HAPPY READING!❤
oOo
Alvin sedang duduk di kursi meja belajarnya. Cowok itu baru saja selesai mengerjakan tugas fisika. Dia kembali memikirkan Zetta karena gadis itu menghindar darinya sepulang sekolah tadi. Alvin menyalakan ponselnya. Membuka chat room-nya dengan Zetta.
Tuan Putri❤
Me :
Kenapa tadi pulang duluan?
Me :
Gue pengen ngomong sama lo.
*Read.
What the hell?! Hanya dibaca, tetapi tidak balas? Alvin mengacak-acak rambutnya frustrasi. Lalu menekan tombol telepon pada pojok kanan atas.
Sudah 3 kali Alvin mencoba memanggil Zetta. Tetapi, gadis itu terus-terusan menolaknya. Membuat Alvin kesal sendiri di dalam kamarnya.
Jika saja sekarang tidak hujan deras disertai angin, mungkin Alvin sudah pergi menghampiri Zetta di rumahnya untuk meluruskan permasalahan mereka.
Tuan Putri❤
Me :
Kenapa ga diangkat?
Me :
Pokoknya, besok kita harus ngobrol.
Alvin mematikan ponselnya, lalu membereskan meja belajarnya yang berantakan karena baru saja digunakan untuk belajar. Cowok itu berjalan menuju jendela balkon kamarnya.
"Bahkan semesta nggak ngizinin gue buat minta maaf," gumam Alvin seraya tersenyum getir.
Alvin menutup korden pada jendela balkon, lalu melangkahkan kakinya menghampiri kasur king size-nya dan merebahkan tubuhnya.
Alvin mencoba menutup kedua matanya, tetapi tidak bisa. Pikiran cowok itu sepenuhnya tertuju pada Zetta. Dia harus memikirkan kata-kata yang harus diucapkan saat meminta maaf kepada Zetta besok.
"Kenapa seakan gue lagi dikendalikan sama Melva?" Alvin memeluk gulingnya. "Sialan, Melva! Awas aja tuh anak kalo besok ketemu."
Alvin memaksakan dirinya untuk menutup kedua matanya. Kepalanya sedikit pusing karena terlalu memikirkan masalah ini. Semoga saja, besok semua permasalahannya sudah selesai.
***
Menghindar adalah hal yang sedang gadis itu lakukan saat ini. Jika Zetta bertemu Alvin, mungkin dia akan marah kepada cowok itu. Bukan marah tanpa alasan. Tetapi, Zetta marah karena Alvin tidak pernah mengatakan apapun tentang gadis bernama Azusa.
"Kamu sedang apa duduk di sini?" tanya seseorang yang kini sudah duduk di lantai sebelah Zetta.
Zetta menoleh saat mendengar suara wanita di sebelahnya. "Bu Clara?"
Clara menyelipkan anak rambut Zetta ke belakang telinga gadis itu. "Kamu lagi ada masalah? Coba cerita ke Ibu. Ibu guru BK kamu, kan?"
"Bu Clara nggak akan ngerti," jawab Zetta seraya memandang ke depan.
"Hey! Kamu pikir, Ibu nggak pernah remaja? Ibu juga pernah remaja, Zetta."
Zetta hanya menatap wanita di sampingnya sekilas, lalu kembali menatap ke arah kolam renang indoor di depannya. Ya, saat ini Zetta sedang berada di kolam renang indoor sekolahnya untuk mencari ketenangan.
Clara ikut menerawang ke depan. "Satu minggu, kamu lari dari masalah. Apa kamu tahu? Kita punya satu kesamaan. Yaitu, sama-sama lari dari masalah."
Zetta menoleh. Gadis itu terkejut mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan Bu Clara. Dia juga sedikit penasaran, masalah apa yang sedang dihadapi guru BK-nya itu?
KAMU SEDANG MEMBACA
SHAMBLES [SELESAI]
Ficção Adolescente⚠Sequel INVOLVED⚠ Tentang Alvinno Vernando Williams yang menyembunyikan kisah masa lalunya dari kekasihnya. Hingga suatu hari, sahabat lamanya datang dan mengungkit-ungkit cerita lama mereka. Sejak saat itu, Alvin kembali teringat sesuatu yang membu...
![SHAMBLES [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/275649667-64-k118366.jpg)