Suara pesan di handphonenya membangunkan Bona pagi ini. Dari Kim Min Jae, teman seangkatan di kampusnya yang beberapa minggu belakangan dekat dengannya.
'MJ Oppa: Morning, jadi ke acara ulang tahun Tae Oh kan?'
'Bona: Iya, jadi kok...'
'MJ Oppa: Mau dijemput?'
'Bona: Nggak usah Oppa, tapi nanti pulangnya aja aku ikut ya...'
'MJ Oppa: Okay, see you...'
Bona tersenyum. Min Jae adalah anak seni theater, dan meskipun sekampus, mereka baru beneran berinteraksi beberapa minggu lalu ketika kedua jurusan mengadakan acara bersama. Sejak saat itu Bona dan Min Jae sering ngobrol dan pergi ke kafe bersama.
Setelah mandi, Bona turun ke dapur untuk sarapan. Terdengar sayup suara Shownu, kakaknya. Dan benar saja, Shownu dan Seola mengobrol sangat dekat melihat satu layar Ipad membahas naskah sambil sarapan. Melihat bagaimana kakaknya dan Seola sedekat itu, ada perasaan aneh di perut Bona. Entahlah, mungkin karena selama ini Bona benar-benar menjadi satu-satunya perempuan kesayangan Shownu, lalu tiba-tiba sekarang melihat kakaknya berbagi sayang ke perempuan lain. Tapi, bukankah harusnya Bona bahagia Shownu dan Seola bisa dekat?
'Morning my loveee...' Shownu menyadari Bona masuk dapur, Ia berdiri dan mencium kepala adiknya sambil mengisi kembali gelas kosongnya dengan kopi.
'Morning, Oppa... Unnie...' Bona tersenyum pada Seola yang memandangnya dengan wajah dan mata berbinar. Bona seolah De Javu dengan wajah Seola, apakah sebelumnya mereka pernah kenal? Sejak pertemuan pertama dengan Seola kemarin, Bona sudah bertanya-tanya kenapa wajah Seola terasa familiar.
'Woaaah, aneh banget liat Oppa pagi-pagi udah di rumah...' Bona mencoba mencairkan suasana.
'Mumpung sepi, kalo anak-anak lain dah balik, abis aku mereka recokin...' Shownu tersenyum mengingat bagaimana teman-teman dan adik kelas Bona yang tinggal di rumah mereka ganas-ganas padanya.
'Kapan mereka balik kesini?' tanya Seola memandang Bona. Sementara yang dipandang tiba-tiba seperti kehabisan nafas.
'Uhm... Be.. Eh, mmm... Lusa kayaknya...' Bona menjawab dengan agak gugup.
'Kamu udah rapi, pasti mau pergi? Biasanya sarapan gapake mandi...' Shownu mengamati adik kesayangannya.
'Iya, ada acara ulangtahun temen...' Bona mempercepat sarapannya, entah kenapa suasana dapur lebih panas dari biasanya.
'Mau Oppa anterin?' tanya Shownu.
'Nggak usah... Udah pesen taksi kok... Nanti pulangnya juga bareng temen...' Bona tersenyum lalu memeluk Shownu sejenak dan berpamitan pergi.
'Kim Jiyeon...' langkah Bona di pintu dapur terhenti. Bukan sang kakak yang memanggilnya, itu suara Seola. Bona membalikkan badan dengan jantung berdebar-debar, entah mengapa suara Seola yang memanggilnya dengan nama aslinya terdengar saat sexy di telinga Bona.
'Ini, dompetmu ketinggalan...' Seola menunjuk dompet Bona yang tergeletak manis di atas meja.
'Ah, ne... Gomawo Unnie...' dengan wajah merah Bona secepat kilat menyambar dompetnya dan segera pergi meninggalkan dapur. Sayup-sayup terdengar suara tawa Seola dan Shownu, dan degup kencang di hati Bona makin kencang.
__
Acara ulang tahun berakhir ketika hari masih sore. Kim Min Jae mengajak Bona ke kafe, tapi Bona menolak dan ingin segera pulang. Padahal biasanya Bona nomer satu kalo nongkrong.
Min Jae mengalah dan mengantarkan Bona langsung ke rumahnya, sepanjang jalan Min Jae menggenggam tangan Bona. Dan Bona membiarkannya, karena entah pikirannya sedang tak fokus juga. Intinya Ia ingin segera sampai rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
You and I
FanfictionBona terkejut melihat Shownu, sang kakak, membawa seorang perempuan bernama Seola, ke rumah mereka dan mengatakan bahwa perempuan tadi adalah temannya yang akan menyewa salah satu kamar di rumah mereka. Apalagi sejak itu, kakaknya yang tinggal terpi...
