8. Sebuah Kesalahan

49 4 0
                                    


Project yang sedang dikerjakan oleh Emily dan seluruh timnya akan segera berakhir. Semuanya berjalan dengan lancar dengan hasil yang bisa dibilang memuaskan. Emily mengajak semua timnya untuk party merayakan keberhasilan project mereka, dia ingin memberi rewards atas kerja keras timnya.

"Lo udah baca grup WA belum? malam minggu besok kita diajak party sama Emily" seru Andre dengan penuh semangat.

"Hah serius lo? kita semua?"

"Iya kita yang ada di tim event, katanya untuk merayakan kesuksesan project kita, jadi dia mau ngajakin party gitu wkwkwkwk"

"Gilaaaa asik banget, gak nyangka Emily anak party juga wkwkwk, gue jadi gak sabar nunggu malam minggu"

"Hahahah karena kita belum kenal lama aja jadinya gatau gimana dalemannya wkwkwk Yaudah makan siang yuk, udah laper nih gue"

"Bangke, yaudah skuy"

Sewaktu makan siang di kantin, David tidak sengaja melihat Cyntia sedang makan dengan seorang pria. David penasaran, siapa pria yang sedang makan dengan Cyntia dan kenapa mereka hanya berduaan saja, tapi mengingat mereka sudah tidak memiliki hubungan lagi, David mencoba untuk tidak memperdulikannya, mungkin itu hanya rekan kerjanya, David meyakinkan dirinya.

Sore hari sepulang kerja, David melaju dengan motornya di jalanan, dan tanpa sengaja dia melihat Cyntia berada di satu mobil bersama seorang pria, kaca mobil yang cukup tembus pandang membuat David dengan mudah bisa melihat kedua orang didalam mobil tersebut. David terus mencoba untuk selalu berdekatan dengan mobil itu. Sampai kemudian ada lampu merah yang menyuruh mereka untuk berhenti, dan betapa terkejutnya David ketika melihat Cyntia bergelayut manja di lengan pria itu, dan pria itu adalah pria yang sama yang David lihat sewaktu di kantin makan bersama dengan Cyntia, dan yang makin membuat David terkejut, ketika tiba-tiba Cyntia mengecup dengan manja pipi pria itu. Nyesss David tiba-tiba merasa seperti ada yang menghantam dadanya dengan kencang. 

Sesampainya di kamar kost, David segera mandi untuk meredakan amarahnya. Dia merasa sangat kecewa dengan Cyntia, bisa-bisanya dia sudah bermesraan dengan pria lain sementara hubungan mereka baru berakhir selama seminggu. Pantas saja Cyntia bisa bersikap biasa saja ketika bertemu dengan David di kantor ternyata dia sudah memiliki pengganti. Sungguh mengejutkan bagi David, dia benar-benar tidak menyangka Cyntia berbuat demikian. Pikiran negatif pun menghampiri David, jangan-jangan selama ini Cyntia sudah bermain dibelakangnya apalagi David sangat sibuk sehingga tidak pernah memantau Cyntia. Tidak mungkin dalam seminggu Cyntia langsung bisa move on dan dapat pacar baru kalau bukan dari sebelum-sebelumnya dia sudah ada main dibelakang. "Ah Cyntia brengsek" teriak David dengan penuh emosi.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, disinilah mereka, Emily beserta semua anggota timnya yang sudah bekerja keras. Emily menyewa 1 ruangan private khusus untuk mereka bisa bersenang-senang. Berbeda dengan semua yang sangat semangat untuk bersenang-senang David hanya duduk diam tidak bergairah.

"Lo kenapa sih bro? lemas banget kita kan mau partehhh" tanya Andre pada David.

Akhirnya David menceritakan kepada Andre semua kekesalannya pada Cyntia dan juga semua kecurigaannya.

"Yaudah bro, ikhlasin aja.. berarti semakin kuat alasan lu untuk segera move on dari Cyntia, gak ada lagi yang perlu lu ingat dari dia, mending sekarang kita senang-senang, ngapain lu ngabisin waktu untuk bersedih buat seseorang yang udah nyakitin lu, come on bro" Andre mencoba untuk menyemangati David.

"Benar juga lu, ngapain gue pusing-pusing mikirin dia, mending kita party, kita kan udah nunggu banget buat malam ini, Arggghhhh let's go party" David kembali bangkit dan bersemangat.

Sudah 2 jam berlalu, semua orang yang diruangan itu bersenang-senang, mereka menari-nari menikmati lagu yang dimainkan oleh DJ sambil minum sebanyak yang mereka mau. Mumpung semuanya di traktir oleh Emily, tidak ada yang rela menyia-nyiakannya. Akan tetapi tidak dengan Emily, dia hanya duduk manis dan meminum jus sambil tetap memainkan tab nya, ternyata dia masih berkutat dengan pekerjaannya yang tidak berkesudahan. Dia memang tidak terlalu suka ke bar apalagi party seperti ini, dia hanya mengikuti apa yang diinginkan anak-anaknya (tim nya) sebagai reward akan kerja keras mereka. Dia duduk sambil sesekali mengawasi kalau-kalau ada anaknya yang sudah kelewat batas.

David sudah minum alkohol cukup banyak, tetapi dia masih sadar, dan tiba-tiba dia melihat Emily yang duduk manis sambil sibuk dengan tab nya, kemudian dia tersenyum penuh makna. Sebenarnya dia sangat ingin mengajak Emily untuk ikut bersenang-senang sambil menari dengan mereka, tetapi dia tidak memiliki keberanian.

Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 WIB, Emily merasa ini sudah cukup, dia juga melihat sudah cukup banyak yang tumbang, daripada nanti lebih repot. Dia bilang kepada asistennya untuk segera mengakhiri acara tersebut. Emily memang mengajak asistennya untuk bisa mengawasi semua anak-anaknya. Setelah pesta diakhiri, semua anggotanya dikumpulkan  oleh Emily dan dia pun memberikan arahan. "Wah kayaknya udah banyak yang tumbang nih, kebanyakan minum, kita akhiri aja ya udah kemalaman juga takut nanti jadi bahaya, kayaknya banyak yang gak bisa pulang sendiri ya ini?"

"Iya mba Emily, udah banyak yang tumbang, kayaknya bahaya kalo dibiarin sendiri" balas asistennya.

"Yaudah kita bagi-bagi aja, gimana?"

"Saya bisa bawa mereka mba, kebetulan tadi udah janjian mau nginap bareng aja pulang dari sini" jawab seorang yang bernama Surdi.

"Oh bagus deh, semuanya bisa muat di mobil kamu?"

"Bisa kok mba, eh tapi Mas Andre dan Mas David saya gak tahu tempat tinggalnya mba, tadi juga mereka gak ikut janjian"

"Andre biar sama saya aja mba, kebetulan rumah kita deketan, saya bisa sekalian anterin dia" jawab asisten Emily yang ternyata kenal dengan Andre.

"Okay okay, berarti tinggal David ya, gak ada yang tau ya dia tinggal dimana?" Emily bertanya, dan semua orang yang berada disana menggelengkan kepala.

"Yaudah yaudah, biar saya aja yang bawa David nanti bisa diuruslah diantar kemana, biar gak kemalaman juga, kita langsung cabut aja yuk"

Mereka saling membantu untuk memapah teman-teman mereka yang sudah hangover, David dibantu untuk dimasukkan ke dalam mobil Emily, dan semua sudah berangkat menuju tujuan masing-masing. Sekarang Emily kebingungan harus kemana membawa David, sebenarnya tadi dia sama sekali tidak ada ide, tetapi daripada semakin malam yang lain akan kasihan dan tidak mungkin juga dia meninggalkan David disana sendiri karena dialah yang bertanggung jawab akan semua yang ada di acara itu, sehingga dia memutuskan untuk membawa David dengannya.

David benar-benar hangover parah, untungnya dia tipe yang kalau mabuk diam dan tidur bukan yang meracau tidak jelas. Emily memutuskan untuk membawa David ke apartemennya karena dia tidak ada ide lagi, tidak mungkin dia membawa pulang ke rumahnya, bisa-bisa dia dipecat sebagai anak oleh orangtuanya. Toh apartemennya juga kosong tidak ada yang menempati, Emily berencana mengantarkan David kesana lalu dia akan pulang kerumahnya. Sesampainya di apartemen, Emily minta tolong pada security yang sudah cukup mengenalnya untuk membantu membopong David, karena jujur saja dia tidak kuat membopong badan David yang cukup besar dan berat.

David ditidurkan di kasur salah satu kamar di apartemen tersebut, Emily mengucapkan terimakasih kepada bapak security yang telah membantunya sambil mengantarkannya ke pintu depan. Emily kembali ke kamar yang ditempati David untuk mengambil tas yang tadi dia letakkan diatas nakas untuk kemudian pulang kembali ke rumahnya.

Emily melihat David sebentar, lalu dia mengambil tas yang terletak diatas nakas dan akan segera pergi. Tiba-tiba saja tangan David menahan tangan Emily..

"David? lu kok bangun? tidur lagi aja, udah aman kok, lu udah di apartemen gue.." Ucap Emily sambil berusaha melepaskan tangan David.

Everyone Can Fall in LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang