Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
─✎ o3.oo wib
salam kenal semua, ini Tara. seorang perempuan muda yang tumbuh bersama Ayah. sosok Ibu pergi sewaktu Tara berusia 5 tahun karena, kecelakaan yang dialami mereka saat ke luar kota. Ayah sendiri harus kehilangan fungsi kedua kakinya dan harus terduduk diatas kursi roda setiap harinya. tapi, aku bersyukur Tuhan belum membawa Ayah pergi seperti Ibu dulu. kisah hidupku tidak semenarik anak perempuan diluar sana yang dapat bermain dengan bebas dan menikmati masa muda mereka dengan banyak memori menyenangkan. bangun dipagi hari, membantu Ayah membersihkan tubuhnya dikamar mandi, membuat sarapan dengan bahan makanan seadanya, disambung pergi belajar ke sekolah, dan bekerja serabutan sewaktu pulang sekolah. lalu dua hari libur seperti sabtu dan minggu aku habiskan untuk membantu para tetangga untuk membersihkan rumah dan pekarangan mereka. atau mengerjakan apa yang mereka minta. ya mau bagaimana lagi usia ku belum legal jadi, susah untuk mencari pekerjaan setidaknya dengan gaji bernilai rata-rata. tidak ada kata libur untukku, aku tau itu. kalau hanya menghabiskan akhir pekan dengan berjalan-jalan atau sekedar bersantai, itu sama halnya dengan membunuh mimpi ku untuk lanjut bersekolah sampai ke universitas. Ayah sendiri yang sering mengatakan bahwa pendidikan adalah segalanya, dengan kepandaian kamu dapat mengubah dunia. yang dulunya dianggap lemah bisa saja menjadi yang terkuat jika sudah mengenyam pendidikan dengan baik dan punya banyak ilmu yang mumpuni. bahkan ayah yang sudah terduduk lemah diatas kursi roda, masih berusaha belajar dari sekitar dan mencoba bekerja seadanya. yang aku tau dari kehidupanku selama belasan tahun ini. ada banyak hal yang kujalani dan berbagai hal yang kupelajari setiap harinya. salah satunya adalah tentang patah dan tumbuh. banyak sekali orang-orang disekitar yang pergi meninggalkanku untuk waktu yang lama. saat kecil aku tidak tau setelah tidur, lalu menjadi pucat mereka akan dibawa kemana. Ayah bilang saat giliran Ibu tiba lebih dulu, Ibu dijemput pulang oleh Tuhan karena, Ibu adalah orang baik dan dilain waktu kami dapat kembali bertemu dan berkumpul seperti dahulu. tapi, dewasa ini aku makin mengerti tentang pola kehidupan. sedikit yang aku ingin tinggalkan untuk kalian adalah, kalian akan terus tumbuh. jangan takut dengan kehidupan yang terus berjalan, setiap waktunya ada yang datang dan pergi. polanya terus berulang, siap atau tidak mereka didekat kalian juga nantinya akan pergi. mungkin dengan cara dan waktu berbeda untuk meninggalkan kalian. jadi, hargai selagi mereka ada begitu mereka pergi penyesalanmu tidaklah berarti.