Sorry for typo
HAPPY READING
_______
"Jadi bagaimana, apa semuanya sudah aman?"
Itu adalah pertanyaan pertama yang jennie dengar ketika keluar dari ruang CEO Yang Hyun-suk. Tanpa ia duga ternyata ketiga membernya itu menunggu di depan ruangan yang sedari tadi jennie tempati.
Tanpa menjawab dengan kata, jennie hanya tersenyum tipis dan mengangguk. Tapi tentu itu membuat Jisoo, Rosé dan Lisa langsung berteriak senang tanpa bernafas lega.
"Ah jinjja, daebak. Kau selalu berhasil meluluhkan hati YG Sajangnim" ucap Lisa kagum.
Jangan pikirkan itu Jennie, serahkan semuanya pada Tuhan yang sudah mengatur jalannya hidupmu.
.
.
Flashback On
Juli 2017
Rasa lelah ditambah pikiran yang banyak membuat Jennie merasakan pusing yang tiga kali lipat lebih menyiksa. Setelah berminggu-minggu dihabiskan untuk promosi lagu baru diberbagai acara musik, kini barulah tiba saatnya untuk bisa beristirahat dari semua jadwalnya yang padat. Walaupun tidak seberapa waktu yang diberikan, tapi tetap saja bagi Jennie ini adalah waktu tepat untuknya bersantai bersama sang ibu dirumah, atau berbincang ringan dengan Jongin, sahabatnya.
Seperti sekarang, entah karena sudah terbiasa atau memang jennie yang lancang. Dia mendatangi rumah jongin yang ada tepat disebelah rumahnya, waktu sudah cukup malam sebenarnya tapi itu tidak masalah bagi jennie. Bahkan rumah ini sangat sepi dan hanya ada beberapa pelayan yang bekerja.
Ibu Jongin sedang mengurus bisnis restoran keluarga mereka diluar negeri, sejak kematian sang ayah membuat ibunya dan jongin bekerja lebih keras untuk mengurus Restoran itu, walau dibantu dengan paman Jongin yang notabenenya adalah adik dari ayahnya.
Kini, Jennie seorang diri di kamar jongin yang besar. Sebagian orang akan menganggapnya tidak sopan karena masuk kedalam kamar tanpa isinya si empunya kamar. Namun mereka sudah terbiasa akan hal itu, begitu pula Jongin yang sering melakukan hal yang sama saat berkunjung kerumah Jennie.
"huh, tumben sekali dia belum pulang jam segini? apakah sangat sibuk?" monolog jennie entah pada siapa,
Jam sudah menunjukkan pukul 23.45 KST. Sangat jarang lelaki itu pulang selarut ini, Apalagi Jongin adalah Mahasiswa akhir semester yang tengah sibuk-sibukhya tidak mungkin kan dia menghabiskan waktunya untuk bermain-main. Jennie dan jongin sendiri hanyalah sahabat pada umumnya yang saling mensupport, tidak terlihat pada keduanya rasa suka bahkan cinta seperti wanita dan laki-laki pada umumnya.
"Lebih baik aku pulang daripada harus menunggunya" gumam jennie karena tak kunjung mendapat tanda kalau lelaki itu akan pulang, ia pun bangkit untuk keluar dari kamar luas yang sudah hampir 4 jam ia huni itu. Tepat saat tangannya menyentuh knop pintu, Jongin muncul dihadapannya dengan penampilan yang berantakan dan, terlihat mabuk...
Ini adalah kali pertama jennie melihat Jongin seperti ini, karena setahunya lelaki itu sangat lemah dengan alkohol, lalu kenapa sekarang lelaki itu minum? apa dia sedang ditimpa masalah? bahkan nafas yang menerpa wajah jennie bisa tercium jelas bau alkohol yang memabukkan itu.
"Kau mabuk ya?" Pertanyaan macam apa itu? bahkan dia bisa mencium nafas jongin sedari tadi, yang hanya berjarak sekitar 30 senti dari tempatnya berdiri sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arctophile (End)
Fanfiction"Jika saja aku tidak mencintaimu, maka semuanya akan menjadi lebih mudah" -Kim Jennie "Hanya perlu tetap disisiku dan percayakan semuanya padaku, aku akan menjaga kalian" -Kim Jongin Apakah orang yang merusak mimpimu boleh dibiarkan masuk kedalam ke...
