Pertemuan yang terjadi memang terkadang tidak kita inginkan, tapi jika memang takdirnya, maka akan tetap terjadi.
~
GraciaGracia POV
Hari ketiga kami di sini, Chika sudah lebih baik tapi dia masih tidak ku izinkan untuk ikut dalam misi, dia masih harus istirahat di kos.
Kini aku tengah mengikuti Ara dari sepulang sekolah, dia pergi entah mau kemana?.
Setelah berganti dengan pakaian santai dengan kilat dan bantuan teknologi tentunya, aku mengikuti Ara tanpa sepengetahuannya.
Dia tampak memasuki salah satu restoran Jepang.
Aku ikut masuk sekalian makan, kan lumayan dan sayang untuk di lewatkan.
Ara menuju bangku yang sudah terisi seorang wanita.
Ternyata itu ibunya, sudah ku tebak apa yang akan dia bicarakan.
Seperti biasa aku kirimkan lalat untuk mendengar percakapan mereka.
Sambil makan ya kan heheh.
"Langsung aja, gue ga punya banyak waktu, gue ada urusan!" Aku tau Ara masih marah pada ibunya, tapi tidak seharusnya dia berkata seperti itu pada orang yang telah melahirkan nya ke dunia ini.
"Mama mau kamu ikut sama mama bukan sama ayah!" Ucap ibunya to the point.
"Setelah mama ninggalin aku sama ayah berdua tiba-tiba mama mau aku ikut sama mama?, Aku ga mau, mungkin mama akan ngelakuin hal yang sama kaya waktu ninggalin aku sama ayah, mungkin aku yang akan mama tinggalkan sendirian!" Ara menolaknya dengan tegas.
"Mama minta maaf soal itu, mama menyesal, mama mau memperbaiki kesalahan mama sama kamu dan sama ayah, tapi ayah udah nolak mama, masa kamu tega nolak mama juga?"
Aku jadi ikut terharu... Makanannya enak banget.
Ibu Ara sudah berkaca-kaca.
"Ara tau ga ada mantan ibu, tapi Ara ga bisa ikut mama, mama bisa ketemu sama Ara kapanpun mama mau, Ara ga akan larang, tapi untuk satu ini Ara ga bisa, Ara hanya mau sama ayah, Ara sayang sama ayah" nada ucapan Ara sudah jauh lebih baik dari pada tadi.
Gini kan enak dengernya.
"Tapi Ra"
"Udah mah, udah jelaskan, Ara ga bisa, udah ya ara ada urusan, Ara pergi dulu"
Ara pergi setelah sebelumnya dia Salim pada ibunya.
Dia pasti mau latihan sama guru barunya Aldo, bagus deh.
Karena makanan ku juga habis, aku juga segera pergi dari sini.
Setelah membayar makananku, aku menyusul Ara ke tempat latihan nya.
BRUUUKK
"Neng kalo jalan tuh ya pake mata!" Aku meringis mendengarnya berteriak yang membuat kami jadi perhatian mall.
Aku mengerjapkan mata melihatnya.
Kaya pernah liat.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kembali Untuk Memperbaiki 2 (END)
FantasiaTakdir di masa lalu memang tidak seharusnya di rubah, tapi jika berubah karena satu dan lain hal maka kami lah yang dari masa depan yang dalam bahaya, dan saat itu terjadi maka kami akan kembali untuk memperbaikinya, agar masa depan berjalan semesti...