20. Menjaga Nama Baik

38 3 0
                                    

David mulai terbiasa dengan rutinitas kesehariannya selama berada di kantor. Bisnis Yusuf yang dipegang oleh David adalah Galeri Seni, berhubung background David adalah bidang seni sehingga masih relate dengan apa yang dia kerjakan saat ini, walaupun dia lebih banyak mengurusi di bagian bisnisnya.

Tidak semua yang dikerjakan oleh David selalu berjalan lancar. Awalnya David mencoba menjalankan idenya dengan mencari seniman-seniman yang masih tergolong baru dan belum terlalu banyak dikenal oleh orang banyak untuk karya mereka dipamerkan di galeri seni yang David kelola. Ternyata diluar dugaan David, dia malah ditipu oleh seniman abal-abal yang menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaanya. Sialnya lagi, David lah yang bertanggung jawab penuh dalam proyek ini tanpa dia terlebih dahulu berkonsultasi dengan orang-orang yang lebih berpengalaman di perusahaan itu. Masalah ini sudah sampai kepada Yusuf, David tinggal menunggu waktu untuk dihabisi oleh papa mertuanya itu.

David pergi ke bar untuk sejenak menghilangkan penat sebelum dia akan menghadapi papa mertuanya, padahal sebelumnya David tidak pernah pergi ke bar seberat apapun masalah yang dia hadapi. Ternyata menjadi menantu orang "penting" tidaklah mudah untuk dijalani walaupun secara finansial tidak akan pernah kekurangan. Benar kata orang, semakin kaya hidup seseorang, semakin besar pula masalah yang dihadapinya. David minum sangat banyak dan sudah mabuk berat. David terlibat perkelahian dengan sesama pengunjung bar yang juga sedang mabuk, karena sudah sama-sama mabuk mereka menjadi emosi dan lost control. Tanpa David sadari banyak yang memperhatikan dan merekam kejadian tersebut untuk kemudian disebar ke dunia maya, entah untuk apa tujuannya.

Perkelahian itu akhirnya bisa diakhiri dan diselesaikan dengan damai oleh asisten Yusuf yang kebetulan saat kejadian menghubungi David, sehingga tahu dimana posisi David saat itu. David diantarkan pulang ke rumahnya, keadaannya saat itu sangat mengenaskan.

"Ya ampun mas David, kenapa bisa begini?" si mbok kaget dan panik ketika membuka pintu rumah.

"Tolongin mbok, bantuin saya bawa ke kamarnya David"

"Iya ayo mas, saya bantuin, non Emily juga ada di kamar" David langsung dibawa ke kamarnya.

"Loh David, kenapa dia?" Emily kaget melihat kondisi David ketika dibawa ke dalam kamar.

Emily sedikit kesal mendengar cerita kalau David mabuk dan membuat keributan dengan berkelahi di bar. Bisa-bisanya dia pergi ke bar dan mabuk-mabukan sepulang kerja, apa karena sekarang dia sudah menjadi bos jadi mainnya ke bar. Sementara David langsung terlelap sampai pagi karena sudah mabuk berat dan terlalu lelah. Bangun-bangun David merasa kepalanya sangat pusing dan juga badannya terasa sakit semua. Dia mencoba bangun dan duduk sambil bersandar di kepala kasur.

"Aduhh sakit.. " David mengeluh sambil memegang kepalanya.

"Sekarang sakit? kemarin waktu minum gak sakit?" Emily membalas dengan ketus.

"Emily? loh aku udah di rumah? gimana caranya aku pulang semalam?"

"Dianterin sama asisten papa, lu kok bisa-bisanya mabuk dan berantem di bar?"

"Hah? emang iya?"

"Hufttt makanya kalau gak sanggup minum gak usah gaya-gayaan minum!"

"Maaf, kemaren aku cuma mau buang penat aja"

"Udah sana mandi, biar itu luka-luka lu diobatin"

Karena sedang weekend, Emily dan David tidak berencana untuk pergi keluar rumah. Yusuf pun sedang ada di rumah, dan dia ingin menghabiskan waktunya bersama keluarga di rumah.

Tok.. tok.. tok..

"Permisi non Emily"

"Iya, kenapa mbok? masuk aja gak dikunci"

"Permisi non, non dan mas David sudah ditunggu bapak di ruang keluarga, katanya ada yang mau dibicarakan non"

"Oh okay mbok, bentar lagi kita turun, makasih ya.."

"papa manggil kita, ada apa ya?"

"Habis deh aku" David langsung tahu apa yang akan dibahas oleh mertuanya

"Kenapa emang? lu buat masalah apa?"

"Udah yuk turun, dengerin dari papa aja"

Tebakan David pun tidak meleset. Yusuf marah besar karena kesalahan yang David lakukan di perusahaan. Kerugian yang tidak sedikit membuat Yusuf sangat marah, dan yang paling membuat Yusuf marah adalah kejadian mabuknya David dan berkelahi di bar. Ternyata videonya sudah tersebar luas di dunia maya, dan tidak sedikit yang mengenali David sebagai menantu seorang Yusuf. Bahkan David sempat masuk berita ke akun gossip dengan Headline "Menantu Yusuf Hakim Soedarjo mabuk dan memukul orang di bar" , tetapi berkat power dari Yusuf berita itupun akhirnya diturunkan. David hanya diam tertunduk, dia tidak tahu harus menjawab apa karena semua yang dikatakan oleh Yusuf 100% benar dan dialah yang bersalah sepenuhnya.

"Maaf pah, David hanya bisa bilang maaf, lain kali David akan lebih hati-hati lagi"

"Bilang maaf memang gampang, kamu papa masukkan ke perusahaan itu bukan untuk bikin bangkrut, kalaupun belum mampu ya setidaknya belajar dulu jangan langsung sok pintar mengambil keputusan"

"Iya pah, maaf"

"Kamu sadar gak nama siapa yang kamu pegang sekarang? saya gak mau reputasi saya rusak hanya karena kamu yang bukan siapa-siapa, ngerti?"

"Iya pah, David ngerti.."

"Anak saya saja tidak pernah buat masalah yang mempermalukan saya begini, ini kamu yang orang asing malah buat keributan"

"Udah pah udah, David juga udah minta maaf kan, lagian namanya juga dia masih belajar" Emily merasa kasihan dengan David, dan mencoba menenangkan papanya.

"Iya pah, jangan terlalu keras lah, semua ini baru buat David gak semudah itu dia bisa beradaptasi" Diana juga mencoba membela David karena kasihan.

"Gakpapa mah, David memang salah besar, ini akan jadi pembelajaran buat David untuk kedepannya bisa lebih baik lagi"

"Yaudah kalian balik ke kamar aja, istirahat sana" Diana menyuruh David dan Emily untuk beristirahat.

-------

"Maafin ya kalau omongan papa terlalu menyakitkan"

"Hmm? gakpapa kok, lagian aku juga pantaslah disemprot begitu, kesalahanku fatal banget"

"Iya, tapi gak seharusnya bahasanya begitu, gue jadi gak enak sama lu"

"Udah gakpapa, santai aja.. :)"

"Mau keluar ngak? buang penat?"

"Mau kemana?"

"Ke mall yukk, temenin gue shopping!"

"Yaudah boleh, yuk!"

David dan Emily menghabiskan waktu mereka di mall. David dengan setia mendampingi Emily dari satu toko ke toko yang lain, memang wanita kalau sudah belanja gak ada capeknya. Mereka juga pergi melihat perlengkapan bayi dan membelinya hanya karena lucu, padahal kandungan Emily juga masih 5 bulan. Mereka terlihat seperti sepasang suami istri sungguhan yang sangat serasi. Emily sudah mulai terbiasa dengan keberadaan David, dia juga lelah kalau harus selalu bertengkar sehingga dia mulai berusaha untuk baik terhadap David karena bagaimanapun juga David adalah papa dari calon anaknya. Sementara David sudah jatuh cinta kepada Emily yang entah sejak kapan, dia tidak menyadarinya.

Everyone Can Fall in LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang