Happy reading~
.
.
.Sakusa Kiyoomi, bungsu dari dua bersaudara dan juga top three ace di Jepang. Menyukai sesuatu yang manis, kemenangan dan tentu saja kebersihan. Pria dengan mole ganda di pelipis, rambut ikal dengan warna gelap yang memiliki kepribadian tertutup, tidak suka berada di keramaian, anti skinship, dan tatapan mata bak elang yang seringkali membuatnya dicap sebagai pria dingin yang tak tersentuh. Namun jika mengenal lebih dekat, Kiyoomi tidak seburuk itu. Kecuali anti skinship, karena ketakutan patologis terhadap infeksi, kuman, bakteri, atau mudah merasa jijik pada hal yang bersifat kotor-sebut saja Germaphobia-membuatnya sangat membatasi kontak fisik dengan orang lain.
Menghela napas, Kiyoomi merebahkan tubuhnya. Menutup kedua mata dengan lengan, kembali mempertimbangkan keputusannya untuk kembali atau tidak. Setelah kejadian tersedak beberapa hari lalu di kedai Osamu, Kiyoomi terus memikirkan perkataan Osamu sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing.
"Datanglah kembali jika ada waktu luang." Osamu mengatakannya tepat sebelum kami meninggalkan kedainya. Tidak lupa senyum ramah, yang jika diperhatikan memang terlihat berbeda dengan Atsumu. Walaupun mereka kembar. Senyum milik Osamu terlihat lebih lembut dengan sorot mata sayu penuh keluguan. Berbanding terbalik dengan Atsumu yang memiliki senyum yang mampu membuat gadis-gadis berteriak keras meminta perhatian, sorot mata yang sama sayunya seperti Osamu namun tanpa ada kesan lugu di dalamnya. Entah benar atau tidak, tapi itu yang ditangkap oleh Kiyoomi.
"Tentu."
Sebenarnya dia ingin mencicipi makanan Osamu lagi, kemarin sempat mencoba membuat onigiri tapi hasilnya gagal. Tidak seenak buatan Osamu. Padahal dirinya sudah mengikuti petunjuk di internet. Menyerah dengan kebimbangannya, Kiyoomi bangkit dari tempat tidur, menyambar hoodie serta dompet dan handphonenya lalu segera keluar menuju kedai milik Osamu. Melupakan kalau langit telah menggelap.
•°•
Pria dengan marga Miya itu mengernyit ketika mendapatkan pesan dari saudaranya jika hari ini akan pulang terlambat. Bukan urusannya dia mau pulang atau tidak, jika tidak pulang berarti dia menginap di rumah rekannya. Sudah hafal di luar kepala kebiasaan seorang Miya Atsumu.
Samu, aku akan pulang lebih lambat nanti.
Ya.
Menutup handphone nya, Osamu melanjutkan acara 'mari membersihkan kedai' nya yang tertunda gara-gara Atsumu. Belum masuk jam tutup sebenarnya, masih kurang setengah jam lagi, tapi karena di luar terlihat mendung, lebih baik berberes sekarang saja. Saat sedang melepas apron, gesekan pintu terdengar membuat Osamu menoleh ke sumber suara.
"Maaf tapi kami akan segera tutup- eh? Sakusa-san?" Menutup pintu, Kiyoomi mengumpat dalam hati. 'bodoh, kenapa tidak melihat jam saat akan kesini.'
Osamu yang hanya mendapatkan keheningan, mengambil langkah maju mendekat pada Kiyoomi lantas menempelkan telapak tangannya ke dahi pemuda yang masih diam dan sedikit menundukkan kepalanya. Wajah yang memerah dan juga rambut sedikit basah, hal itulah yang membuat Osamu meletakkan telapak tangannya di dahi Kiyoomi. Apakah pria ini demam dan tetap menerobos hujan di luar?
"Kau sakit? Jaketmu sedikit basah, apakah sudah hujan di luar?" Tanpa melepas tangannya, Osamu bertanya sambil terus memperhatikan Kiyoomi. Sedangkan Kiyoomi? Hanya diam tentu saja.

KAMU SEDANG MEMBACA
trió̱n • sakuosa / sunaosa •
Fanfiction[ 1st ] - ON GOING Berawal dari ajakan Atsumu pada rekan setim nya di Black Jackals, pertemuan Kiyoomi dan Osamu, intensitas pertemuan keduanya sejak saat itu, serta Rintarou dan masa lalunya bersama Osamu. "kau tidak pernah berubah." "sudah kubilan...