~18~

1.8K 190 96
                                        

.

.

.

hai, Jun update lagi. Ini chapter sebelum konflik besar terjadi, jadi nikmati dulu ketenangan sebelum badai datang. chapter ini lumayan panjang, dan berasa kayak roller coaster, bikin naik turun perasaan, jadi santai aja bacanya sambil rebahan atau apa gitu. tetep komen kayak biasa ya, aturan Jun selalu sama, banyak komen update cepet. oke selamat membaca.

.

.

.

Ibu Soobin mengunjungi apartemen putranya hari ini. Beliau ingin menjenguk Kai dan cucunya. Sangat kebetulan karena hari ini Soobin harus ke studio dan ke bank untuk menyelesaikan beberapa administrasi studionya. Dengan datangnya ibu Soobin, dia tidak perlu khawatir meninggalkan Kai sendirian di rumah. Kai sendiri sebenarnya sedikit merasa... bagaimana menyebutnya ya, yang pasti ini pertama kali dia bertemu orang tua Soobin, Kai gugup dan takut. Apa lagi kondisinya sekarang seperti ini. Dia tidak pernah memperkenalkan diri di depan orang tua Soobin, tidak pernah terlihat dekat dengan Soobin, tidak pernah pacaran dengan Soobin, tapi tiba-tiba hamil anak Soobin, pasti orang tua Soobin akan memandang Kai aneh, itulah yang dipikirkan Kai.

"bagaimana keadaan mu Kai? Apa masih sering pusing? Soobin bilang terkadang kau masih sering pusing dan mengalami kram di perut" kini Kai dan ibu Soobin tengah mengobrol di ruang tengah sembari minum teh.

"Kai baik baik saja bibi. Masih sering pusing dan kram di perum dan kaki, tapi sepertinya sudah lebih baik" Kai tersenyum canggung, suasana seperti ini sungguh membuat Kai tidak nyaman.

"kok bibi sih, panggil nya eomma dong. Kamu kan calon menantu eomma" ibu Soobin masih tersenyum lembut pada Kai, dan makin membuat Kai tidak nyaman.

"tapi..."

"eomma sudah dengar dari Soobin jika Kai akan tetap pergi setelah anak kalian lahir" ibu Soobin mendekat pada Kai lalu menggenggam tangannya. "Kai... eomma minta maaf atas nama Soobin, eomma tahu Soobin sudah melakukan kesalahan yang besar, Soobin pernah jahat sekali pada Kai, tapi tidak bisakah Kai memaafkan Soobin dan memulai semuanya dari awal. Ini bukan hanya tentang kalian berdua, tapi juga tentang anak kalian. Dia butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya Kai"

"Kai sudah memaafkan Soobin hyung kok, tapi memang Kai dan Soobin tidak akan bisa bersama. Kai tidak ingin lagi memaksakan perasaan kai pada Soobin, dan Soobin juga tidak harus terpaksa menyukai Kai. Dari awal obsesi Kai pada Soobin ini tidak sehat"

Sepertinya Soobin ceritakan, Kai itu keras kepala dan tetap akan pada pendiriannya. "pikir kan kembali Kai, anak kalian juga butuh ayah nya"

"dia mungkin membutuhkan ayah nya, Kai bisa jadi ibu sekaligus ayah untuknya. Kehidupan ini sangat kejam untuk omega seperti Kai, Kai dibuang keluarga Kai karena Kai ini omega dan parahnya omega pria. Soobin pernah membenci Kai karena Kai omega pria. Jika nanti anak ini lahir dan dia adalah omega pria, Kai tidak ingin dia mendapat diskriminasi atau perlakuan yang buruk dari siapapun. Anak ku hanya butuh aku... hanya aku orang di dunia ini yang akan menyayanginya bagaimana pun atau seperti apapun dia" se tetes air mata jatuh dari mata indah Kai.

"Kai tahu Soobin hyung sudah menyesal dan dia ingin berubah, dia sudah baik sekali pada ku sekarang. Tapi untuk menikah atau menjalin hubungan yang lebih serius Kai tidak siap. Kai tidak siap untuk kecewa lagi. Untuk saat ini bagi Kai yang terpenting adalah baby ini. Kai ingin memulai kehidupan baru Kai dan anak Kai dengan tenang" lanjut Kai.

"apa separah itu Soobin menyakiti mu sampai kau menutup hati seperti itu?"

"dulu Kai hampir gila karena Soobin, Kai depresi berat sampai harus bergantung dengan alcohol dan narkoba. Kai tidak ingin hal itu terjadi lagi, lebih baik Kai tidak pernah lagi merasakan cinta dari pada harus kecewa dan depresi lagi seperti dulu"

Desire | Omegaverse AU (SOOKAI) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang