Malam tragedi itu, selalu bersarang di kepala jenius sang Nara, bagaimana ia menemukan seluruh klannya terkapar tak bernyawa. Darah segar membanjiri district tempat tinggal klan terjenius di desa konaha, hanya seorang Shikamaru satu-satunya klan yan...
Note penting, di akhir chapter ini aku ada bagi-bagi pulsa, gak banyak si. Kalau yang mau ikut silakan, bebas. Aku cuman iseng aja si ngadain tebak2nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Orang-orang yang menyebut dirinya tetua dan dewan itu, kini tengah berhadapan dengan sang godaime. Ternyata rumor yang beredar di kalangan petinggi Konoha bukan hanya isapan jempol semata, dan sekarang Tsunade menyaksikan sendiri akan tindakan semena-mena itu.
Semenjak adanya desas-desus akan keberadaan Shikamaru dan Naruto yang masih hidup, para petinggi kini menuntut hak atas Nara terakhir dan Uzumaki terakhir pada Tsunade. Dan Tsunade selaku Hokage tidak akan memberikan mereka jalan untuk mendapatkan ambisi mereka pada Shikamaru dan Naruto. Mereka berdua bukan boneka yang seenaknya di kendalikan! Mereka berdua shinobinya, shinobi desa konoha yang dia pimpin. Mungkin dulu, sewaktu kepemimpinan hokage ketiga mereka semua bebas melakukan apa saja, dan memerintahkan apa saja pada kakek tua itu! tapi, itu tidak akan berlaku untuknya, di sini Tsunade lah pemimpinnya, Tsunade lah yang memegang penuh atas semua keputusan yang akan dia ambil tanpa campur tangan atau tanpa memberikan keuntungan pada keparat-keparat yang berlindung di balik jabatan mereka.
Kontrak pernikahan sialan. Tsunade mengumpat keras di dalam hatinya. Tangannya mengambil ancang-ancang.
Srrekkk
Kontan semua mata yang ada di dalam ruangan itu terbelalak kaget memandang kertas yang mereka berikan pada Tsunade kini telas terbagi menjadi beberapa bagian. "Satu hal yang harus kalian tahu, aku Tsunade godaime hokage, tidak akan pernah menghianati para shinobiku, hanya untuk kalian para keparak yang mementingkan dirinya sendiri!"
"Tsunade, jauh sebelum kau menjabat sebagai hokage kontrak itu sudah menjadi tradisi yang tak pernah bisa di tentang oleh para klan, atau siapapun." salah satu tetua di dalam ruangan itu menyelah perkataan sang godaime.
"Lagi pula, dengan terlaksananya kontrak itu, ekonomi konoha akan terjamin!" tetua-tetua itu, seakan tidak mau kalah dati perdebatan panas itu.
"Kalau begitu, aku selaku godaime hokage akan menghapus tradisi kolot itu. San untuk ekonomi desa konoha, aku sendiri yang akan menjaminnya agar tetao stabil! Cam kan itu para tetua keparat! Jangan membuat kesabaran ku habis, kalian semua enyah dari hadapan ku, sebelum ku hancur leburkan tempat ini."
"Aku menyesal telah memberikan suaraku untuk menjadikan mu Hokage." seteleh mengatakan itu satu Persatu dari para dewan itu pergi dari ruang pertemuan.
"DAN AKU TIDAK PERNAH MEMINTA KALIAN MENJADIKANKU SEBAGAI HOKAGE, JIKA BUKAN KARENA JIRAIYA DAN NARUTO YANG MEMINTA KU, AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU MENJADI HOKAGE DI NEGERI PENUH DUSTA INI, TETUA SIALAN!" Urat-urat tangan Tsunade menonjol nyata, seakan menunjukkan betapa marahnya ia saat ini. Jika kontrak pernikahan itu terlaksana, entah apa yang akan terjadi dengan desa Konoha begitupun Hinokuni
🍁 🍁 🍁 🍁 🍁
Sementara di sisi lain desa Konoha, kini Asuma dan kelompoknya baru saja menginjakkan kakinya di gerbang desa Konaha yang di sambut oleh dua penjaga gerbang yang selalu setia bersama, siapa lagi kalau bukan Kotetsu Hagane dan Izumo Kimizuki.