Tidak terasa, usia kandungan Emily sudah memasuki bulan ke 6 yaitu sekitar 27 minggu. Hubungan Emily dan David semakin hari juga semakin membaik. Walaupun David tidak selalu bisa nyambung dan mengerti apa yang Emily bahas, tetapi setidaknya dia selalu siaga berada di sisi Emily setiap harinya. Dia berusaha untuk fokus dan melakukan pekerjaannya sebaik mungkin ketika berada di kantor, dan ketika pulang ke rumah maka dia sepenuhnya adalah suami Emily yang sangat bisa diandalkan. David selalu rajin memberikan pijatan kepada Emily dikala badannya terasa pegal karena kehamilannya. Seperti saat ini, sepulang dari kantor sebelum David beristirahat, dia menyempatkan untuk memijat Emily.
"Sini aku pijitin kaki kamu.."
"Hmm? gausahlah.. lu juga kan capek kerja, istirahat sana.."
"Gakpapa, pokoknya kalau sudah dirumah aku siap siaga buat kalian berdua, udah siniin kaki kamu"
"Makasih ya papa kata dedeknya wkwkwkwk"
"Enak gak?"
"Enak, lu udah cocok jadi tukang pijat wkwkwk"
"Jadi tukang pijat kalian berdua gakpapalah hahaha"
"Gantian sini, lu gue pijitin"
"Gak usahlah kan aku gak hamil.."
"Udah gakpapa, kan lu juga udah capek seharian kerja di kantor, jarang-jarang nih gue baik sama lu, sini buruan!"
"Kayaknya ini bawaan dede ya, mamanya jadi baik wkwkwk"
"Buruan, sebelum gue berubah pikiran!"
"Iyaa..iya.. jangan galak-galak woiii.."
Emily mulai memijat David. Dia mulai memijat di kepala David, dan terasa sangat enak, tidak bisa dipungkiri tubuh David juga kelelahan selama ini. Hanya saja dia gengsi untuk menunjukkan dihadapan Emily. Lama-lama dia mulai rileks dan menikmati pijatan Emily. Ketika tangan Emily mulai sampai ke lehernya, David kaget dan merasa ada rasa aneh pada tubuhnya, tubuhnya mulai meremang karena leher merupakan bagian sensitif tubuh David. Sementara Emily masih santai sambil terus memijat David tanpa sadar kalau yang dipijatnya sudah panas dingin wkwkwk. David mulai gelisah, telinganya memerah dan bernafas tidak beraturan.
"Eugh.. cukup Em, cukup"
"Kenapa? Ga enak ya?"
"Eugh enggak, enak kok, cuma ituh.."
"Kuping lu kok merah? Salah pijat gue?"
"Enggak.. enggak, aku ke toilet dulu ya"
David langsung berlari ke toilet, takut tidak bisa mengendalikan diri. Ternyata leher adalah bagian yang sangat sensitif bagi David, apalagi kalau disentuh oleh wanita, maka itu akan menyalakan gairahnya secepat mungkin. David berjuang sendiri di toilet untuk menuntaskan hasratnya yang sudah dibangkitkan oleh Emily, sayangnya dia harus menuntaskannya sendirian wkwkwkwk. Emily mengira kalau David kebelet pipis hahaha.
"Kenapa sih? Kebelet pipis? Lama banget?"
"Enggak, leherku sensitif, kalau disentuh wanita bahaya, langsung deh"
"Uppss sowry, gue gak tau, trus lu di toilet habisss.... itu?"
"Iyalah, kamu udah mancing ya aku mesti keluarin, kamu juga gak mau kan kalau kita keluarin bersama? Wkwkwk"
"Apaan sih, ya gak mau lah!"
"Wkwkwkwk beneran gak mau?"
"Jangan macem-macem lu ya!!"
"Hahaha iya iya, gak mungkinlah kecuali kamu yang minta" David mencoba menggoda Emily.
"Awas lu sampai macem-macem!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Everyone Can Fall in Love
RomansaKisah seorang wanita berparas cantik bernama Emily Patrice Soedarjo, yang memiliki karir cemerlang serta keluarga terpandang yang sedang berada di jajaran pemerintahan, karena paksaan takdir harus menerima seorang pria perantau dari sumatera menjad...