Ryujin sekarang ini sedang berleha-leha di kamarnya, menikmati hari 'bebas' setelah kelulusannya seminggu yang lalu. Ia menonton serial drama korea yang sedang di tayangkan di televisi kamarnya. Tak lupa dengan makanan ringan yang ada di pangkuannya.
Sungguh kenikmatan tiada tara.
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan di pintu kamar Ryujin dan diikuti suara Doyoung yang memanggilnya.
"Kaakk"
"Masuuukk" Teriak Ryujin
Doyoung memasuki kamar Ryujin. Ia masih mengenakan pakaian sekolahnya karena ia baru saja pulang dari sekolah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Doyoung menyandarkan badannya di daun pintu kemudian menggelengkan kepalanya.
"Ck ck ck ck. Enak ye yang lagi 'nganggur', leha leha, nonton drama, makan ciki di kasur" kata Doyoung dengan menekankan kata 'nganggur'.
"Yee mumpung lagi 'nganggur' lah, doy" Balas Ryujin dengan santai
"Heum iye iye iye makasih. Lo ke sini cuma ngomong gitu?"
"Hehe. Iya. Nggak juga sih, gue mau bilang kalo temen gue main ke rumah"
"Terus? Tumben banget lo jam segini udah balik?" Kata Ryujin sambil mengecek jam diponselnya yang menunjukkan pukul 13.00
"Ya gapapa, laporan aja. Tadi guru ada rapat dadakan, disuruh pulang deh"
"Temen lo ke sini jam berapa?"
"Sekarang. Ini di belakang gue" Kata Doyoung sedikit membuka pintu kamar Ryujin dan menampakkan 3 kepala manusia di sana.
"Hehe halo, kak" kata mereka sedikit malu-malu.
"Eh haii. Yaudah sana kalian main"
"Hogee" Kata Doyoung
Memang dasarnya dua saudara ini jail, Doyoung langsung meninggalkan kamar Ryujin dan mendorong teman-temannya dengan cepat tanpa menutup pintu kamar Ryujin.
"DOYOUNG KAMPRET TUTUP PINTUNYAAA" Teriak Ryujin
Dengan malas-malasan, Ryujin berjalan menuju pintu.
"Ah mumpung masih berdiri, sekalian ke dapur ajalah. Laper juga" Kata Ryujin sambil menepuk-nepuk perutnya.
Sesampainya di dapur, ia membuka lemari penyimpanan dan mengambil sebungkus mie instan. Kemudian, ia mulai memasaknya.