15. gone

196 42 17
                                        

—pagi ini Tinus benar pergi. tapi, sepanjang jalan yang ku lewati. semua masih dapat beraktivitas dengan normal.

semua masih tertawa, bekerja, dan menjalani semua hal seperti biasanya. seakan hanya aku yang merasa sedih dan terpukul didunia tepatnya dikota ini. akan kepergian orang yang kusayangi.

sama halnya saat kepergian mendiang ibu dulu. saat itu aku ikut mengantarnya ke makam, disepanjang jalan aku melihat mereka masih berbahagia, berlalu lalang dalam kesibukkan mereka.

dan hanya aku juga mungkin ayah yang merasa dunia jadi kelabu, tidak berwarna seperti dulu.

benar, seberapa banyakpun kesedihan yang dipunya. meskipun luka lamamu belum mengering sempurna. semesta masih punya banyak kejutan tak terduga lainnya.

dan mereka diluaran sana. tidak akan perduli dengan dirimu. karena, mereka sendiri punya banyak rahasia besar dalam kehidupannya.

ia meninggalkan kami tepat dihari Minggu. dini hari tadi, aku menerima panggilan telepon dari Ayah Tinus. aku sangat terkejut akan kabar kepergiannya itu.

pukul lima pagi tadi aku sudah berada dikediaman keluarga, Tinus. ramai sekali kendaraan mewah terpakir rapih dihalaman luas kediaman mereka. rangkaian bunga, pakaian hitam, wajah asing hilir mudik kutemui.

Ayah Tinus nampak tabah sekali, entah mungkin ia menyembunyikan kesedihan dibalik wajah tegasnya itu. sedangkan, Ibu Tinus nampak lemas dan pucat disamping peti berisi tubuh pucat Tinus. sedari aku datang, Luna berada dalam gendonganku.

tubuh kecilnya pucat dan dingin, terlihat sekali ia sangat bersedih akan kepergian kakak laki-lakinya. wajahnya memerah basah, menangis sedari tadi. mungkin kelelahan ia sempat tertidur sebentar tadi.

aku sendiri tidak tau harus berekpresi bagaimana. sedih, kalut, kecewa, marah, semua bercampur jadi satu. masih banyak rencana kami yang belum terlaksana.

tapi, nyatanya dia malah meninggalkanku. memang manusia hanya bisa merancang rencana. sisanya diatur pencipta dengan bantuan semesta didalamnya.

proses ibadah hari ini jadi, lebih panjang. upacara pemakaman sahabatku, Tinus. dilakukan digereja yang biasa kami gunakan untuk beribadah bersama.

wajah pucat, tubuh kurus tinggi itu, meninggalkan kami dengan wajah tersenyum teduh. dibalut setelan jas hitam. beristirahat didalam peti mati berwarna putih.

upacara pemakaman selesai, doa dan ucapan bela sungkawa untuk Tinus. bergantian datang dari setiap jemaat serta keluarga yang hadir. Ibunya sempat pingsan tadi, aku tau betul pasti sangat berat menerima kenyataan kalau kami kehilangan sosok yang disayang.

"Kakak!," -seru Luna menangis, digendongkanku.

melihat peti putih berisikan tubuh pucat, Tinus. dimasukkan ke dalam liang lahatnya. tanah mulai ditimbun diatas peti miliknya.

aku ikut menangis dengan memeluk erat tubuh mungil, Luna. kedua kalinya aku melihat langsung, orang yang aku sayang pergi untuk selamanya. Ibuku, Tinus, lantas siapa lagi setelah ini? apa diriku sendiri?











































prosesi pemakaman selesai, siang ini aku menjaga Luna. meninggalkan Ayahku dirumah sendiri. aku sudah izin pada Ayah kalau akan pulang terlambat hari ini, dan beliau mengizinkannya.

"Luna, tidak boleh menangis terus. nanti Kak Tinus, ikut sedih disana. kita kirim doa untuknya saja ya," -ujarku menenangkan Luna yang masih terisak dipelukku.

"apa nanti kita akan bertemu Kakakku lagi? dia kan sudah tinggal terpisah dibawah tanah sana," -komentarnya menggosok mata basah memerahnya.

aku menarik pelan tangan kecilnya, bisa iritasi kalau terus digosok begitu. menghembuskan napasku perlahan. kemudian, berbicara dengan bahasa mudah dimengerti balita seusia Luna.

"Luna, Kakakmu sekarang ini memang tertidur sangat lama. terkubur dibawah tanah tapi, dia masih ada disekeliling kita. jiwanya ada diatas sana," -ucapku menunjuk ke arah langit.

"maksudnya?," -tanya Luna tak mengerti.

"apa Luna pernah melihat serial kartun, tentang dunia peri ditelevisi?," -ceritaku mencoba menggunakan bahasa yang dimengerti olehnya.

ia mengangguk semangat, tersenyum kecil. baiklah, aku mulai memasuki dunia yang sama dengannya. akan lebih mudah maksudku tersampaikan padanya.

"dunia peri itu indah bukan? selain Ibu peri, ada banyak jenis peri lainnya disana. misalnya peri laki-laki, sekarang Kak Tinus jadi salah satu dari mereka. ia tidak terlihat tapi, masih bisa terasa keadannya bersama kita disini. peri itu kebanyakan punya sifat baik dan menyenangkan, benar begitu? artinya Kak Tinus orang yang baik. sekarang ini ia hidup didunia peri, setiap malam pasti akan mengunjungi dan menemani Luna. supaya tidur Luna nyenyak juga mendapat mimpi indah. jadi, tidak boleh terus bersedih ya," -tuturku bercerita padanya.

"benarkah? berarti Kak Tinus itu pangeran didunia peri, Kak Tara adalag putri. kalau Luna, adiknya pangeran peri ya? haha," -celotehnya terkekeh senang padaku.

"iya, benar sekali!," -balasku tersenyum merapihkan surainya.

tidak apa, hari ini dia harus kehilangan Kakak laki-lakinya. tapi, senyum dan semangatnya tidak boleh hilang terlarut dalam kesedihan. biarlah ia tertipu dengan ceritaku.

balita seusianya masih harus punya semangat hidup yang tinggi. aku tidak akan membiarkan pahitnya realita. menghancurkan ekspektasi yang ia buat didunia kecilnya.

teruntuk Tinus, terima kasih telah mewarnai kehidupanku tiga tahun terakhir ini. terima kasih telah mau berteman dan berbagi cerita denganku. terima kasih banyak, sudah menyemangati diriku yang hampir hilang asa ini.

365 hari yang kita habiskan bersama, melakukan segala hal yang telah kita rancang berdua. menulis, mendengarkan lagu, berbagi cerita. pergi ke tempat yang disuka.

dari semua hal menyenangkan itu. poin utama, yang tak akan aku lupakan dari dirimu. semangat dalam menjalani hidup, juga pentingnya menghargai waktu serta pemberian Tuhan pada diri sendiri.

berkat dirimu aku yakin akan mewujudkan mimpi besarku. perkenalan kita memang tidak direncanakan, pertemuan juga selalu tak terduga. tapi, kehadiranmu benar berarti untukku.

terima kasih. kisah kita memang singkat. tapi, akan selalu teringat.


tbc,

gone days ( hwangshin )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang