6

433 44 0
                                    

Jimin dan hyera kini sudah berada di arpatemen mereka, ayah hyera membelikannya sebagai bentuk hadiah dari pernikahan nya

"disini ada dua kamar, kita tidak mungkin tidur satu ranjang,aku akan memilih kamar itu" tunjuk hyera pintu berwarna putih

Jimin mengerti gadis itu belum terbiasa tidur seranjang dengan seorang pria

"baiklah kalau ada sesuatu panggil aku saja" jimin tersenyum kepada hyera, hyera pun mengangguk

Disinilah mereka dimasing masing kamar mereka

Hyera masih tidak percaya, diusia muda nya ia sudah menjadi seorang istri, tidak ada lagi yang membuat kan makanan untuknya, yang ada dia membuat makanan untuk suami nya

Suami? Rasanya sangat masih asing mendengar nama itu, mau gimana lagi, ini sudah takdir untuk nya

Sedangkan jimin, ia sudah memakai piyama kesayangan nya, kini ia berbaring diranjang menatap ke atas,masih tidak percaya bahwa gadis yang dulu ia ingin kan kini sudah menjadi istri nya,tersenyum bak orang gila

"aku akan berusaha melindungi mu dan membahagia kan mu hyera" jimin membenar kan posisi nya menghadap samping
"andai kau tidur sini bersama ku, tapi juga tidak apa apa,asal kau selalu bersama ku" jimin mengelus ranjang disebelah nya

*****
Pagi ini hyera akan memasak untuk diri nya dan jimin, ia memang pandai memasak tapi hanya beberapa makanan saja, dulu eomma nya pernah mengajarkan nya,dia masih ingat pesan dari eomma nya "perempuan itu harus pintar memasak untuk suami nya kelak" hari ini dia akan benar benar memasak untuk suami nya

Tap tap tap

Jimin turun dari tangga, melihat hyera sedang berkutik dengan peralatan dapur, tiba tiba bibir nya tertarik ke atas

"Kau sedang memasak" jimin duduk dimeja makan

"menurut mu" jawab hyera ketus

Jimin hanya tersenyum mendengar itu. "wah rasa nya tidak sabar mencoba masakan mu"

Hyera menghela nafas,menaruh makanan yang sudah dimasak nya tadi dihadapan jimin. "cobalah"

Jimin pun mengambil dan mencoba makanan yang dibuat istri nya itu, hanya makanan sederhana

Mata jimin mengerjap beberapa kali mencoba makanan hyera

"bagaimana" tanya hyera penasaran

"wah,daebak,ini sangat enak hyera kau memang pandai memasak" jimin menjawab dengan mata membinar

Hyera yang mendegar itu tersenyum lega. "ah benarkah, ini baru pertama kali aku mencoba nya"

"kau sudah cantik, pandai memasak pula" ucap jimin sambil memasukan makanan kemulutnya

Hyera yang mendapat pujian, pipi nya memanas, pasti kini pipi nya sudah sangat merah

Jimin yang melihat itu terkekeh melihat kegemasan istrinya, rasa nya ia ingin sekali menggoda nya. "kenapa pipi mu sangat merah hyera-ya" ucap jimin sambil menahan tawa

"Yak! Park jimin, makan lah cepat " hyera benar benar sudah malu

"hahahah baiklah-baiklah " ucap jimin tertawa

Mereka sekarang tidak masuk sekolah, ya ayah nya memberikan mereka cuti untuk istirahat

Hyera sedang menonton televisi, sangat bosan memang, tidak ada yang menarik untuk ditonton

"ah membosan kan sekali"

"kau mau jalan-jalan? " jimin datang dari dapur

Ide bagus, sekarang hyera juga sudah bosan didalam apartemen nya ini

"hem seterah mu saja" sebenarnya hyera ingin sekali,dia juga jarang berjalan jalan

"baiklah, ayo bersiap siap" jimin terkekeh meliat hyera

*****

Kini mereka sudah ada ditaman,hyera dan jimin sedang duduk di salah satu kursi ditaman ini,hyera sedari tadi melihat kedai ice cream tak jauh dari nya, ia ingin sekali, tapi tidak bisa, jika ia memakan ice cream ia pasti kesulitan bernafas

Dari kecil ia tidak bisa memakan makanan dingin itu,jika sekali aja ia memakan nya, berakhir lah dia diranjang rumah sakit

Jimin yang tau arah penglihatan hyera langsung membeli kan nya tanpa bertanya kepada hyera

Hyera yang melihat jimin beranjak hanya mengedik kan bahu,selagi jimin pergi ia hanya melihat beberapa anak kecil sedang bermain ditaman ini, ia rindu sewaktu kecil bisa bermain dengan orang tua nya, tanpa hyera sadari jimin sudah kembali membawa dua es cream ditangan nya

"untuk mu" jimin menyodorkan satu es cream untuk hyera, hyera hanya diam harus kah ia memakan nya, ia ingin sekali mencicipi es cream itu, persetan dengan resiko nya nanti, ia ingin sekali merasakan nya

"ah terima kasih" hyera mengambil es cream itu dari tangan jimin

Hening.

Masing masing mereka hanya menikmati es cream nya tanpa ada yang berbicara

Jimin melihat hyera memakan es cream bak anak kecil yang jarang dibelikan oleh orang tua nya, kini mata jimin tertuju dengan bibir hyera

Sial! Menggoda sekali, ingin sekali ia melahap bibir itu,tapi jimin tau batasan nya, ia tidak ingin membuat hyera membenci nya

******

"ah lelah sekali" mereka berdua baru saja menaiki wahana

"ini pertama kali nya aku bermain disini,selama ini aku hanya berdiam dirumah" ucap hyera sambil duduk disalah satu bangku taman

Jimin mengangguk, ia emang tau, hyera adalah adalah anak rumahan, maka dari itu ia mengajak istri nya itu untuk bersenang senang

*****
Mereka telah sampai diapartemen. Hyera langsung masuk ke kamar tanpa memperdulikan jimin

Jimin juga masuk ke kamar nya, ia lelah, segera ingin membersihkan tubuh nya yang sudah bau keringat

Hyera juga sudah bersih bersih, tapi sesaat ia ingin mendaratkan bokong nya diranjang, nafas nya tercekat,ia tidak bisa bernafas

"a-ah k-ke na pa i-ini,n-na f as k-ku" hyera sudah menduga ia pasti akan seperti ini, ia tidak tahan,segera ia keluar mengetok pintu jimin

"j-ji mm" panggil hyera kini ia benar benar tidak bernafas


love (PJM) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang