kalo misalkan ini cerita udah kelar saia mau buat kapal siapa lagi yah?
pengen buat Sanzu x Reader tapi Toxic Relationship gitoehh
--
koko menahan amarahnya yang akan meledak. Hanma menghubunginya, ya itu orang yang telah menculik inui-nya. Hanma bilang untuk pergi ke gedung A yang sudah lama terbengkalai.
dengan kecepatan penuh, tak perduli dengan keadaan jalan yang licin karna hujan koko tetap menjalankan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata. dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri karna telah lalai menjaga inui, terlebih lagi saat tahu keadaan inui yang penuh lebam dan pergelangan tangan nya patah.
"brengsek, hanma brengsek!" koko terus mengumpat selama perjalanan
sampai di gedung itu koko langsung berlari mencari keberadaan inui.
"INUI? INUI DIMANA?!"
hening
"sudah datang, ya?"
deg
suara ini, koko sangat membencinya. koko menatap hanma sengit, yang ditatap hanya tersenyum miring.
"bajingan! sudah aku bilang jangan pernah membawa inui dalam masalah kita!!"
hanma mendekat, koko was-was
"aku tidak bisa melepas kamu gitu aja, kokonoi hajime."
koko menggeram, tangannya terkepal kuat. ingin sekali menonjok sosok lelaki didepan nya.
hanma yang sadar tertawa pelan
"kamu gak bakal bisa mukul aku, ko." ucap hanma sinis
"masa bodo dengan semua perlakuanmu padaku di masa lalu, lepaskan inui sekarang!"
hanma memberi kode pada anak buah nya agar membawa inui ke hadapan koko. dua menit kemudian anak buah hanma menyeret inui yang pingsan dengan luka lebam di wajahnya.
"pacarmu berisik yah, padahal cuma dimasukin" ucap hanma asal
koko melotot lalu refleks menonjok hanma, hanma tidak membalas. berhasil, koko berhasil terpancing padahal hanma hanya mengetes koko apa dia serius dengan inui atau tidak.
"bocah tolol. jangan. sentuh. inui." koko menekan di setiap ucapan nya
koko mengeluarkan pistol nya hendak menembak kepala hanma. tatapan benci koko terus dilayangkan pada hanma.
srak
"eungh, koko?? kok disini?"
koko berhenti
"pacarmu udah bangun tuh"
"berisik"
koko langsung menghempaskan tubuh hanma ke tanah, lalu menghampiri inui yang kebingungan. heran, kenapa badan nya sakit semua dan tubuhnya juga terikat.
inui menatap koko seperti anak kucing yang ingin dikasihani, koko jadi tidak tega. ia mengusap pipi inui yang lebam, inui memejamkan matanya menikmati sentuhan koko. rasanya seperti sudah lama ia berpisah dari sang dominan.
hanma dan anak buah nya langsung pergi menjauhi gedung itu. semoga saja setelah ini mereka tidak melukai inui lagi.
"inui sebentar ya, koko lepas dulu talinya"
inui mengangguk
sekitar 5 menit koko baru bisa melepas talinya, karna tali yang digunakan sangat tebal jadi koko harus terus mengganti pisau nya agar talinya bisa putus.
"sudah selesai, ayo bangun"
inui berusaha bangkit tapi entah kemana perginya semua tenaga inui. sudah berusaha menopang tubuhnya ke tembok tapi tetap merosot jatuh.
"ada apa?" tanya koko yang melihat inui tidak segera berdiri
"inui gak bisa bangun, orang tadi nyuntikkin sesuatu ke tubuh inui. makanya inui habis kena pukul." ucap inui sambil berusaha menggerakkan tubuhnya
"mau di gendong?"
"eh? tapi inui berat loh"
"tidak menerima penolakan"
"heeee"
koko menggendong inui seperti sepasang pengantin yang ingin berbulan madu. inui tidak tau harus merespon jadi dia hanya menghidup parfum koko yang menjadi candu untuk inui.
"inui" panggil koko
"hm?"
"jangan nakal lagi yah"
wajah inui kikuk, tersenyum canggung dan merasa bersalah atas apa yang dia perbuat.
"maaf koko... soalnya inui bosan di rumah terus"
koko mengecup sekilas pipi gembung inui, sepertinya koko terlalu memanjakan inui sampai pipinya seperti mochi.
"kan bisa langsung bilang sayang~~ kamu jadi mirip bocah nakal yang sukanya berantem"
"iya kan inui udah minta maaf, gak dimaafin nih?"
"mana bisa seorang kokonoi hajime menolak permintaan inui seishu"
inui tertawa pelan, takut bibirnya sakit kalau tertawa keras-keras. tapi setelah ini pasti inui akan dihukum oleh koko.
-
see you next chapter😍😍😍
KAMU SEDANG MEMBACA
𝗸𝗮𝘄𝗮𝗶 𝗻𝗲𝗸𝗼 -𝗸𝗼𝗸𝗼𝗻𝘂𝗶✔️
RandomKokonoi Hajime, pria tajir 25 tahun yang ingin memelihara kucing, awalnya. tw/cw -oot -nsfw (harap bijak dalam membaca) -ooc -bahasa tidak sesuai kbbi cerita asli hanya milik wakui-sensei, author hanya pinjam nama karakter
