Kemudian siswa siswi pun diperintahkan, untuk mulai berkumpul dengan anggota kelompoknya untuk mulai mengakrabkan diri dengan anggota lainnya.
Begitulah seharusnya, tetapi berbeda dengan kelompok Surya, yang beranggotakan 12 orang murid yang terdiri dari 6 siswa dan 6 siswi itu malah tercerai berai dan malah berkumpul dengan orang yang mereka inginkan.
"Apa gw doang yang sendirian ya, kok ngga ada yang mau ngajak ngobrol gw."Pikir Surya yang masih canggung.
"Ren langsung didatangi cewe cewe. Karen didekati dua cowo, dua cowo lainnya malah meratapi nasibnya sendiri tapi kok cuma sendiri yang ngga ada temen."Gerutu Surya dalam pikirannya
"Dasar manusia, liat fisik terus mentang mentang muka gw standar main abaikan seenak udel, gimana mau akrab kalau lu semua cuma memikirkan keperluan sendiri doang."Masih dalam gerutu Surya yang semakin menjadi jadi.
Beberapa saat kemudian dua panitia pun datang ke kelompok kami dan kemudian duduk di dekat Surya.
"Baik adek adek kelas sekalian. Perkenalkan nama saya Anggi dari kelas 11 Mipa 1, dan ini Kak Regi dari kelas 12 ips 3. Disini kami selagi penanggung jawab kalian selama masa orientasi ini, sekaligus kami juga akan membantu kalian, jika ada yang mau kalian tanyakan silahkan tanyakan saja. Oleh karena salam kenal adek adek sekalian."Ucap Anggi dengan semangat dan ramahnya.
Akan tetapi murid lainnya tetap diam, dan mengabaikannya bahkan tidak mendengar satu kata pun dari dia, membuat Anggi sangat jengkel dan marah.
Lalu dengan cepatnya dia pun mendatangi perkumpulan yang paling banyak orang berkumpul dan menarik lengan Ren dengan kuat dan saat dia hendak memarahi Ren amarah nya pun menghilang dan membuat dia diam.
"Anu kak, maaf tadi saya tidak mendengar ucapan kakak karena mereka sedang bertanya kepada saya, jadi bisakah anda mengulanginya."Ucap Ren sambil memegang kepala bagian belakangnya.
Tetapi Anggi hanya diam saja. Disaat itu juga Surya menyadari sesuatu hal yang sudah biasa terjadi sampai membuat dia merasa de javu.
"Ah, ini pasti senior Anggi jatuh cinta pandangan pertama ama Ren." Keluh Surya sambil menghela nafas.
"Anu kak, apa ada yang salah?."Tanya Ren kebingungan
Kemudian Anggi pun sadar, dan mulai tersenyum ramah kembali.
"Ah, ngga apa apa kok, kenalin aku Anggi Puspita Sari dari kelas 11 Mipa 1 panggil aja Anggi, kalau boleh aku mau lebih dekat lagi sama kamu, lebih dari senior dan adik kelas gitu."Ucap Anggi sambil merasa malu malu.
"Mulai deh, kebiasaan punya sahabat punya tampang terlalu ganteng. Ya gini, dikit dikit ada cwe naksir muak gue liatnya"Gerutu Surya sambil merasa iri.
Regi yang mendengar itu langsung mendekati Surya dan menepuk bahunya dan mulai mengajak ngobrol.
"Sabar ya dek, sejujurnya saya juga merasakan hal yang sama."Regi yang mengikuti keluhan Surya.
"Oleh karena itu kamu yang jadi ketua kelompoknya ya, saya serahkan tanggung jawab ini ke kamu."Ucap Regi meyakinkan Surya.
"Hah?!. Kok saya sih kak, kenapa bukan mereka."balas Surya yang kebingungan.
"Karena saya tidak suka orang tampan, makanya saya pilih kamu, jadi semangat ya, saya dukung kamu."Ucap Regi sambil mengepalkan tangan dengan maksud membuat semangat.
Kemudian Ren pun mendatangi Surya dan memegang dua bahunya dan menggoyangkannya kedepan dan ke belakang.
"Wih kamu hebat Sur. Keren langsung dipilih jadi ketua kelompok."Ucap Ren dengan rasa kagum.
"Kalau kamu sih, aku ngga keberatan."Ucap Karen sambil memalingkan wajahnya ke arah samping.
Disaat itu juga semua hampir semua orang, kecuali Ren, Karen, Regi dan dua orang yang murung itu. Menjadi benci kepada Surya, karena merasa kalau dia dianggap lebih spesial. Padahal wajahnya ngga ada apa apanya.
"Sial, kenapa gue yang jadi repot."Keluh Surya dalam pikirannya.
"Baiklah, kalau begitu kumpulkan nomor kalian di Surya, dan kita berdiskusinya di sana saja. Oleh karena cuaca hari ini sangat buruk pihak sekolah meminta agar murid di perintahkan, untuk pulang lebih cepat agar dapat mempersiapkan diri besok dengan keadaan Prima kalau begitu bubar."Ucap Regi sambil sepucuk kertas di saku celana Surya.
Kemudian mereka pun memberikan nomor mereka kepada surya. Sesuai dengan yang diperintahkan Regi. Walaupun dengan rasa benci dan membubarkan diri.
"Kenapa mereka ikut pulang dengan kita?."Kesal Surya sambil melihat Ren yang dikelilingi cewe cewe sekelompoknya.
"Kenapa sih kamu, Ketus banget jadi orang."Ucap salah satu siswi.
"kali ini, gw setuju ama Surya. Kenapa sih kalian malah ikut pulang ke rumah dengan kami, kalian kan datang naik mobil pribadi ngapain jalan deket deket ama dia, ganjen amat jadi cwe."Balas Karen dengan perasaan jengkel.
"Menurutku, kalian tidak perlu mengikutiku sampai kerumah. Lagipula besok juga kita pun dapat bertemu disekolah kan, jadi pulanglah mungkin orang tua kalian khawatir akan keadaan kalian jadi kalian harus pulang ya."Ucap Ren dengan Tersenyum.
Mereka pun mengangguk, dan akhirnya pulang menggunakan mobil yang dikendarai supirnya. .
"Sepertinya akan besok lebih buruk lagi."Ucap Surya sambil mengeluh dan menghela nafas.
.........Bersambung...............
KAMU SEDANG MEMBACA
Surya
HumorSebuah kisah yang menceritakan tentang seorang siswa SMA yang bernama Surya. Surya adalah seorang murid yang pintar dan atletis.. Walaupun begitu dia tidak bisa menjadi nomor satu, karena dua sabahatnya yang jenius melebihi dia. Bukan hanya itu, K...
