilan Bayu" Bayu mengusap pucuk rambut Lia

"Lia kenalan lagi nggak?" tanya Lia

"kagak usah, toh mereka udah kenal" ucap Novan yang diangguki Rizal dan Tino.

Mereka pun duduk sembari memakan makanan yang dibawa Novan dan Lia. Lia meminum susu kotaknya yang dibeli bersamaan dengan makanan tadi. Lia duduk diantara Novan dan Bayu. Sebenarnya anggota DEMON itu banyak. Tapi mereka sedang sibuk masing-masing. Hampir semua anggotanya sekolah SMA, yang lain masih SMP. Dan juga anggota Demon 80% Yatim-piatu, 20% broken home.

•§~§~§•

Hari ini Lia sudah rapi dengan seragam barunya. Lia langsung menuju ruang makan.

"good morning all" sapa Lia dengan ceria

"morning" serentak mereka menjawab

"kamu mau sarapan apa?" tanya Kevin lembut

"Lia mau sandwich aja" jawab Lia. Kevin meletakkan sandwich di piring dan memberikannya kepada Lia, Lia dengan senang memakannya.

"loh Lia kok gak di tawarin minum?" tanya Lia

"iya tuh bang Kevin jahat bener dah" ucap Cakra. Untung Kevin sabar, Kevin tersenyum kearah Raka, tapi tanpa diketahui Kevin tersenyum mengerikan. Lia yang melihat itupun merinding seketika. Selain IQ, Lia juga mempunyai EQ yang tinggi.

"Lia gak usah dengerin mereka, Lia mau minum apa?" tanya Raka

"susu coklat" jawab Lia dengan cepat

Raka pun segera membuat dan memberikannya kepada Lia. Lia langsung meminumnya.

Setelah selesai Daniel dan Alvin lansung ke kantor. Kevin dan Cakra pergi ke kampus. Raka dan Leo juga ke sekolah, namun sebelum berangkat bertanya kepada Lia

"kamu gakpapa nih kami ditinggal?" tanya Raka kepada Lia

"iywa bwang Rwakwa swamwa Lweo dwuluan ajwa" ucap Lia yang masih mengunyah sandwich nya, pipinya juga menggembung. Raka dan Leo terkekeh kemudian mengusap kepala Lia dan mencium pipi Lia secara bergantian.

Sekarang tinggal Lia dan Bagas. suasana menjadi canggung. Dengan cepat Lia memakan sandwich yang tinggal sepotong. Karna terburu-buru Lia jadi tersedak. Dengan cepat Bagas memberikan susu kepada Lia dan disahut Lia karna ia tak mau mati konyol untuk kedua kalinya.

"gak usah cepet-cepet!!, nanti kalo Lo mati gimana?!, nyusahin aja jadi orang!!" dumel Bagas mengusap tekuk Lia dengan wajah khawatir

Lia bergeming memandang Bagas takjub, karena ini pertama kalinya Bagas berbicara banyak dan lihat wajah khawatirnya itu
Oh My God!!! Kesurupan apa lagi abang ketiganya itu. Begitulah apa yang dipikirkan Lia saat ini.

Karena seingatnya dulu Bagas tidak akan berbicara lebih dari 5 kata. Kalau lebih dari itu pasti saat berbicara bersama sang bunda. Bagas yang sadar apa yang barusan ia lakukan dan yang ia katakan pun menetralkan wajahnya menjadi datar kembali lalu segera menuju ke lift.

Lia yang melihatnya itu tak bisa mencegah mulutnya yang menganga. 'Apaan itu. tadi aja wajahnya khawatir minta dicolok, sekarang malah wajah datar minta ditabok' batinnya  meringis.

Lia tak memikirkan lebih jauh. Ia segera menghabiskan susunya dan langsung berangkat karna didepan sudah ditunggu para human minta recehan. Siapa lagi kalau bukan sahabat Adelia. Lia menuju garasi dan mengambil motornya. Eits...bukan motor yang digunakan Adelia saat kecelakaan lho ya. Ingat!!! Kalau keluarga Lia itu kaya, jadi mereka mempunyai motor dan mobil lebih dari satu.

Lalu Lia menghampiri temannya dan langsung kena semprot (bukan semprot air lho guys😭)

"Lo yakin mau naik motor sendiri?" tanya Novan

"Lia mending boncengan sama aa' aja" ucap Rizal

"nanti kalo kenapa-napa kan berabe" ucap Tino

"mending Lia bonceng" ucap Bayu

"gakpapa kok, sendiri, Lia juga udah sembuh, jadi kalian jangan khawatir" ucap Lia dan langsung menjalankan motornya, ia malas berdebat hari ini.

Mereka hanya bisa pasrah dengan ke_keras kepala_an Lia yang tak berubah itu.

TRANSMIGRASI ADHELIACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang