Sorry for typo
HAPPY READING
NB: ini masih dalam Mode flashback ya gais, sampai ada tulisan flashback off.
______
Jennie keluar dari rumah jongin dengan air mata terjatuh deras, rasanya sangat kecewa a
dan marah pada keadaan. Dia tidak bisa menyalahkan dan melampiaskan seluruh amarahnya pada lelaki itu karena memang bukan seutuhnya kesalahan Jongin. Tapi dia sadar tidak akan pernah berani untuk menemui lelaki itu lagi.
Tak butuh waktu lama untuk sampai kerumah ia lamgsung mendatangi kamar sang ibu, kini jennie sudah menjatuhkan tubuh diatas ranjang, ia memeluk bantal milik sang ibu dengan sangat erat, menumpahkan kekecewaannya disana.
"eomma mianhae, aku mengecewakanmu. Aku telah melakukan kesalahan eomma, maafkan aku"
Setelah merasa lebih tenang Jennie memutuskan kembali menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah. Membuka knop pintu dengan perlahan, lalu matanya kembali memanas melihat isi dari ruangan itu.
Setiap sisi ruangan dipenuhi oleh boneka beruang dengan berbagai ukuran, itu semua adalah hadiah pemberian Jongin setiap kali Jennie ulang tahun, atau ketika jennie tengah merajuk padanya. Boneka beruang adalah salah satu kesukaan Jennie yang menjadi benda favorit jongin juga. Itulah mengapa Jongin selalu berhasil menyogok jennie hanya dengan boneka beruang berwarna coklat ketika ia tengah merajuk.
Berjalan masuk kedalam kamar dengan perasaan yang lagi-lagi entah harus ia bawa kemana. Semuanya terasa semu, abu-abu dan semua seolah berubah menjadi potongan kisah bahagia di masa lalunya. Semua boneka yang ada di hadapannya kini berubah menjadi kenangan, karena sepertinya dia tidak akan pernah menemui Jongin lagi.
"Apakah setelah Appa meninggalkanku, kini lelaki satu satunya yang aku percaya juga akan meninggalkan bekas yang menyakitkan dalam diriku?"
"Aku mencintainya, Tuhan. Bagaimana bisa aku harus mengubur rasa itu dengan tidak menemuinya lagi" Jennie runtuh, pertahanannya yang tadi berusaha baik-baik saja kini sudah tidak ada lagi
Dia terjatuh memeluk lututnya sambil terus mengingat semua kenangan indah bersama jongin yang pernah terjadi sejak pertama kali mereka bertemu.
Berbanding terbalik dengan Jongin yang saat ini tengah dalam perjalanan untuk menemui Sehun, wajahnya dipenuhi dengan gurat amarah dan penyesalan tentu saja. Ia tidak bisa berpikir jernih dengan memikirkan bahwa jennie akan baik-baik saja. Entah kenapa, dia selalu berpikiran bahwa perbuatannya semalam akan menghasilkan buah dalam tubuh jennie. Dia benar-benar yakin itu, dan jika itu benar terjadi Jongin yakin dia akan membenci dirinya sendiri, dia telah merusak mimpi gadis kecil yang selalu bercerita dengan ceria tentang apa yang ingin ia gapai dikemudian hari. Bagaimana sumringahnya jennie ketika bicara bahwa ia ingin menyembuhkan hagi sang ibu dan membawa wanita itu pergi keliling dunia demi bisa membahagiakannya.
Jongin benar-benar merusak mimpinya, maka ia adalah laki-laki paling jahat yang berhasil membunuh mental Jennie.
Mobilnya sudah berhenti didepan sebuah Apartemen yang menjadi tempat Sehun tinggal. Menutup pintu dengan kasar dan langsung menuju lift untuk menghampiri sahabat brengseknya itu.
Ting..
Pintu lift terbuka, Jongin langsung mencari keberadaan pintu apartemen Sehun dan menekan beberapa password yang sudah dia hafal diluar kepala itu. Karena terlalu sering dijadikan tempat kumpul, menjadikan apartemen Sehun seolah tempat bebas jamah bagi para sahabatnya yang lain.
Baru saja masuk, Jongin langsung menemui tubuh Sehun yang tengah duduk lemas di diatas kursi bar yang ada di dalam apartemennya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arctophile (End)
Fanfiction"Jika saja aku tidak mencintaimu, maka semuanya akan menjadi lebih mudah" -Kim Jennie "Hanya perlu tetap disisiku dan percayakan semuanya padaku, aku akan menjaga kalian" -Kim Jongin Apakah orang yang merusak mimpimu boleh dibiarkan masuk kedalam ke...
