13

450 39 0
                                    

Tidak terasa hyera dan jimin akan lulus sekolah. Seperti saat ini hyera dan jimin akan datang ke acara sekolah nya

Malam ini akan mengadakan kelulusan disekolah mereka

Jimin sedang menunggu hyera turun dari kamar nya. Ia sudah siap sedari tadi tinggal menunggu hyera

"ayo jim nanti kita bisa terlambat"

Jimin mendongakan kepala nya, ia terpana dengan kecantikan hyera malam ini. Benar-benar cantik

"park jimin! "

"a-ah iya. Kau sangat cantik malam ini" jimin mengecup bibir hyera sekilas

"Yak! Kau! " jimin terkekeh melihat hyera yang sedang merona

Mobil mewah dari jimin dan hyera sudah sampai disekolah nya. Mereka benar-benar serasi

Jimin merangkul pinggang hyera.

"jimin!tolong lepaskan.kau membuat kita jadi pusat perhatian

"biar kan saja. Biar mereka tau kalau kau itu milik ku" jimin menekan kan kata terakhir nya

"iya aku tau. tapi lepaskan ini. kau membuat ku risih"

Jimin tidak mendengarkan nya. Ia terus berjalan tepat sampai dimeja yang sudah disediakan

"ck. Bermesralah sepuas nya jimin. Kau sebentar lagi akan kehilangan kesayangan mu itu" gadis itu menyerangai

"kau masukan ini ke dalam gelas itu. Lalu kau berikan pada gadis yang duduk dimeja sana" gadis itu menunjuk meja dimana terdapat hyera dan jimin disana

"ini imbalan mu" yerin memberikan selembar kertas kepada pelayan itu.

"baik. Saya akan melaksanakan nya"

"bagus" hyerin melipatkan tangan nya didepan dada sambil tersenyum miring

"dalam hitungan menit gadis mu itu akan lenyap dari muka bumi ini" hyera tertawa

Sementara itu ada pemuda yang melihat secara diam-diam

"silahkan ini minuman nya" pelayan itu meletakan minuman biasa ke jimin dan minuman beracun ke hyera

"ah terima kasih"ucap jimin

Hyera mengambil minuman tadi lalu meminum nya. belum sempat ia meminum gelas itu sudah direbut dan dihempaskan oleh seseorang

"jangan minum itu! Didalam nya terdapat racun"

Semua orang menoleh ke sumber suara. Yerin yang melihat itu mengepal kan tangan nya lalu menghampiri mereka. Seolah-olah bukan dia lah pelaku nya

"ada apa ini" yerin datang

"kalian tau. Gadis ini sudah memberi racun didalam gelas itu" taehyung menunjuk yerin

Jimin dan hyera mata nya membola

"apa-apaan kau menuduh ku seperti itu" balas yerin tak terima

Taehyung tersenyum miring. "benar kah. Dengarkan ini!

Taehyung menunjukan rekaman yang diambil nya tadi saat yerin menyuruh pelayan untuk melakukan nya

"kau benar-benar licik yerin" ucap jimin"

Yerin marah,kesal,malu bercampur jadi satu. Diam-diam ia mengambil pisau yang ada dimeja. Dan hyera melihat itu

"jika aku tidak bisa memiliki jimin maka kau juga tidak bisa memiliki nya" bersamaan itu yerin mengacungkan pisau nya menghadap jimin

Bruk!

Hyera ambruk dalam pelukan jimin. ya hyera menyelamatkan jimin dari tusukan itu. Sehingga diri nya lah yang tertusuk

Jimin mematung melihat darah mengalir dari perut sang istri

"h-hyeraa! Bangun! " jimin benar-benar kalut

Setelah yerin menusuk hyera ia kabur. yang dikejar oleh taehyung dan lain nya.

"hey, bangun, aku disini cepat buka matamu" jimin sudah menangis

"hyera! "

"tolong cepat bawakan kerumah sakit"

Jimin menunggu hyera yang sedang ditangani oleh tenaga medis. ia kacau. Mata nya sudah sangat merah

"jimin-ah" eomma jimin datang dan menghampiri putra nya itu

Jimin memeluk sang eomma. "hyera eomma hyera.dia menyelamatkan ku"

"hyera akan baik-baik saja. Eomma tau dia kuat"

Pintu ruangan hyera terbuka dan keluar lah sosok dokter dan perawat

Jimin segera berdiri dan menghampiri sang dokter. "bagaimana keadaan istri saya dok"

"saat ini pasien mengalami kekurangan darah. tapi tidak usah khawatir stok darah dirumah sakit ini masih ada"

"sekarang pasien mengalami kritis akibat tusukan itu" lanjut dokter

Tubuh jimin melemas.

"apa saya bisa menjenguk nya" tanya eomma jimin

"tentu. tapi hanya satu orang saja yang boleh melihat.baiklah saya permisi" ucap dokter

"jimin-ah kau saja yang masuk" eomma jimin menepuk pundak jimin
dan dibalas dengan anggukan

Jimin masuk keruangan hyera. hati nya hancur sekali melihat sang istri ditubuh nya banyak sekali ditempeli dengan alat-alat medis

Jimin duduk disamping ranjang hyera. Mengenggam tangan dingin itu. "kenapa kau melakukan ini, seharusnya aku saja yang tertusuk waktu itu"

"bangun lah hm,kau tau aku sangat mencintai mu. Tolong buka mata mu" air mata jimin mengalir begitu saja

Seharus nya ia sebagai lelaki yang melindungi nya, kenapa malah ia yang terlindungi

"aku benar-benar pria brengsek yang tidak becus menjaga mu"

"kau boleh tidur,tapi aku tidak mengizinkan mu tidur terlalu lama" jimin mengecup punggung tangan hyera

love (PJM) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang