~1~

4.4K 285 51
                                        


.

.

.

Di hari yang cerah ini seorang alpha muda tampan luar biasa bernama Choi Soobin ini akan resmi membuka usaha studio fotonya. Soobin memang bukan seorang fotografer atau lulusan yang berhubungan dengan seni fotografi tersebut, Soobin hanya anak lulusan management bisnis yang membuka bisnis studio foto di daerah yang dikelilingi banyak agensi model dan dekat dengan universitas swasta ternama. Bukankah itu strategi bisnis yang bagus. Karena ini lah Soobin memasang lowongan kerja untuk fotografer baik di internet maupun loker koran.

Kemarin Soobin mendapat email dari salah satu pelamar. Pelamar itu lulusan sekolah seni terkenal di New York, dia juga sudah pernah magang di agensi permodelan yang terkenal dan pernah bekerja di berbagai projek besar di berbagai majalah fashion. Kualifikasinya sangat bagus dan membuat Soobin sangat tertarik. Hanya saja entah mengapa nama pelamar ini seperti tidak asing bagi Soobin, belum lagi pelamar ini adalah omega, pasti akan merepotkan. Namun, karena Soobin sangat membutuhkan fotografer segera dia memutuskan untuk mengesampingkan rasa ragunya ini.

Hari ini pelamar itu akan datang kesini. Soobin akan melakukan wawancara singkat pada orang itu dan setelahnya Soobin bisa memutuskan akan menerimanya atau tidak. Kurang lima menit sebelum waktu janjian mereka tapi seseorang sudah datang ke studio Soobin dan sepertinya itu pelamar yang kemarin, wajahnya sama seperti di foto CV nya.

"selamat siang, silahkan duduk" dengan sopan Soobin mempersilahkan orang itu masuk.

Jika dilihat lagi orang itu punya paras yang sangat luar biasa. Soobin sudah melihat fotonya dan tahu jika sang pelamar pekerjaan ini biracial, tapi jika dilihat nyata dia benar benar sangat menawan. Bagaimana menggambarkannya ya, sangat tampan, cantik, terlihat seksi namun imut, benar benar terlihat menarik. Dalam hati Soobin bingung mengapa orang ini menjadi fotografer, bukannya model.

"anda Kai Kamal Huening kan? Yang mengirim lamaran kemarin" basa basi Soobin.

"iya saya Kai Kamal Huening" pria cantik bernama Kai itu menyodorkan lamaran yang telah tercetak pada Soobin beserta fortofolio hasil foto yang pernah dia kerjakan.

"senang bertemu anda, saya Choi Soobin" setelah menerima berkas Kai Soobin menjabat tangan Kai formalitas dan Kai pun menerima jabatan tangannya.

Setelah berjabat tangan Soobin mulai membuka fortofolio Kai. Di sana dia melihat banyak foto kualitas tinggi yang terlihat sangat high fashion, tipikal fotografer untuk fashion industry dan itu sangat bagus karena Soobin membutuhkannya. Dia tidak membuka studio di kawakan agensi permodelan tanpa alasan.

"jadi sebelum ini anda bekerja di fashion industry?" tanya Soobin yang masih fokus melihat kumpulan foto yang dibawa Kai.

"setelah lulus dari universitas saya menjadi fotografer freelance selama satu tahun dan kebanyakan dari klien saya adalah majalah fashion, mereka melihat riwayat entrepreneurship program yang saya di agensi permodelan dan banyak yang tertarik pada hasil foto saya dari pengalaman saya di agensi tersebut" jawab Kai dengan tenang.

"sepertinya karir anda bagus. Di fortofolio anda banyak foto bagus yang termuat di majalah fashion ternama, lalu mengapa anda memutuskan pergi ke korea dan melamar pekerjaan di studio kecil seperti ini?" Soobin mulai masuk pada pertanyaan krusial.

"di New York saya hanya fotografer freelance dengan penghasilan tidak tetap. Persaingan antar fotografer di New York juga sangat ketat. Dengan biaya hidup yang tinggi dan persaingan yang ketat, saya mulai berpikir untuk pulang ke negara asal saya dan mencoba peruntungan di sini. Saya melihat lamaran anda di internet, dan melihat letak studio ini yang sangat strategis, membuat saya tertarik" Kai menjawabnya dengan sangat baik dan masuk akal.

Desire | Omegaverse AU (SOOKAI) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang