"Pasti." Sarawat mengusap rambut Tine sambil tetap memeluknya.
"Apa ini, Wat?" Earn menghampiri kekasihnya yang sedang memeluk Tine.
Sarawat dan Tine pun kaget melihat Earn ada disana. Melihat mereka.
"Earn.... ku...." Sarawat terbata-bata, "Ku khot kord..."
"Jelasin semuanya, Wat! Se. Mu. A. Nya!" pinta Earn dengan wajah yang masih terkejut dan terpukul dengan apa yang sedang ia lihat.
"Aku menyukai Tine." jawab Sarawat yakin, "Aku menyukainya sejak pertama kami bertemu." Sarawat melihat Tine ragu-ragu, seolah meminta izin mengatakan semuanya.
Dilihatnya kedua mata Sarawat, "Lalu kau begitu saja melupakanku? Apa begitu mudahnya bagimu, Wat? Apa hubungan kita satu tahun lebih ini gak ada artinya buat kamu?"
Begitu melihat Earn menangis, Sarawat segera memegang kedua tangan Earn, "Aku minta maaf Earn. Perasaanku padamu selama ini tak pernah bohong. Aku menyayangimu, tapi aku tidak merasakan seperti yang aku rasakan pada Tine." Sarawat menoleh pada Tine.
"Aku minta maaf membuatmu jatuh padaku semakin dalam. Aku tidak pernah berniat menyakiti atau melukaimu Earn. Aku terlalu menyayangimu." lanjut Sarawat, "Aku tahu caraku salah. Tapi melihatmu dikecewakan pria lain membuatku ingin menjagamu." ujar Sarawat segera memeluk Earn.
Tangis Earn pun semakin pecah.
"Ku chop meung, Wat. Aku sayang banget sama kamu. Kenapa harus berakhir seperti ini? Apa salah aku?" Earn pun terisak di pelukan Sarawat.
"Kamu gak ada salah apa-apa. Aku hanya cowok idiot yang melepaskan kamu, Earn."
Perlahan Earn mulai meredam tangisnya dan melepas pelukan Sarawat.
"Kenapa gak kamu bilang ke aku, Wat? Aku cuma butuh kejujuranmu tanpa harus melihat ini semua dibelakangku. Kamu udah baik banget sama aku. Aku juga gak akan mau ngeliat kamu sedih apalagi terpaksa atas hubungan kita selama ini. Aku mau kamu bahagia. Dengan siapapun itu."
Sarawat hanya bisa mengelus lembut punggung Earn. Dia sedih karena menyakiti seseorang sebaik Earn.
*plak*
Sebuah pukulan keras mendarat di wajah Sarawat.
"Phi Mil....." ucap Tine terperangah.
"Itu untuk Earn. Karena kau berselingkuh darinya."
Mil memukul wajah Sarawat lagi, "dan itu dariku. Karena kau merebut kekasihku."
Tine menarik Mil yang penuh emosi, "Aku minta maaf, phi. Jangan memukulnya lagi. Aku tahu aku salah. Maafkan aku."
Dengan emosi yang masih memuncak, Mil bertanya pada Sarawat, "Aku hanya memintamu menjaganya di klub musik. Kenapa kau harus mengambilnya dariku?"
"Kalian kira aku tidak tahu yang kalian lakukan di parkiran malam itu? Kalian pasti berpikir aku bodoh karena mengira aku tidak tahu yang kalian lakukan dibelakangku." ucap Mil.
"Aku diam karena aku ingin berusaha tetap memilikimu, Tine. Aku akan melakukan apapun supaya kau tetap bersamaku."
"Tapi melihatmu menangis di cafe malam itu dan memelukku. Aku tahu kau terlalu menyukai Sarawat sampai itu menyakitimu melihat dia dengan kekasihnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Love so Pure ( Sarawat x Tine )
RomansaKurang apa sih Sarawat Gunthitanon. Ganteng gak usah ditanya, pintar standard sih, tajir juga standard, pacar udah perfect banget. Tapi kenapa masih pengen gebet anak fakultas Hukum, Tine Teepakorn.... kan jadi ribet urusan. Banyak huru-haranya. Yan...
