6. Curiga

441 184 140
                                        

HAPPY READING!❤

oOo

Tetesan air terus-menerus berjatuhan dari langit diiringi suara gemuruh dan awan hitam. Upacara yang harus dilaksanakan setiap hari senin, kini harus berhenti sementara karena kehadiran hujan.

Zetta memandang keluar jendela untuk merasakan ketenangan yang hadir di saat hujan. Zetta menyukai hujan, baginya hujan mampu membangkitkan kembali kenangan yang pernah hilang.

"DORR!"

Zetta tersentak dari lamunannya ketika ada seseorang yang mencoba membuatnya terkejut. Cowok itu tertawa keras di luar kelas, membuat Zetta ingin mendorongnya dari gedung lantai 3 tempatnya belajar.

"Kaget, ya?" tanya Adam yang sudah memasuki kelasnya. Ya, orang yang baru saja membuat Zetta terkejut adalah Adam. Dan sekarang cowok itu masih tertawa terbahak-bahak.

"Ish! Ngeselin banget sih lo! Gue jorogin dari lantai tiga tau rasa lo!" seru Zetta penuh kekesalan.

Adam terkekeh pelan. "Iya, sorry. Lagian pagi-pagi udah ngelamun. Ngelamunin apaan sih?"

"Pastinya bukan ngelamunin lo!" jawab Zetta, lalu turun dari meja Adam. Gadis itu memang tadi duduk di meja Adam dan Elang, karena tempat duduknya bukan berada di dekat jendela.

Adam meletakkan tasnya setelah Zetta menyingkir dari tempat duduknya.

"Woy, Dam! Bayar utang lo!" seru Dicky yang baru saja datang memasuki kelasnya.

"Aelah, nih gue bayar! Lima ribu doang pake ditagih segala," gerutu Adam seraya menyodorkan uang kertas senilai lima ribu rupiah.

"Ck! Lima ribu juga berharga kali. Ya nggak, Zetta?" tanya Dicky seraya mengedipkan sebelah matanya kepada Zetta.

Zetta hanya memutar kedua bola matanya malas dan kembali mengobrol bersama ketiga sahabatnya.

"Ish! Dicky jangan genit!" seru Amora, pacar Dicky yang langsung menarik telinga kekasihnya dan berjalan menuju kursinya yang berada di belakang.

Adam tertawa puas. "Hahaha! Mampus lo! Udah tau punya cewek, masih aja godain cewek orang!"

Dicky mengacungkan jari tengahnya ke arah Adam tanpa mendengarkan ocehan Amora yang sedang memarahinya.

"Nay, nyokap lo kapan balik?" tanya Adam seraya menatap Nayla, teman se-gengnya Amora. Nayla adalah anak dari Bu Ressa, guru BK SMA Aditama yang kini sedang pergi ke luar kota karena ada urusan.

"Mana gue tau!" jawab Nayla ketus, gadis itu memang sudah terbiasa berbicara dengan nada ketusnya.

"Galak banget sih lo. Susah dapet jodoh loh nanti."

Nayla mendengus sebal. "Lo nggak galak. Tapi, kenapa masih belum punya cewek?"

"Ya terserah gue," balas Adam cuek.

"Zetta, nih buku matematika lo. Makasih, ya," ucap Ilham seraya menyerahkan buku matematika Zetta ke mejanya.

Adam mengerutkan keningnya. "Ngapain lo minjem buku matematika Zetta?"

"Nyontek lah, Bego!" jawab Ilham seraya mengumpati Adam, lalu berjalan menuju tempat duduknya.

"Anj*ng! Kenapa pada kagak bilang kalo ada PR?!" teriak Adam yang langsung mengambil buku matematika Zetta tanpa meminta izin kepada pemiliknya.

"Lo nggak nanya sih," jawab Diva dari tempat duduknya.

"Buruan, Dam! Bentar lagi Bu Mira dateng!" seru Nina yang sedang berusaha membuat Adam panik.

SHAMBLES [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang