Sorry for typo
HAPPY READING
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA EVERYBODY🤍
______
Suasana dapur yang tadi hening, seketika berubah ricuh karena jatuhnya jennie. Darah yang menghiasi kening jennie membuat mereka semua semakin dilanda rasa khawatir, apakah nona nya itu akan baik-baik saja atau tidak.
"panggil supir untuk mengangkat tubuh nona Jennie, kita harus membawanya kerumah sakit" Ucap bibi Son selaku pelayan tertua yang sedari dulu sudah ada dirumah ini.
"Tapi, tuan Jongin ada didepan"
bibi Son mengerutkan keningnya, siapa yang memberitahu lelaki itu? Jika tidak ada, kenapa dia datang disaat yang sangat tepat. Bolehkah kali ini dia menghiraukan perintah nona mudanya?
"biarkan dia masuk, kondisi nona jennie tidak akan baik-baik saja jika didiamkan seperti ini"
Pelayan muda itu pun mengangguk dan menuju pintu depan rumah yang masih tertutup untuk memberi akses masuk pada jongin. Lelaki itu sedikit berlari memasuki rumah jennie dan tiba cepat di dapur dengan perasaan yang sangat asing.
"Kenapa ini bisa terjadi?" Tanya Jongin sambil membalik tubuh jennie dan mulai membawanya kedalam gendongan.
Tidak menunggu jawaban dari siapapun, jongin langsung membawa tubuh lemas jennie ke rumah sakit dengan sangat berhati-hati.
Jongin membawa mobil itu dengan kecepatan diatas rata-rata, hingga tak butuh waktu lama mereka tiba dirumah sakit yang dituju. Lagi, Jongin kembali mengangkat tubuh jennie dan membawanya ke sebuah ruang Rawat, disana sudah ada Dokter Choi selaku dokter kepercayaan dari keluarga Jongin.
Menidurkan tubuh jennie diatas Brankar, dan ia langsung melihat gadis itu dikerubuni oleh para perawat yang siap memberikan penanganan pada Jennie. Jongin menjambak rambutnya frustasi melihat keadaan jennie, Untung sekali dirinya datang diwaktu yang tepat.
Tadi setelah menyuruh beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan jennie, ternyata dia melihat mobil manajer perempuan itu didepan rumah dan turunlah jennie dengan wajah yang lemas, iya jongin melihat bagaimana keadaan jennie ketika turun dari mobil. Itulah yang membawa dirinya datang tanpa memperdulikan para pelayan yang mungkin akan menolak kedatangannya dirumah itu.
"Tuan kim, bisakah kau ikut denganku?" Ucap Dokter lelaki yang baru saja menangani jennie, Jongin mengangguk dan mengikuti langkah lelaki itu menuju ruangannya.
"silahkan duduk"
"Saya ingin mengatakan soal ini, sepertinya sedikit serius. bisakah?"
"Katakan saja, apa yang terjadi? apa jennie mengalami luka serius?" dokter itu menggeleng, menarik nafas sebentar sebelum akhirnya berkata dengan pelan.
"Apa nona kim sedang mengandung?" Tegang, itulah yang jongin rasakan, tubuhnya menegang sempurna. Semua pikiran buruknya terjadi.
"Saya mendengar kehidupan lain dalam tubuh nona Kim, sepertinya kandunganya masih terlalu muda karena suara itu tidak jelas. Dan, Saya juga menyarankan untuk melakukan USG agar tahu kebenarannya, karena bisa jadi itu hanya kesalahan pada indera pendengaran saya" ucap dokter Choi dengan hati-hati, jelas saja dia takut jika itu adalah kesalahan. Karena dia tahu siapa jennie, Seorang idol yang tengah naik daun, bukankah sangat mustahil jika dia mengandung seorang bayi?
"lakukan itu, kumohon" ucap Jongin, dokter Choi mengangguk, dan langsung bersiap untuk melakukan perintah jongin bersama beberapa perawat. Jantung jongin benar-benar bekerja keras sekarang, dia berdoa jika semua ini adalah mimpi. Tapi bukankah itu tidak masuk akal?
KAMU SEDANG MEMBACA
Arctophile (End)
Fanfiction"Jika saja aku tidak mencintaimu, maka semuanya akan menjadi lebih mudah" -Kim Jennie "Hanya perlu tetap disisiku dan percayakan semuanya padaku, aku akan menjaga kalian" -Kim Jongin Apakah orang yang merusak mimpimu boleh dibiarkan masuk kedalam ke...
