Sedari tadi Lia terus-menerus menguap sambil menatap tumpukan kertas di depannya. Lia sekarang berada di kantor setelah pulang dari sekolah. Lia beralasan main bersama Novan dan akan pulang malam.
Sebenarnya keluarga Lia keberatan apalagi Leo. Namun karna rengekan dari Lia mereka dengan berat hati mengizinkan.
"Ha...Ha...Ha...Ha..."
Tiba-tiba Lia tertawa mengingat nasib abangnya Raka kemarin saat pulang dari puncak. Raka harus membawa barang bawaan mereka bertujuh dan tentunya sangat banyak. Daniel yang menyuruhnya. Padahal para maid dan bodyguard sangat banyak.
"Astagfirullah Yaampun Lia kesambet!" Pekik Sena, seketaris Lia.
"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar." Sena berdoa dengan khusyu.
"kak Sena mau makan?" tanya Lia dengan polos.
Sena langsung menghentikan doanya lalu meringis malu karna menyadari ia salah doa.
Sena berdehem. "Enggak kok, emang Lia udah lapar?" tanya Sena
Memang saat sedang berdua mereka tidak membatasi interaksi yang nonformal.
"iya!" Lia mengangguk semangat. Ia sangat lapar karna mengurus berkas yang terlampau banyak. Sekarang juga sudah waktunya makan siang.
"mau makan diluar atau kakak pesankan?" tanya Sena kembali
"dikafe dekat sini aja kak" jawab Lia yang sudah meminum susu kotaknya.
Sena mengangguk kemudian membereskan berkas-berkas yang berantakan. Lalu menggandeng Lia keluar ruangan yang bertuliskan "BOS ROOM" itu.
Sepanjang perjalanan menuju lobby Lia tersenyum dan membalas sapaan dari para karyawannya. Karyawan disana terpekik gemas melihat pipi Lia yang gembul namun mereka hanya bisa menggigit pipi bagian dalam masing-masing karna tidak ingin mengambil resiko.
Sena dan para karyawan sudah mengetahui bahwa bosnya sempat kecelakaan dan mengalami amnesia. Berita tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyoroti bibit keluarga terkaya kedua itu.
Tenang saja para karyawan di perusahaan AD Company sudah disuruh untuk tutup mulut tentang bos mereka. Pada saat melamar diperusahaan ini mereka akan diseleksi dengan ketat. Sehingga menghasilkan karyawan yang cerdas, cekatan dan menghindari adanya penghianatan.
Saat sudah sampai dicaffe Lia melihat seseorang yang familiar. Tapi tenang. Sekarang Lia tahu nama seseorang itu dan Lia langsung menghampiri diikuti Sena dengan ekspresi khawatir. Dikarenakan sekarang mereka sedang dipinggir jalan yang ramai sekali kendaraan yang berlalu lalang.
"KAK BAYU" panggil Lia sambil melambaikan tangannya.
Sena akhirnya bisa menghela napas lega karena sudah sampai didepan kafe.
Bayu yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh kemudian mematikan sambungan teleponnya.
"Lia kok disini, sama siapa?" tanya Bayu
Sena yang tak terima kehadirannya ditiadakan pun protes "Heh! Gak liat apa, ada orang disini!"
"Oh" ucap Bayu yang singkat, padat, dan jelas.
"Dasar tripleks" umpat Sena yang sudah gemas ingin menampol wajah lempeng Bayu–sayangnya tampan itu.
"kakak-kakak udah ya berantemnya Lia lapar mau makan" lerai Lia sebelum terjadi pertempuran.
Mereka bertiga masuk ke kafe. Pelayan dan pelanggan dikafe salah paham mengira mereka bertiga adalah keluarga yang harmonis. Bayu yang gagah dan tampan, Sena yang cantik dan anggun, dan terakhir Lia seperti anak sd yang menggemaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI ADHELIA
FantasyAdhelia Maisandra. Gadis Polos,baik,manja yang mendambakan kasih sayang seorang kakak kini harus meregang nyawa di tangan kakaknya sendiri. Ia kira akan bertemu dengan sang pecipta dan berkumpul bersama ayah yang mendahuluinya. Namun malah bertransm...
