Episode 14

577 74 10
                                        

(Sebagian cerita disponsori oleh lagu Nikka Costa  - First Love , sedih elah)

Setiap jam berlalu, tak pernah sedikit pun Wendy beranjak dari tempatnya, ia terus menemani Irene dan terus menguatkan dirinya sendiri dari dalam hati. Sampai akhirnya Irene membuka matanya dan membuat Wendy tersenyum.

" Seungwan. "

Wendy hanya bisa menjawab panggilan itu dengan senyuman dan sekuat mungkin menahan tangisnya.

" Apa semuanya sudah selesai ? Dimana bayinya ? "

Hancur sehancur hancurnya hati Wendy mendengar pertanyaan Irene. Matanya kembali berkaca-kaca, namun sebisa mungkin ia tetap tersenyum.

" Seungwan ? "

" N...ne. ", suaranya mulai bergetar.

" Semuanya baik-baik saja, kan ? "

" Ne. Semuanya baik-baik saja. "

Irene bisa dengan jelas melihat Wendy menahan air mata, hatinya pun ikut tidak tenang.

" Bayinya sedang beristirahat, Joohyun. Dengan sangat tenang. Dia sangat bahagia. "

" Jinjja ? "

" Ne. ", suara Wendy mulai tak terdengar jelas.

" Apa aku boleh melihatnya ? Kau sudah memberikannya nama ? "

Wendy menggelengkan kepalanya dan perlahan air mata mulai lolos dari sudut matanya.

" Mengapa kau menangis ? "

Di waktu yang bersamaan, Sandara masuk ke kamar rawat Irene.

" Irene-ssi, kau sudah sadar ? "

" Ne. Dokter, apakah aku bisa melihat bayiku ? "

Sandara langsung melihat ke arah Wendy yang sudah tertunduk dengan bahu yang bergetar. Sandara mengerti seberapa terpukulnya Wendy, tapi ia juga harus memberitahu kenyataan pada Irene.

" Kau eomma yang hebat untuk bayimu, Irene-ssi. "

" Kamsahamnida. "

" Bayimu sudah terlahir dengan sempurna. Tetapi, bayimu harus beristirahat dengan tenang dan kau tak bisa menemuinya. "

" Maksudmu ? "

" Bayimu sudah kembali ke surga. "

Irene langsung kehilangan kata-katanya dan ia hanya menatap Sandara dengan mata yang terbuka lebar.

" Kau benar-benar eomma yang kuat untuk bayi yang sempurna. "

" Apa kau tidak berbuat sesuatu untuk menyelamatkannya ? ", tanya Irene pada Wendy.

" Aku sudah melakukannya, Joohyun. "

" LALU MENGAPA INI BISA TERJADI ?! APA YANG KAU LAKUKAN ?! "

" . . . . "

" MALHAEBWA!!! MENGAPA KAU BIARKAN BAYI ITU PERGI !?! "

Sandara bisa mengerti seberapa kecewanya Irene saat harus kehilangan anak pertama dalam pernikahan.

" Tidak bisakah kau melakukan sesuatu yang berguna di saat aku tidak bisa ?! "

" Irene, Wendy sudah melakukan semua yang dia bisa. Dia menghadapi pilihan yang sulit dan dia memilih dirimu. ", ucap Sandara.

Irene kembali terdiam dan menangis sekencang mungkin.

" Mianhae, Joohyun. Mianhae. ", lirih Wendy sambil berlutut di samping tempat tidur Irene.

Young HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang