Hari-hari berikutnya, Jimin lalui dengan kehadiran si senior pucat. Jimin tidak sangka, ucapannya waktu itu benar. Dia pikir cuma candaan biasa.
Tidak hanya sekali, dua kali, Jimin diajak pulang bersama. Tapi, sering menolak. Rasanya, belum sedekat itu sampai harus pulang bersama. Yoongi juga sering kali merengek minta nomor telepon atau akun media sosial yang Jimin punya. Tapi, itu pun juga tidak diberi.
"Tidak ada"
"Ayolah, Jimin! Manisku, masa depanku. Supaya aku selalu tahu kabarmu"
Astaga! Yoongi memang perayu ulung. Jimin tidak suka ini. Jimin belum mau cinta-cintaan. Tapi, kenapa hatinya ada rasa hangat diperlakukan seperti ini.
Ugh! Dasar lemah! Batin Jimin.
"Kalau begitu, pulang bersama?"
"Tidak, Min Yoongi!"
Yoongi hela napas, sedikit putus asa. Biarkan si wajah bulat lanjutkan jalan sendiri, dia berhenti di tempat.
"Jimin!" panggilnya.
Jimin berhenti. Lalu, toleh Yoongi yang beberapa langkah di belakang.
"Kalau tidak bisa berikan nomormu, bisa berikan saja hatimu?"
°°°
A
ku ada cerita baru, up tidak ya?
Selasa, 15 Juni 2021
Yungkiyoo
KAMU SEDANG MEMBACA
BUC(J)IN /END
FanfictionBUC(J)IN = BUCINNYA JIMIN YoonMin fanfiction by Yungkiyoo AU story
