o9. Tinus ( side )

191 43 13
                                        

--lagi, untuk kesekian kalinya aku jatuh. kembali terbaring diranjang putih. dengan bau obat-obatan khasnya menyeruak didalam ruangan.

malu sekali kenapa harus pingsan didepan orang yang disuka. setelah menyampaikan isi hati padanya. kemudian jatuh.

pilu sekaligus malu, takkan terlupa.

ah iya apa kabar dengan kalian? aku harap kalian selalu berkabar baik saat disapa. dimanapun kalian berada. bukan tersenyum padahal tengah menyimpan banyak luka.

mungkin masih banyak yang bertanya-tanya tentang penyakit yang aku idap ini. Tumor Wilms atau nefroblastoma. merupakan, jenis tumor ginjal yang menyerang tubuhku sejak usia 3 tahun.

orang tuaku sudah cukup sigap. begitu mengetahui anak laki-lakinya ini sakit. mereka tidak segan membawaku ke rumah sakit secara berkala.

membawaku pergi terapi. menghiburku kala merasa sepi. sampai aku jadi, dewasa seperti ini.

awalnya memang menyerang satu ginjal saja. kemudian aku melakukan banyak pengobatan juga terapi. lalu dinyatakan sembuh walau tidak pulih secara total, masih banyak hal yang dibatasi sewaktu itu.

sampai akhirnya kini dua ginjal milikku habis dirusak tumor ganas ini. aku akan menjalani tidur panjang setelah ini. kemoterapi.

begitu yang aku dengar dari dokter dan para perawat yang bergantian masuk ke sini. masih terdengar asing nama penyakit ini ditelinga kalian. mengingat tidak banyak orang yang mengidap penyakit ini.

bahkan aku sendiri masih tidak percaya. kalau aku merupakan salah satu orang. yang mengidap penyakit langka ini.

sedih sekali bukan? aku yang awalnya dibanggakan orang tua. karena, menjadi anak laki-laki pertama mereka. diberi banyak harapan untuk meneruskan usaha keluarga.

kini hanya bisa terbaring lemah, tak punya daya. dibatasi segala hal dan aktivitas. aku pun tidak bisa lagi bertemu Tara.

sudah satu minggu aku ada disini. aku rindu kembali pergi beribadah ke gereja. berkeliling taman kota lalu berbincang dengan Tara.

puan yang mengisi bagian kosong dihatiku.

aku pernah bersekolah layaknya anak-anak seusiaku dulu. satu tahun aku bersekolah bersama para remaja. belajar, bermain, juga melakukan hal-hal lainnya bersama.

aku salah satu murid yang disukai para guru karena kecerdasan yang aku punya. dan tak sedikit siswi disana. temanku juga cukup banyak.

tapi, sama halnya dengan semakin tinggi suatu pohon maka makin kencang angin yang mengusiknya.

begitu pula denganku. mulai saat itu banyak sekali rumor tentangku disekolah. mulai dari nilai tinggi yang kuperoleh lewat cara kotor, aku yang dikenal sebagai perundung, juga hal-hal licik yang dibuat oleh mereka yang membenci kehadiranku.

bagaimana bisa aku mencontek kalau kuhabiskan waktu dirumah untuk belajar banyak hal baru. perundung? untuk apa aku tidak sejahat itu.

lagipun sewaktu itu pertama kalinya aku bersekolah dilingkup publik berbeda dengan awalnya yang hanya belajar bersama tutor dirumah. aku tidak akan merundung atau menyakiti orang lain. karena, jelas tau aku pun merasa sakit pada tubuhku ini.

dan ya kondisi kesehatanku kembali menurun. terlalu banyak daftar hadirku yang kosong dalam satu semester. Ayah memutuskan untuk mengeluarkanku dari sekolah menengah pertama.

aku kembali ke rumah. menjadi remaja yang kesepian. hidup dipenuhi banyak aturan serta larangan.

bisa dibilang hanya Adik perempuanku lah yang menjadi teman sekaligus sahabat. juga tempat bercerita. walau aku tau ia belum mengerti tentang penyakit yang aku idap ini.

tidak pernah tau berapa banyak masalah yang kusembunyikan dari keluargaku sendiri.

"siap untuk pengobatan final ini Tinus?," -sapa seorang pria berpakaian putih padaku.

"aku siap dokter!," -balasku semangat.

iya, ini pengobatan terakhir yang akan aku lakukan. kemoterapi jadi, salah satu jalan keluar terakhir untuk penyakitku yang sudah sangat parah ini. kutekan sekali lagi, terakhir.

"bagus kalau begitu! kita akan melakukannya sebentar lagi. semoga setelah ini kamu dapat kembali beraktivitas layaknya remaja dewasa diluaran sana. selalu semangat Tinus," -ujar dokter itu padaku.

"terima kasih banyak dokter," -tanggapku tersenyum ke arahnya.

ranjang putih yang menjadi alas tubuhku digiring keluar dari ruang rawat inap. berpindah ke ruangan yang sudah disiapkan khusus dengan segala fasilitas didalamnya. sebagai ruangan kemoterapi nanti.

setelah ini kabar baik ataupun buruk yang terdengar. aku tidak akan melakukan pengobatan lagi. berhasil atau tidak, ini kali pertama sekaligus terakhir aku akan melakukan pengobatan seperti ini.

kalau berhasil maka harapan ku untuk melanjutkan hidup menjadi kembali menyala. namun, kalau kali ini gagal. aku harap Tuhan kembali berbaik hati.

memberi waktu satu tahun untuk aku mengisi kehidupanku dengan banyak hal yang berharga. bersama orang-orang yang kusayang. menjadi suatu memori, sebelum nantinya aku benar pergi.

untuk kalian diluaran sana yang masih dapat beraktivitas normal. mungkin lelah dengan banyaknya tugas sekolah ataupun banyaknya pekerjaan. yang harus cepat diselesaikan.

tidak apa, aku hanya ingin mengatakan selalu bersyukur ya. kalian hanya lelah butuh luangkan waktu untuk istirahat. sebentar.

jangan terus mengeluh. banyak orang yang ingin punya rutinitas seperti kalian tapi, terhalang oleh kesehatannya. beruntung untuk kalian yang masih diberi nikmat kesehatan oleh Tuhan.

untuk itu tetap bersyukur dengan apa yang kalian dapat ya, sampai jumpa lagi dilain waktu.

___
tbc,

gone days ( hwangshin )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang