11

460 46 0
                                    

Sang matahari masuk melewati celah-celah jendela, membangunkan sang empu yang nyenyak dari tidur nya

"eunghh" hyera melenguh,mengerjapkan mata nya untuk menyesuai kan cahaya yang masuk kedalam retina nya

Ketika ia ingin beranjak, ada sepasang tangan kekar melingkar di perut nya, lantas menoleh kesamping, betapa terkejut nya ya melihat jimin tidur di samping nya

Ah ia lupa, bahwa ia yang menyuruh jimin untuk tidur bersama nya,ia tidak jadi beranjak memilih untuk melihat jimin tidur nyenyak disamping nya

Lucu sekali melihat jimin tidur, mata nya yang hilang, bibir nya yang mengerucut, persis seperti seorang bayi,hyera mengusap pipi jimin pelan

"sudah puas memandang wajah tampan ku ini" jimin membuka mata nya melihat hyera tengah gugup

"a-apa, kau percaya diri sekali, aku saja baru bangun" hyera berbohong menghindar tatapan jimin

Jimin terkekeh. "benarkah? Lantas siapa yang menyentuh wajah ku tadi"

"ah tadi ada nyamuk dipipi mu, ingin ku pukul tadi" hyera masih saja mengelak

"kau bilang, kau baru saja bangun" jimin menahan tawa nya

Hyera kegelapan. "aish, aku mau mandi, lepaskan jim" namun jimin tidak melepas kan hyera begitu saja

"kau tidak memberi ku morning kiss"
Jimin memanyunkan bibir nya

"tidak ada morning kiss, lepaskan aku" hyera berusaha memberontak

"kau tidak ingin mencium ku seperti tadi malam hm" jimin terkekeh

"aish, park jimin" hyera benar-benar malu, ia menutupi muka nya dengan telapak tangan

"jangan ditutup, aku tidak bisa melihat wajah cantik mu" jimin memegang tangan hyera supaya melepaskan dari wajah nya

"park jimin, berhenti menggoda ku"

Jimin tertawa. "baiklah-baiklah"

Dan jimin kali ini melepas kan hyera

*****

Sebentar lagi jimin dan hyera akan melaksana kan ujian sekolah

(author lupa kasi tau kalo hyera sama jimin itu sekarang kelas 12)

Pagi ini dirumah hyera sedang menikmati sarapan

"makan yang banyak sayang" eomma jimin meletakan ayam goreng dipiring hyera

Jimin yang melihat eomma nya lebih menyayangi hyera mengerucutkan bibir nya. "eomma aku ini juga anak mu, kenapa kau tidak memberi ku juga"

Benar-benar lucu. Hyera terkekeh melihat jimin seperti anak kecil

"aigo, kau bisa ambil sendiri jimin-ah" eomma jimin terkekeh

"menyebal kan" jimin melipatkan tangan nya

"kau tidak malu dengan istri mu eoh" kali ini tuan park berbicara

Jimin menoleh ke arah hyera yang sedang menertawa kan nya

"kenapa kau tertawa" hyera menggeleng

"aish!sudahlah cepat lah berangkat, nanti kalian terlambat" ucap eomma jimin

Jimin dan hyera pun pamit kepada orang tua jimin

*****

Sesampai nya disekolah, jimin dan hyera menjadi pusat perhatian

Bagaimana tidak, ini pertama kali nya ia pergi bersama, biasa nya menggunakan taxi atau bus

Jimin menautkan jemari nya dengan jemari hyera

"jimin-ah lepaskan" hyera berusaha melepaskan tautan itu

Bukan park jimin nama nya, kalau tidak mendengarkan, seolah-olah ia tuli

"Yak! Park jimin, kau membuat satu sekolah melihat kita"

Jimin menoleh. "biarkan saja, biar orang tau, kalau kau itu milik ku"

Hyera menggeram kesal

Tanpa mereka sadari.seseorang mengepalkan tangan nya

"ck. Jadi ini yang membuat mu berpaling jimin-shi. Tunggu saja nanti" seseorang itu tersenyum sinis

Ujian kini tengah selesai, jimin keluar terlebih dahulu, dan menyusul hyera dikelas nya

Mereka akan pulang ke apartemen nya, ia tidak lagi menginap dirumah lama hyera

Hari malam pun tiba, hyera sedang memasak untuk diri nya dan jimin.
Hyera terkejut saat merasakan sepasang tangan kekar melingkar ke perut nya

"jim lepaskan. Aku tidak bisa memasak"

"biar kan seperti ini sayang. Aku merindukan mu"

Hyera mematikan kompor lalu membalikan tubuh nya menghadap jimin, betapa terkejut nya ia ketika jarak ia dan jimin sangat dekat

Hyera mendorong jimin tapi tenaga nya kalah kuat dengan pria itu

"menyingkir lah jim"

"tidak sayang"

Jimin mendekat kan tubuh nya pada istri nya itu, hyera yang menyadari jarak ia dan jimin semakin dekat hanya mampu memejam kan mata nya

Dan bibir jimin dan bibir nya menempel. Hyera mencekram kaos yang dipakai jimin

Jimin semakin melumat bibir hyera, mendudukan hyera di meja makan

"eunghh" sialan suara latnat itu keluar dari mulut hyera

Jimin kini beralih pada leher hyera. Dan membuat tanda disana

"ahh j-jimin h-hentikannh" hyera benar benar tidak tahan

Hyera yang sudah terbuai dengan permainan jimin hanya pasrah

Jimin semakin gencar mencium hyera. Sampai lah ia didada hyera.lalu meremas nya

"ugh jim"

Jimin yang mendengar hyera mendesah benar benar sudah tidak tahan

"hyera aku sangat mengingkan mu malam ini" jimin menatap hyera

Hyera hanya diam, ia sebenar nya belum siap, tapi melihat jimin yang sedang menahan hasrat nya merasa bersalah

"hyera"

"lakukan jim" hyera tersenyum lalu. Mencium bibir pria itu

Lantas jimin membawa hyera kekamar nya dengan kaki hyera yang melingkar dipinggang jimin, jangan lupa tautan mereka belum terlepas

love (PJM) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang