Another Twins
Blue Exorcist ©Kazue Kato
Story here©Athanasia Aristia
-Kami sama, kami tidak bisa dipisahkan-
Yukio pov
Aku sudah tahu sekarang Karena penyakit saudaraku dia perlahan melupakanku, mungkin terdengar seperti lelucon sat dia bangun dia tidak mengenalnya. Aku merasa sangat terluka, tapi aku tidak bisa membiarkan dia menganggap dirinya yang lain sebagai saudaranya yang bernama Yukio sedangkan aku sendiri Yukio asli adik kandungnya akan menjadi orang asing untuk hidup saudaraku. Aku memikirkan bagaimana Nii-san bisa melupakanku kemudian menjadi orang asing yang yang ditinggal di bawah atap yang sama. Dia memamg langsung ingat bahwa aku adalah adiknya, tapi ini adalah awal mulai penyakitnya. Slow effect yang lama-lama akan membuat dia benar-benar lupa padaku.
---
Esok paginya, Nii-san sedang memasak, aku memperhatikan Nii-san melakukan aktivitasnya itu sambil menimang siapa yang saat ini ada di depanku, Nii-san atau yang lain.
“Nii-san?.” Aku bertanya.
“Ya Yukio.” Nii-san menjawab seperti Nii-san yang biasa.
Aku berpikir mungkin dia memang Nii-san tapi dia juga takut dia bicara pada yang lain karena dia bisa sangat menirunya.
“Jawablah pertanyaanku.” Aku mengajukan pertanyaan padanya.
“Apa yang mau kau tanyakan.” Dia menjawab sambil mencicipi sup yang dia masak.
“Siapa aku, kenapa kita bersama dan apa hubungan antara kita?.” Aku bertanya dengan detail.
“Euh.” Dia terlihat bingung dan terkejut.
“Tunggu kenapa kau tanya ini, jawaban ini sudah jelas bukan.” Jawabnya.
“Ya aku tahu, tapi aku ingin dengar darimu.” Aku menyela.
“Kau tentu saja adikku, memangnya siapa lagi yang ada kau yang suka membuang-buang aku.” Jawab Rin.
“Baiklah Nii-san tapi kau tidak perlu ngambek hanya karena aku terlihat acuh padamu.
“Aku hanya bercanda adikku sayang, memang kau pernah lihat aku marah saat kau mendiamkanku.” Kata Rin.
“Baiklah Nii-san, ngomong-ngomong aku sudah sangat lapar, kapan makanannya siap.?” Aku sudah merasa kelaparan.
Saat Rin menyiapkan makanan, Rin mencoba menyuapiku dan aku terus menolak dengan wajah yang memerah karena malu, tapi Rin tetap melakukannya sambil tertawa bersama Kuro.
------
Aku kadang berpikir andai saja mereka hidup di dunia yang normal dimana kami tidak perlu saling menutupi apapun, aku dan Nii-san akan menikmati masa kecil yang bahagia, aku akan menjadi teman mainnya sepanjang waktu, aku tidak akan pergi diam-diam disaat dia lengah, aku akan selalu bertatap muka dengannya di biara, mungkin aku dan dia akan menyanyikan puji-pujian pada hari-hari kebaktian bersama, aku akan menyeret Nii-san jika dia hendak bolos, kami akan pulang sekolah bersama dan aku tidak perlu selalu izin pulang lebih cepat dengan alasan kesehatan yang sebenarnya adalah aku saat itu hanya mengambil alasan untuk bisa pergi misi.
Tapi takdir kami tidak seperti itu, Nii-san malah menjadi orang lain di satu sisi aku ternyata tidak tahu apa-apa tentang dirinya, tidak aneh jika ada orang lain menggantikan aku. Tapi kenapa dia harus menggantikan posisiku oleh dirinya sendiri, Nii-san jadi hidup untuk dua orang. Sebagai dirinya dan juga sebagai adik dari dirinya, apa tidak bisa saja Nii-san menganggap dia sebagai bayangan saja, mustahil dia hidup sebagai dua orang dan sifat dan pribadi yang berbeda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Twins
FantasySummary: Suatu hari Yukio mulai menemukan keanehan dari kakaknya yang tidak biasa bukan karena kakaknya yang bertindak seperti orang bodoh seperti biasa tapi Kakaknya memiliki kecerdasan yang yang tidak disadari kakaknya sendiri. Yukio akulah saudar...
