03

363 61 0
                                    

Hi...

Happy reading! <3

***

"BUAHAHAHAHA!"

"GILA GILA MBAK GUE YANG GARANG INI BISAAN BANGET DIBEGOIN BANG JAE!"

"PFFFTTT"

Jisoo menatap tajam adik pertamanya yang kini sedang menertawakan penderitaan jisoo saat dipasar malam 2 jam yang lalu. Melihat kakak tersayangnya yang lagi mengeluarkan aura menyeramkan, membuat jihoon atau jiun meredakan tawanya yang berlebihan.

Dobby sedari tadi hanya bisa menahan tawanya agar tak selepas kakak kembarnya itu kini berucap menenangkan saudari satu satunya, "Yang tabah ya mbak, mungkin hari ini mbak apes aja sama bang jae."

"Tapi dia nyebelin banget by! Mbak makin benci aja sama orang itu, huh!" Balas jisoo yang tengah menyalurkan rasa kesalnya dengan memilin belalai boneka gajahnya, "Hati hati loh mbak, jangan benci berlebihan nanti malah cinta!" Goda jiun yang langsung mendapat delikan dari jisoo.

"Heh, bocah smp kayak kamu tau apa sih?!"

"Bocah smp gitu juga punya pacar kali," celetuk dobby yang tanpa sadar keceplosan, bahwa jiun kini memiliki pacar. "Dih kamu punya pacar ji?! Mbak bilangin mam---"

"EH! ENGGAK MBAK! Heh by gausah ngawur kenapa sih?!" Panik jiun ketika dobby malah keceplosan, kan itu udah jadi kesepakatan rahasia mereka berdua! Dasar, gacor!

Jisoo menatap penuh selidik kearah jiun yang mengalihkan pandangan menatap langit langit kamar jisoo, lalu jisoo menoleh pada dobby yang sudah takut sendiri. Aduh goblok! Punya mulut kok gak ada remnya sih by! Gerutu dobby dalam hati.

"Yang bener yang mana?" Selidik jisoo masih dengan tatapan tajamnya.

"Kalo nggak ada yang jujur ke mbak, mulai detik ini gak usah minta tolong ke mbak kalo peralatan game dan tetekbengek kalian itu disita mami dan papi!" Ancam jisoo mendelik pada keduanya.

"IYA MBAK DOBBY NGAKU KALO KAK JIUN PUNYA PACAR CANTIK!" Yatuhan dobby goblok!

Kedua mata sipit jiun mendelik menoleh sebal pada dobby yang untuk keduakalinya keceplosan lagi. Fix kali ini jiun tamat.

Tanpa diduga oleh keduanya, jisoo malah tertawa terbahak bahak persis seperti yang jiun lakukan tadi saat menertawakannya.

"HAHAHAHA ADA AJA YA YANG MAU SAMA COWOK JULID BIN JUDES KAYAK KAMU JI! HAHAHAHA" Sumpah, tolong kasi tau jisoo untuk pelanin suaranya karena ini sudah larut, dan takutnya mami atau papi bakal dengar. Poor jiun TT.

Jiun menatap melas sang kakak lalu menoleh pada dobby, "Gak usah ajak gue mabar lagi!" Katanya mengancam. Dobby hanya terdiam menunduk, "Maaf kak, dobby gak bisa bohong ke mbak rara."

Mendengar lirihan dobby, akhirnya jisoo berhenti tertawa, menatap lembut adik bungsunya. "Makasih ya dobby, udah selalu jadi adik yang baik dan nurut sama mbak," ujarnya mengelus puncak kepala dobby yang membuat anak kelas 9 smp itu makin tertunduk, apalagi kalau bukan rasa bersalahnya? Dobby selugu itu.

Beda dengan jiun, ia menghela napas panjang dan meraih tangan kiri jisoo karena mereka itu saling membuat lingkaran diatas kasur jisoo.

Young Marrie || JaesooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang