Happy reading~
.
.
.
."jadi sudah jelas, 'kan?" Pemuda bersurai coklat yang berada di satu ruangan yang sama dengan penanya mengangguk.
"yah, keluarga Miya memang terkenal seperti itu, 'kan, kolot."
Ojiro Aran, menghela nafas. Sedikit bingung dengan keadaan saat ini. Kedatangannya ke kediaman Suna hanya untuk menjadi narasumber bagi anak pertama keluarga Suna itu sendiri, adik tingkatnya semasa sekolah menengah. Aran juga tidak mengerti, untuk apa Rintarou menanyakan perihal Miya. Belum ada titik terang apa tujuannya itu.
"Aku hanya pernah mencuri dengar, si kembar bahkan pernah diasingkan karena menentang perintah," Aran mengedikkan bahunya. "Hanya gosip yang dibawa angin lalu, tapi siapa yang tahu, mengingat ini adalah Miya."
Rintarou terkekeh. Menutup sebagian wajahnya dengan telapak tangan dan menunduk. Berbagai jalan bercabang memenuhi otaknya. Well, jalannya tidak akan mulus. Dan Rintarou tahu betul dengan fakta itu. Bahkan sebelum Aran memberitahu sekalipun.
"Mengejutkan, bukan? Siapa yang akan menyangka jika si kembar lahir dari keluarga yang sangat menyebalkan."
"Bukankah kau berteman dekat dengan mereka?" Ingat, mereka bertiga bahkan sering menghabiskan waktu bersama di rumah salah satunya. Itulah yang membuat Aran heran, mengapa Rintarou bertanya padanya. Namun bagi Rintarou, mengenal kedua orangtua masing-masing dan sering berkunjung belumlah cukup. Masih ada hal-hal yang belum ia ketahui.
"Kami dekat, tidak menjamin jika aku akan mengetahui semuanya, Aran."
Aran menyetujui, dia saja yang sudah mengenal si kembar sejak sekolah dasar masih terkejut jika mendengar satu dua gosip tentang mereka. Namun tetap saja Aran penasaran. Bagaimanapun juga ia tahu seperti apa kedekatan mereka bertiga dulu. Saling menempel setiap saat. Lalu sekarang Rintarou tiba-tiba menghubunginya dan mengatakan ingin mengetahui semua tentang Miya. Lalu renggangnya hubungan mereka, Aran masih dan akan selalu ingin tahu apa alasannya. Namun ia cukup tahu diri untuk tidak menanyakannya sekarang.
"Selama kami berteman dulu, tidak ada sesuatu yang aneh dengan mereka. Maksudku, semuanya tampak seperti normal-normal saja," Rintarou mengingat-ingat apa saja yang pernah ia lalui bersama Miya. "Tapi mungkin ada satu yang membuatku ragu." Bisik Rintarou setelahnya.
Dulu, selalu, setelah mereka menghabiskan waktu di luar, keesokannya entah Osamu atau Atsumu pasti akan ijin tidak mengikuti kelas. Jika ditanya pun, pasti hanya dijawab 'tidak tahu' . Sejujurnya bila itu Atsumu yang tidak datang, sebagian dari diri Rintarou akan bersorak gembira. Itu artinya waktunya bersama Osamu tidak akan ada yang mengganggu. Namun bila sebaliknya, Rintarou pasti akan berdebat dengan Atsumu, ingin menjenguk Osamu katanya saat itu. Tentu saja Atsumu tidak mengijinkan. Dan Rintarou tidak tahu alasannya. Namun sekarang ia mengerti, dan itu justru membuatnya semakin ingin bersama Osamu lagi.
"Aku tidak tahu ada masalah apa kau dan Miya, tapi ku harap bukan sesuatu yang besar," sebenarnya Aran ragu dengan perkataannya sendiri. Jika sampai seperti ini, jelas bukan sesuatu yang sepele, 'kan? "Kalau begitu aku pulang."
"Ah, ya. Terimakasih informasinya, Aran." Aran hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan kediaman Suna.
Aran membuang nafas sesaat setelah dirinya keluar dari kawanan Suna. "Bukan urusanku juga," Bisiknya disela-sela bibir yang mengapit sebatang nikotin.
•°•
R
intarou menumpu siku pada pahanya. Mata tajamnya berkilat memandang ke luar jendela. Tebakannya selama ini dikuatkan dengan apa yang baru saja Aran beritahu padanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
trió̱n • sakuosa / sunaosa •
Fanfiction[ 1st ] - ON GOING Berawal dari ajakan Atsumu pada rekan setim nya di Black Jackals, pertemuan Kiyoomi dan Osamu, intensitas pertemuan keduanya sejak saat itu, serta Rintarou dan masa lalunya bersama Osamu. "kau tidak pernah berubah." "sudah kubilan...