Seperti hari biasanya, David bangun sekitar pukul 07.00 WIB, kemudian mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, untung saja jam di kantornya fleksibel jadi dia masih bisa santai untuk berangkat ke kantor. Sebelum berangkat, David membeli mie ayam di dekat kosannya untuk sarapan nanti di kantor.
"Haloooo gaisss.. morningggg, udah pada sarapan belum?" sapa David dengan heboh ketika sampai di kantor.
"Hoii Vid, sarapan apaan loe? bagi dong!" sahut Andre, teman setim David di kantor.
"Bawa mie ayam nih gue, beli di depan kosan, mau gak? bagi-bagi dah sini"
"Ntar lu malah kurang lagi, gue minta tolong OB aja dah buat beliin"
Suasana kerja di kantor seperti biasanya, masing-masing orang sibuk dengan pekerjaannya, ada yang sibuk sendiri dengan laptopnya, ada juga yang sibuk diskusi bersama tim. Berbeda halnya dengan David, dari luar terlihat dia sedang serius berkutat mendesain dengan laptopnya, padahal seringkali dia sedang mencuri-curi pandang dengan seorang gadis yang ada di meja seberang meja kerjanya.
"Woii ngeliatin siape lu hah?" kaget Andre.
"Kaget gue, astaga bangke loe Ndree!" jawab David dengan sedikit kesal dan takut suara Andre menarik perhatian orang-orang.
"WKWKWK habisnya lu bukannya kerja, malah bolak-balik lirik lirik ke meja seberang, kalo suka langsung dong nyatain sana"
"Berisik lu, suara lu juga ga usah pake toa kayak mau bagi sembako"
"Jadi gimana? kapan mau di gas poll?"
"Gas poll apaan woiii"
"HAHAHA Vid..Vid.. gue itu udah sering banget mergokin lu lirik-lirik ke Cyntia, lu pasti naksir kan sama dia?"
"Gak ada woiii.., udah skuy udah jam makan siang nih, laper gue" Ajak David mengalihkan pembicaraan dengan Andre.
David dan Andre pergi makan siang bersama di kantin yang ada di belakang gedung kantor mereka. Kebetulan teman-teman mereka yang lain pergi makan siang di mall, David dan Andre yang merupakan anak kost tentu ingin berhemat mengingat sekarang sudah tanggal tua.
David membuka topik pembicaraan, "Gimana menurut lu si Cyntia?, oke ngak?"
"HAHA tuh kan, lu sok gak mau ngaku, naksir kan lu sama dia?" Jawab Andre.
David segera menyelesaikan makannya, lalu segera menghabiskan es teh manis yang juga dipesannya. "Semenjak dia masuk tim Marketing, terus di tempatkan di ruangan kita, gue udah tertarik banget, menurut gue dia manis banget apalagi kalo lagi serius kerja HAHAHA"
Andre menonjok lengan David "Dasar lu, jadi selama ini kerjaan lu lama kelarnya karena mandangin si Cyntia?, tapi emang iya sih, menurut gue si Cyntia emang manis, andai gue belum punya pacar, gue deketin juga tuh"
"Woi woi, enak aja lu, target gue mau di embat juga" Kesal David.
"HAHA Santai Vid, bercanda kali gue, terus kapan lu mau gerak? ntar keburu di sikat sama yang lain."
"Kira-kira udah punya pacar belom ya dia? tapi dari yang gue pantau sih dia masih jomblo, di Instagramnya gak pernah posting foto laki" sambil menunjukkan akun instagram Cyntia yang sudah sering di pantau oleh David.
"Ya belum tentu juga, siapa tau dia memang gak suka pamer, ya lu pastiin aja coba deketin, liat gimana reaksi dia nantinya"
"Gitu ya, gue ajak pulang bareng kali ya?"
"Bisa, ya lu modus-modusin aja ngajakin dia, pokoknya usahain dia mau jalan sama lu, biar lu bisa korek-korek makin dalam wkwkwk"
"Wkwkwkwk tae lo, udah yuk sebats dulu udah mau jam 1 sekalian balik"
Jam 3 sore merupakan jam-jam kritis mulai mengantuk dan juga lapar, David mulai tidak fokus untuk bekerja, dia pun bergabung bergabung bersama teman-temannya yang lain yang sedang bermain game. Tiba-tiba Cyntia datang bergabung bersama mereka, yang ternyata juga sedang mengantuk.
"Gabung dong guys, lagi main game apasih?" tanya Cyntia.
"Eh Cyn, sini sini main ML doang biasa, lu main juga" tanya Anton.
"Enggak sih, gue gak tau main game, yaudah gue liatin lu aja deh, gue ngantuk banget". Tiba-tiba "Eh lu David kan?" tanya Cyntia pada David.
"Eh iya Cyn, gue David anak Desain, lu anak marketing kan?" balas David.
"Iya, gue masih seminggu di ruangan ini, jadi gue belum hafal banget semuanya, eh btw lu David yang follow gue di Instagram kan?"
Semua orang yang ada di ruangan itu bersorak kepada David "Wuuuu sa aee lu Vid Vid, gercep ya lu, gasspoll David jangan kasih kendor WKWKWK!!"
"Wkwkwkwk santai woii tenang... nanti Cyntianya kaborr. Iya itu gue gakpapa kan gue follow lu? gak ada yang marah?""HAHA ya gak papalah, santai aja kali"
Mereka melanjutkan bermain game sambil sesekali bercanda dan saling mengejek dan tertawa terbahak-bahak, semakin sore biasanya memang sudah sulit untuk fokus bekerja.
David pun serius menjalankan aksinya untuk mendekati Cyntia, banyak modus-modus yang sudah dilancarkannya untuk mendekati Cyntia yang ternyata masih single. Mulai mengajak jalan ketika weekend, pulang bareng dari kantor, ngajak makan bareng, dan tak jarang juga David datang ke rumah Cyntia untuk ngapel. Sejauh ini hubungan mereka berjalan lancar walaupun belum ada ikatan yang pasti.
David sudah merasa yakin dengan perasaannya terhadap Cyntia, dia merasa Cyntia juga memiliki perasaan yang sama dengan dia dilihat dari responnya selama ini, dan juga David merasa sangat cocok dengan Cyntia, dia merasa Cyntia selalu bisa menenangkannya dan tidak pernah marah akan kebiasaan-kebiasaan buruk David, dia merasa Cyntia selalu mendukungnya. David berencana untuk menyatakan perasaannya terhadap Cyntia, dia mengajaknya untuk dinner di restoran mahal. David sudah menabung untuk mempersiapkan semua ini.
Mereka sampai di restoran yang sudah di pesan David sebelumnya. Mereka terlihat sangat serasi dengan menggunakan pakaian formal yang cocok dengan restoran tersebut. Setelah mereka selesai makan sambil berbincang-bincang, David mulai ingin mengungkapkan niatnya.
"Cyntia.."
"mm? kenapa?"
"Eumm sebenarnya ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu, makanya juga aku ngajak kamu dinner kayak gini"
"Mau ngomong apa heum? penting banget ya kayaknya sampai kamu ngajak aku dinner fine dining gini?" sambil melap pinggiran bibir David yang ada menempel sisa makanan menggunakan jarinya.
"Makasih" senyum David dengan sangat lebar dan gemas. Sambil memegang tangan Cyntia, "Eum jadi aku mau nyatain perasaan aku sama kamu, kamu tau kan kita udah cukup lama juga pendekatan dan aku ngerasa udah nyaman banget sama kamu, jadi aku mau memperjelas hubungan kita, aku sayang sama kamu, kamu mau gak kalau hubungan kita lebih serius, kamu mau gak kalau kita pacaran?"
Pipi Cyntia memerah dan dia merasa malu tapi juga senang. "Mmmm.. aku udah nebak banget sih kamu, soalnya gak pernah kamu ngajakin aku fine dining gini wkwkwk" David menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hahaha santai Vid.. iya, aku juga ngerasain hal yang sama ke kamu, tapi aku kira kamu bakal gantungin aja gitu tanpa kejelasan"
"Hehe maaf ya, selama ini aku mau yakinin hatiku dulu, biar lebih siap, jadi kita resmi pacaran nih?" sambil mengedipkan mata ke Cyntia.
"Hahaha iyaa iyaa.. gausah genit gitu kamu huh"
"Kalau genitnya sama kamu gapapa dong sayang"
"Idihh idihhh udah manggil sayang ajaa"
"Iya dong, kan udah resmi pacaran, berarti sekarang aku sayangnya kamuu" ucap David sambil mencium tangan Cyntia.
"Ihh apaan sih, geli tau" ucap Cyntia sambil pipinya bersemu karena malu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Everyone Can Fall in Love
RomanceKisah seorang wanita berparas cantik bernama Emily Patrice Soedarjo, yang memiliki karir cemerlang serta keluarga terpandang yang sedang berada di jajaran pemerintahan, karena paksaan takdir harus menerima seorang pria perantau dari sumatera menjad...